Kemenkeu Ungkap Alasan Pemda Lambat Belanja, Dana Mengendap di Bank Tembus Rp 244 T

Dicky Prastya

Minggu, 23 November 2025 | 12:02 WIB
Kemenkeu Ungkap Alasan Pemda Lambat Belanja, Dana  Mengendap di Bank Tembus Rp 244 T
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara usai rapat koordinasi dengan Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat di Plaza BP Jamsostek, Jakarta Selatan pada Senin (28/5/2025). [Suara.com/Yaumal Adi]
baca 10 detik
  • Realisasi Transfer ke Daerah (TKD) Rp 713,4 triliun (82,6%) per Oktober 2025 sudah masuk ke APBD, namun percepatan belanja Pemda masih rendah.
  • Belanja pegawai Rp 343 triliun on track, sementara belanja barang/jasa, modal, dan lainnya turun Rp 126,1 triliun dibanding tahun lalu.
  • Dana simpanan Pemda di bank naik dari Rp 143 triliun (Januari) ke Rp 244 triliun (September 2025), menunjukkan anggaran belum dibelanjakan optimal.

Suara.com - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan kalau realisasi transfer ke daerah (TKD) mencapai Rp 713,4 triliun atau 82,6 persen dari outlook 2025 per Oktober 2025.

"Transfer ke Daerah, telah kita transfer sebesar Rp 713,4 triliun. Rp 713,4 triliun ini sekarang berarti ada di APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah)," ungkapnya saat konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Kamis (20/11/2025) lalu.

Wamenkeu merinci dari total APBD ini, Pemda masih belum melakukan percepatan untuk realisasi belanja. Sebab hanya belanja pegawai yang menjadi satu-satunya komponen yang berjalan sesuai rencana.

"Kalau kita lihat APBD, komposisi belanjanya, belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja modal, dan belanja lainnya, ternyata yang on track itu belanja pegawai. bayar gaji, bayar upah, itu on track, Rp 343 triliun dibandingkan tahun lalu," papar Sua.

Sedangkan komponen lain seperti Belanja Barang dan Jasa, Belanja Modal, hingga Belanja Lainnya masih lebih rendah dibandingkan tahun lalu.

"Tapi belanja barang dan jasanya lebih rendah. Belanja modalnya juga lebih rendah. Belanja lainnya juga lebih rendah dari APBD, yang kalau kita lihat selisih dengan belanja tahun lalu, tahun ini belanja APBD itu Rp 126,1 triliun lebih rendah," beber dia.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara saat merinci anggaran Transfer ke Daerah (TKD) di Konferensi Pers APBN KiTa, Kamis (20/11/2025). [Screenshot YouTube Kemenkeu]
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara saat merinci anggaran Transfer ke Daerah (TKD) di Konferensi Pers APBN KiTa, Kamis (20/11/2025). [Screenshot YouTube Kemenkeu]

Wamenkeu menyoroti rendahnya penyerapan APBD ini oleh Pemda karena Pemerintah Pusat sudah mentransfer anggaran dan semestinya dibelanjakan.

Jika dibandingkan dengan belanja yang dilakukan Pemerintah Pusat dari APBN, Suahasil menganggap kalau belanja tersebut malah lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

"Kita juga menginginkan APBD itu belanja lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Supaya efek belanja di masyarakat, efek mendorong perekonomian pertumbuhan itu bisa terjadi. Ini kita ingin menyampaikan kepada seluruh Pemerintah Daerah untuk belanja lebih cepat di bulan November dan Desember ini," pinta dia.

baca juga

Dana Pemda mengendap di Bank masih tinggi

Selain itu, Suahasil juga melaporkan kalau dana simpanan Pemda di bank juga masih tinggi yang mencapai Rp 244 triliun per September 2025.

"Dana simpanan pemda di perbankan masih tinggi. Ini karena belum belanja," keluhnya.

Rincinya, dana simpanan Pemda di bank tercatat Rp 143 triliun di Januari 2025. Angka itu kemudian naik menjadi Rp 244 triliun per September 2025.

"Sehingga dengan demikian sebenarnya ada dorongan belanja yang bisa dilakukan oleh anggaran pendapatan dan belanja daerah," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rp1,45 Triliun Diborong! Ini Alasan BMRI Banyak Diborong Asing Pekan Ini

Rp1,45 Triliun Diborong! Ini Alasan BMRI Banyak Diborong Asing Pekan Ini

Bisnis | Minggu, 23 November 2025 | 11:25 WIB

Aliran Modal Asing Rp 2,29 Triliun Deras Masuk ke RI pada Pekan ke-3 November, Ke Mana Saja?

