Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.307,589
LQ45 733,903
Srikehati 341,804
JII 507,580
USD/IDR 17.077

Saham Bank BUMN Rontok Serempak, Investor Cuek usai Menkeu Purbaya Suntik Rp76 T

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 21 November 2025 | 12:41 WIB
Saham Bank BUMN Rontok Serempak, Investor Cuek usai Menkeu Purbaya Suntik Rp76 T
Seorang pengunjung mengambil gambar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.]
  • Saham bank BUMN serempak turun meski kemenkeu suntik likuiditas Rp76 T.

  • BMRI, BBRI, BBNI & BRIS kompak merah di tengah injeksi modal negara.

  • Tambahan dana Rp76 T diberikan ke BMRI, BBRI, BBNI masing-masing Rp25 T.

Suara.com - Sebuah anomali terjadi di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat pagi (21/11/2025). Saham-saham bank milik negara yang menjadi bagian dari ekosistem BPI Danantara justru berguguran serempak di zona merah.

Ironisnya, pelemahan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan injeksi likuiditas negara dalam jumlah jumbo senilai Rp76 triliun.

Data pasar mencatat bahwa euforia suntikan modal tersebut gagal menarik minat buyer. Pasar tampaknya lebih fokus pada sentimen lain, mengabaikan janji pemerintah untuk memperbesar likuiditas dan mendorong pertumbuhan kredit.

Empat raksasa perbankan, termasuk bank syariah terbesar, kompak tunduk di bawah tekanan jual yang dominan:

  1. Bank Mandiri (BMRI): Saham terkoreksi 0,4% ke level Rp4.920. Meski volume transaksi mencapai 35,1 juta saham, tekanan ask yang kuat di harga penutupan menunjukkan pelaku pasar cenderung melepas kepemilikan.
  2. Bank Rakyat Indonesia (BBRI): Turun 0,50% ke Rp3.970. Dengan volume perdagangan 29,5 juta saham, bid dan ask yang berdekatan menandakan pertarungan sengit antara seller dan buyer di harga rendah.
  3. Bank Negara Indonesia (BBNI): Mengalami ambles terdalam, terkoreksi 1,12% ke Rp4.410. Penurunan yang signifikan ini menunjukkan keraguan pasar terhadap prospek jangka pendek BBNI meskipun menjadi salah satu penerima dana terbesar.
  4. Bank Syariah Indonesia (BRIS): Bank syariah pelat merah ini ikut melemah 1,22% ke Rp2.420, mengikuti tren negatif sektor Himbara.

Injeksi dana segar sebesar Rp76 triliun, yang ditempatkan pada 10 November 2025, bertujuan mulia: menambah fuel bagi perbankan, khususnya Bank Mandiri, BNI, dan BRI yang masing-masing mendapat tambahan Rp25 triliun, serta Bank DKI yang menerima Rp1 triliun. Harapannya, dana ini akan disalurkan sebagai kredit ke sektor riil untuk menopang ekonomi.

Namun, koreksi serempak saham perbankan ini memunculkan pertanyaan kritis: Mengapa investor justru panik di tengah berita baik?

Salah satu sentimen negatif yang mungkin membebani adalah kekhawatiran pasar terhadap kualitas aset di masa depan. Meskipun likuiditas bertambah, investor mungkin membaca sinyal bahwa penempatan dana negara ini adalah upaya antisipatif terhadap risiko yang mungkin timbul, atau adanya tekanan agar bank menyalurkan kredit ke sektor-sektor yang return-nya belum terjamin.

Selain itu, penurunan tajam dalam penerimaan pajak bulan Oktober 2025 yang merosot 3,85% Year-on-Year (YoY) juga ikut membayangi sentimen pasar. Perlambatan penerimaan negara bisa menjadi indikasi bahwa pertumbuhan korporasi yang menjadi klien utama bank BUMN sedang menghadapi tantangan, sehingga prospek laba bank di kuartal berikutnya menjadi kurang meyakinkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Neraca Pembayaran Masih Alami Defisit 6,4 Miliar Dolar AS, Bagaimana Kondisi Cadangan Devisa?

Neraca Pembayaran Masih Alami Defisit 6,4 Miliar Dolar AS, Bagaimana Kondisi Cadangan Devisa?

Bisnis | Jum'at, 21 November 2025 | 12:31 WIB

Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,04% Q3 2025, Belanja Pemerintah Ikut Ngegas

Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,04% Q3 2025, Belanja Pemerintah Ikut Ngegas

Bisnis | Jum'at, 21 November 2025 | 12:03 WIB

Aset Sudah Disita tapi Belum Diperiksa, KPK Beri Sinyal Tegas untuk Ridwan Kamil

Aset Sudah Disita tapi Belum Diperiksa, KPK Beri Sinyal Tegas untuk Ridwan Kamil

News | Jum'at, 21 November 2025 | 10:56 WIB

Terkini

Adaro Indonesia Terima Penghargaan PROPER Emas Kedelapan

Adaro Indonesia Terima Penghargaan PROPER Emas Kedelapan

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 07:28 WIB

Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran

Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 22:44 WIB

Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?

Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 21:45 WIB

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:16 WIB

Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!

Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:05 WIB

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:00 WIB

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:34 WIB

Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!

Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:22 WIB

Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah

Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:47 WIB

Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?

Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:12 WIB