Modus Penipuan Digital Makin Canggih, Ini Strategi Baru Bank Indonesia Melawan Scammer!

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Jum'at, 21 November 2025 | 07:59 WIB
Modus Penipuan Digital Makin Canggih, Ini Strategi Baru Bank Indonesia Melawan Scammer!
Ilustrasi Bank Indonesia
baca 10 detik
  • Bank Indonesia memperkuat pelindungan konsumen digital melalui tiga pilar, yaitu kepastian hak, penegakan aturan, dan pemberdayaan masyarakat.

  • Sinergi lintas negara dan sektor sangat diperlukan untuk mencegah risiko keuangan serta penipuan di era digital.

  • Kepercayaan publik dan literasi digital yang kuat merupakan fondasi utama bagi ekosistem ekonomi digital yang aman.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) terus memperkuat pelindungan untuk memastikan keamanan data dan mencegah berbagai risiko yang makin kompleks.

Penguatan ini dilakukan melalui kebijakan domestik yang solid dan respons kolektif lintas negara, di tengah perkembangan ekosistem digital yang saling terhubung sejalan transformasi digital yang pesat.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih menyampaikan, komitmen Bank Indonesia memperkuat pelindungan konsumen melalui tiga pilar strategis.

Pertama kepastian hak, kedua mengenai penegakan aturan, dan pemberdayaan masyarakat.

"Kepastian hak diwujudkan melalui landasan hukum yang melindungi konsumen, termasuk transparansi, pelindungan data, dan mekanisme penyelesaian sengketa," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (21/11/2025).

Kata dia, penegakan aturan dilakukan melalui pengawasan perilaku pasar serta penerapan standar keamanan yang ketat bagi penyelenggara sistem pembayaran.

Ilustrasi scam atau penipuan. [Shutterstock]
Ilustrasi scam atau penipuan. [Shutterstock]

Sementara pemberdayaan masyarakat difokuskan pada peningkatan literasi keuangan digital agar konsumen memahami hak dan risikonya.

Ketiga, pilar ini membentuk fondasi ekosistem digital yang seimbang antara inovasi dan pelindungan. Serta memperkuat kepercayaan publik sebagai syarat utama percepatan transformasi digital.

"Kepercayaan publik adalah hal utama di era digital yang serba cepat. Dengan kepercayaan publik inovasi akan menjadi katalis bagi inklusi, pemberdayaan, dan ekonomi berkelanjutan. Seperti kata pepatah, 'Trust takes years to build, seconds to break, and forever to repair," beber Filianingsih.

baca juga

Pada seminar ini turut hadir Kepala OECD Jakarta, Massimo Geloso Grosso, dan Senior Financial Sector SpecialistWorld Bank, Sergio Mesquita.

Keduanya menyatakan bahwa kolaborasi global dibutuhkan untuk mencegah dan menanggulangi risiko keuangan lintas negara.

Massimo menegaskan urgensi penguatan literasi keuangan digital karena sebagian besar modus penipuan menyasar pengguna dengan keterampilan digital yang belum memadai.

Sementara itu, Sergio menambahkan bahwa banyak negara mulai membentuk National Anti-Scam Center untuk memperkuat pencegahan dan deteksi penipuan lintas sektor.

"Pendekatan reaktif tidak lagi memadai dan perlu digantikan dengan strategi pencegahan sejak awal sebagai standar baru pelindungan konsumen," bebernya.

Hadirnya perwakilan lembaga internasional seperti World Bank, OECD, ADB, UNODC, CGAP, Interpol, serta bank sentral dari India, Malaysia, dan Brasil, kementerian/lembaga nasional, akademisi, asosiasi industri, serta pelaku ekonomi digital global seperti Netsafe, Microsoft, dan Australian Payments Network menegaskan bahwa sinergi lintas negara dan lintas sektor menjadi kunci memperkuat pelindungan konsumen.

