Apindo Nilai Janji 19 Juta Lapangan Kerja dari Prabowo Tidak Realistis

Liberty Jemadu

Rabu, 26 November 2025 | 14:55 WIB
Apindo Nilai Janji 19 Juta Lapangan Kerja dari Prabowo Tidak Realistis
Ketua Umum Apindo, Shinta W Kamdani, menilai janji 19 juta lapangan kerja dari Presiden Prabowo Subianto sukar untuk direalisasikan. [Antara]
baca 10 detik
  • Apindo menilai target 19 juta lapangan kerja baru sulit tercapai karena pertumbuhan ekonomi 5 persen hanya menciptakan sekitar 10 juta pekerjaan.
  • Pencapaian target memerlukan penurunan ICOR melalui deregulasi dan efisiensi investasi agar penyerapan tenaga kerja sebanding.
  • Ketidakpastian formula upah minimum menyebabkan investor asing melakukan relokasi industri ke negara menawarkan regulasi lebih stabil.

Suara.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai target pemerintah untuk menciptakan 19 juta lapangan kerja baru dalam empat tahun ke depan sulit tercapai.

Kondisi ekonomi saat ini dinilai belum mampu menopang pertumbuhan yang diperlukan untuk mencapai target tersebut.

Ketua Umum Apindo, Shinta W Kamdani, menjelaskan bahwa penciptaan lapangan kerja Indonesia saat ini masih jauh dari kebutuhan.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang bergerak di level 5 persen, kapasitas pasar tenaga kerja tak mampu melonjak hingga dua kali lipat.

“Saat ini penciptaan lapangan kerja hanya sekitar 2 juta per tahun dengan pertumbuhan 5 persen. Dalam empat tahun hanya 10 juta, padahal targetnya 19 juta,” ujar Shinta kepada wartawan, dikutip Rabu (26/11/2025).

Menurut Shinta, untuk mencapai angka tersebut, ekonomi Indonesia harus tumbuh jauh lebih tinggi.

Namun pertumbuhan tinggi pun tidak cukup jika kualitas investasi masih terkendala efisiensi. Hal ini tercermin dari Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia yang masih berada di atas 6.

“Jika ICOR tetap di 6,4, pertumbuhan 8% pun tidak cukup,” ucapnya.

ICOR yang tinggi menunjukkan biaya menciptakan output baru masih sangat besar, sehingga penyerapan tenaga kerja tidak sebanding dengan investasi yang masuk.

baca juga

Shinta menambahkan, kunci utamanya adalah menurunkan ICOR melalui deregulasi dan penciptaan iklim usaha yang lebih efisien.

“Jika ICOR turun ke 4, target itu lebih mungkin tercapai. Karena itu deregulasi dunia usaha menjadi sangat penting untuk menurunkan ICOR,” kata dia.

Apindo menilai langkah-langkah deregulasi dan perbaikan iklim investasi harus menjadi prioritas pemerintah.

Tanpa perubahan signifikan, target penyerapan tenaga kerja diprediksi akan kembali jauh dari proyeksi.

Shinta menyatakan beban untuk menciptakan lapangan kerja tidak bisa hanya ditumpukan kepada sektor swasta tanpa perbaikan struktural dari sisi pemerintah.

Termasuk penyederhanaan regulasi, efisiensi energi, dan percepatan pembangunan infrastruktur yang bersinggungan dengan produktivitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengusaha Sebut Ketidakpastian Penetapan UMP Bikin Investor Asing Kabur

Pengusaha Sebut Ketidakpastian Penetapan UMP Bikin Investor Asing Kabur

Bisnis | Rabu, 26 November 2025 | 12:18 WIB

APINDO Ingatkan Pemerintah Tak Ulangi Kekacauan Penetapan UMP Tahun Lalu: Harus Pakai Formula!

APINDO Ingatkan Pemerintah Tak Ulangi Kekacauan Penetapan UMP Tahun Lalu: Harus Pakai Formula!