Aliran Modal Asing Rp 2,29 Triliun Deras Masuk ke RI pada Pekan ke-3 November, Ke Mana Saja?

Bisnis | Minggu, 23 November 2025 | 09:27 WIB

Xiaomi 67W Power Bank 20000 mAh Rilis di Pasar Global, Harga Terjangkau

Xiaomi 67W Power Bank 20000 mAh Rilis di Pasar Global, Harga Terjangkau

Tekno | Sabtu, 22 November 2025 | 16:05 WIB

Dominasi Transaksi Digital, Bank Mandiri Dinobatkan sebagai Indonesias Best Transaction Bank 2025

Dominasi Transaksi Digital, Bank Mandiri Dinobatkan sebagai Indonesias Best Transaction Bank 2025

Bisnis | Sabtu, 22 November 2025 | 11:54 WIB

Siap-siap! KPK akan Panggil Ridwan Kamil Usai Periksa Pihak Internal BJB

Siap-siap! KPK akan Panggil Ridwan Kamil Usai Periksa Pihak Internal BJB

News | Jum'at, 21 November 2025 | 20:50 WIB

Permata Bank Targetkan Raup Rp 100 Miliar dari GJAW 2025

Permata Bank Targetkan Raup Rp 100 Miliar dari GJAW 2025

Bisnis | Jum'at, 21 November 2025 | 20:10 WIB

Terkini

Perhutanan Sosial Dinilai Minim Evaluasi, Aktivis Soroti Pemberian Izin

Perhutanan Sosial Dinilai Minim Evaluasi, Aktivis Soroti Pemberian Izin

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:17 WIB

Warga Australia Habisi 2 Anak Kandung dengan Sadis di Bali, Lalu Bunuh Diri

Warga Australia Habisi 2 Anak Kandung dengan Sadis di Bali, Lalu Bunuh Diri

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:16 WIB

Layani Rute 9H hingga Mikrotrans, Halte Transjakarta Universitas Pancasila Kembali Beroperasi

Layani Rute 9H hingga Mikrotrans, Halte Transjakarta Universitas Pancasila Kembali Beroperasi

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:16 WIB

Rupiah Kembali Loyo, Tekanan Dolar dan Minyak Dunia Menghantui

Rupiah Kembali Loyo, Tekanan Dolar dan Minyak Dunia Menghantui

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 16:15 WIB

Komunitas Motor Meriahkan Road to MotoGP Mandalika 2026, Touring 100 Rider Siap Digelar

Komunitas Motor Meriahkan Road to MotoGP Mandalika 2026, Touring 100 Rider Siap Digelar

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 16:15 WIB

Fotografer di Lampung Timur Dibantai: Pelaku Diciduk di Bakauheni

Fotografer di Lampung Timur Dibantai: Pelaku Diciduk di Bakauheni

Lampung | Selasa, 15 September 2026 | 16:13 WIB

Purbaya Diganti Suahasil, Ekonom UGM Soroti 3 Hal yang Bisa Menentukan Arah Fiskal

Purbaya Diganti Suahasil, Ekonom UGM Soroti 3 Hal yang Bisa Menentukan Arah Fiskal

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:11 WIB

Dapat Ganti Rugi Rp5 Juta, Hakim Kabulkan Sebagian Permohonan Praperadilan Roy Suryo

Dapat Ganti Rugi Rp5 Juta, Hakim Kabulkan Sebagian Permohonan Praperadilan Roy Suryo

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:10 WIB

Cak Imin Ingatkan Manfaat JKN: Sakit Tak Boleh Bikin Keluarga Jatuh Miskin

Cak Imin Ingatkan Manfaat JKN: Sakit Tak Boleh Bikin Keluarga Jatuh Miskin

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:04 WIB

Sopir Truk Asal Solo Jadi Korban Kapal Virgo, Ternyata Naik Pakai KTP Saudara Kembar

Sopir Truk Asal Solo Jadi Korban Kapal Virgo, Ternyata Naik Pakai KTP Saudara Kembar

Surakarta | Selasa, 15 September 2026 | 16:00 WIB

×