Kepercayaan publik adalah fondasi bagi ekosistem digital yang aman, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cadangan Devisa RI Terkuras di 2024, Gubernur BI Ungkap Alasan Utama di Baliknya

Cadangan Devisa RI Terkuras di 2024, Gubernur BI Ungkap Alasan Utama di Baliknya

Bisnis | Jum'at, 14 November 2025 | 09:50 WIB

Data Uang Nganggur di Pemda Berbeda, BI: Itu Laporan dari Bank Daerah

Data Uang Nganggur di Pemda Berbeda, BI: Itu Laporan dari Bank Daerah

Bisnis | Kamis, 13 November 2025 | 07:42 WIB

BI: Waspadai Inflasi Akhir Tahun, Harga Pangan Mulai Melonjak

BI: Waspadai Inflasi Akhir Tahun, Harga Pangan Mulai Melonjak

Bisnis | Rabu, 12 November 2025 | 15:15 WIB

Waduh, Potensi Kerugian Akibat Serangan Siber Tembus Rp 397,26 Kuadriliun

Waduh, Potensi Kerugian Akibat Serangan Siber Tembus Rp 397,26 Kuadriliun

Bisnis | Rabu, 12 November 2025 | 09:04 WIB

Permintaan Naik, BI Prediksi Penjualan Eceran Kian Meningkat Akhir 2025

Permintaan Naik, BI Prediksi Penjualan Eceran Kian Meningkat Akhir 2025

Bisnis | Rabu, 12 November 2025 | 07:55 WIB

Dokumen Internal Bocorkan Meta Raup Untung Besar dari Iklan Penipuan

Dokumen Internal Bocorkan Meta Raup Untung Besar dari Iklan Penipuan

Tekno | Rabu, 12 November 2025 | 07:06 WIB

Terkini

Bos Bulog Ungkap Kualitas Beras Bantuan Pangan, Layak Makan?

Bos Bulog Ungkap Kualitas Beras Bantuan Pangan, Layak Makan?

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:47 WIB

Temuan MK soal Syarat Pendidikan Gibran, Bivitri Dorong DPR Gunakan Hak Angket

Temuan MK soal Syarat Pendidikan Gibran, Bivitri Dorong DPR Gunakan Hak Angket

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:44 WIB

Putusan MK soal Pendidikan Gibran Bakal Jadi Rujukan Revisi UU Pemilu dan PKPU

Putusan MK soal Pendidikan Gibran Bakal Jadi Rujukan Revisi UU Pemilu dan PKPU

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:44 WIB

Jeritan Ojol Hingga Buruh di Bogor Dalam Bayang-bayang Angka Kemiskinan

Jeritan Ojol Hingga Buruh di Bogor Dalam Bayang-bayang Angka Kemiskinan

Jabar | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:43 WIB

Suahasil Umumkan Defisit APBN Rp 319 T per September 2026, Setara 1,24% PDB

Suahasil Umumkan Defisit APBN Rp 319 T per September 2026, Setara 1,24% PDB

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:37 WIB

Langkah Kecil Menuju Mimpi

Langkah Kecil Menuju Mimpi

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:37 WIB

Bertahan Sejak 1980-an, Warga Kampung Bali Pasrah Rumah Sempitnya Bakal Diterjang Proyek DKI

Bertahan Sejak 1980-an, Warga Kampung Bali Pasrah Rumah Sempitnya Bakal Diterjang Proyek DKI

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Bantuan Pangan Beras 30 Kg Mulai Disalurkan Oktober Ini, Siapa Saja yang Dapat?

Bantuan Pangan Beras 30 Kg Mulai Disalurkan Oktober Ini, Siapa Saja yang Dapat?

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:33 WIB

Kajari Konawe Diamankan dan Diperiksa Kejagung, Diduga Salahgunakan Wewenang

Kajari Konawe Diamankan dan Diperiksa Kejagung, Diduga Salahgunakan Wewenang

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Ada Seruan Boikot Produk Malaysia, Ganggu Bisnis Perdagangan?

Ada Seruan Boikot Produk Malaysia, Ganggu Bisnis Perdagangan?

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:25 WIB

×