Bisnis | Rabu, 26 November 2025 | 08:03 WIB

BAM DPR Dorong Reformasi Upah: Tak Cukup Ikut Inflasi, Harus Memenuhi Standar Hidup Layak

BAM DPR Dorong Reformasi Upah: Tak Cukup Ikut Inflasi, Harus Memenuhi Standar Hidup Layak

News | Jum'at, 07 November 2025 | 08:31 WIB

Jeritan Buruh 'Generasi Sandwich', Jadi Alasan KASBI Tuntut Kenaikan Upah 15 Persen

Jeritan Buruh 'Generasi Sandwich', Jadi Alasan KASBI Tuntut Kenaikan Upah 15 Persen

News | Kamis, 06 November 2025 | 15:04 WIB

'Gurita Korupsi Pejabat' di DPR, Ratusan Buruh KASBI Tuntut Keadilan Pasca-Omnibus Law

'Gurita Korupsi Pejabat' di DPR, Ratusan Buruh KASBI Tuntut Keadilan Pasca-Omnibus Law

News | Kamis, 06 November 2025 | 14:13 WIB

Terkini

Status Bencana Tak Ditentukan karena Desakan Publik, Harus Ada Data Lapangan

Status Bencana Tak Ditentukan karena Desakan Publik, Harus Ada Data Lapangan

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 10:20 WIB

Pemkot Kendari Wajibkan ASN Setor Sampah Tiap Hari Jumat

Pemkot Kendari Wajibkan ASN Setor Sampah Tiap Hari Jumat

Sulsel | Minggu, 30 Agustus 2026 | 10:04 WIB

6 Penyebab Kulkas Tidak Dingin tapi Lampu Menyala, Cek Dulu Komponen Ini sebelum Beli Baru

6 Penyebab Kulkas Tidak Dingin tapi Lampu Menyala, Cek Dulu Komponen Ini sebelum Beli Baru

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 10:03 WIB

Makin ke Sini Makin Banyak Istilah Baru, Memangnya Kita Paham Konteksnya?

Makin ke Sini Makin Banyak Istilah Baru, Memangnya Kita Paham Konteksnya?

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Serangan Gajah di Bengkalis Lukai Warga, Seorang Meninggal usai Kelelahan Berjaga

Serangan Gajah di Bengkalis Lukai Warga, Seorang Meninggal usai Kelelahan Berjaga

Riau | Minggu, 30 Agustus 2026 | 09:54 WIB

5 Temuan Kasus Febrie Adriansyah: Beraksi 8 Tahun, Kumpulkan 'Harta' Luar Biasa

5 Temuan Kasus Febrie Adriansyah: Beraksi 8 Tahun, Kumpulkan 'Harta' Luar Biasa

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 09:36 WIB

Carmen Hearts2Hearts Cetak Sejarah, Bawa Nama Indonesia di KWDA 2026

Carmen Hearts2Hearts Cetak Sejarah, Bawa Nama Indonesia di KWDA 2026

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 09:30 WIB

Pedagang Tewas Dikeroyok Brutal Pakai Bambu, Dugaan Keterlibatan 'Ormas' menguat

Pedagang Tewas Dikeroyok Brutal Pakai Bambu, Dugaan Keterlibatan 'Ormas' menguat

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 09:19 WIB

Asapi Lawan di Sprint Race Aragon, Marc Marquez Jaga Asa Juara MotoGP 2026

Asapi Lawan di Sprint Race Aragon, Marc Marquez Jaga Asa Juara MotoGP 2026

Sport | Minggu, 30 Agustus 2026 | 09:15 WIB

5 Cara Cek Karhutla Lewat HP, Pantau Hotspot hingga Sebaran Asap

5 Cara Cek Karhutla Lewat HP, Pantau Hotspot hingga Sebaran Asap

Sumsel | Minggu, 30 Agustus 2026 | 09:13 WIB

×