Prabowo Disebut Lagi Bersih-bersih Konglomerat Hitam Migas, Mau Rebut Kendali Sumber Daya

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 26 November 2025 | 17:25 WIB
Prabowo Disebut Lagi Bersih-bersih Konglomerat Hitam Migas, Mau Rebut Kendali Sumber Daya
Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah anggota Kabinet Merah Putih ke Hambalang, Bogor. (Foto: Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden)
baca 10 detik
  • Langkah Prabowo–Pertamina memasuki fase baru penegakan tata kelola energi.

  • Negara kini berhadapan dengan “konglomerat hitam migas” yang kuasai ekonomi ilegal.

  • Prabowo lakukan reset besar untuk kembalikan kontrol negara atas migas dan tambang.

Suara.com - Pengamat Politik dan Kebijakan Publik dari Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS), Adib Miftahul, menilai langkah Presiden Prabowo Subianto bersama Pertamina tengah memasuki fase baru dalam penegakan tata kelola energi nasional.

Ia menyebut pemerintah kini berhadapan langsung dengan kelompok yang disebutnya sebagai “konglomerat hitam migas” yang selama puluhan tahun menguasai aliran ekonomi energi secara ilegal.

Adib mengatakan upaya tersebut bukan sekadar penertiban administratif, tetapi sebuah reset besar yang bertujuan mengembalikan kontrol negara atas sumber daya strategis, termasuk migas dan tambang. Menurutnya, Prabowo kini tengah mengeksekusi langkah yang sejak masa kampanye selalu ia suarakan: membersihkan kebocoran di sektor energi.

“Prabowo sedang mereset ulang sumber daya ekonomi Indonesia. Dari migas, tambang, sampai efisiensi anggaran pemda. Semua ditata ulang, dimainkan ulang, dan pemain-pemain yang tidak sesuai regulasi dihentikan. Ini bukan sekadar penertiban, ini pembersihan struktural,” ujar Adib kepada wartawan, Rabu (26/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa perombakan yang dilakukan pemerintah merupakan overhaul total atas rantai pasok migas, distribusi, lifting, hingga tata kelola anggaran daerah. Hal ini sekaligus menandai perubahan orientasi Pertamina yang kini didorong menjadi ujung tombak penanganan kebocoran di sektor energi.

“Prabowo selalu menyinggung kebocoran migas. Nah, apa yang dilakukan saat ini adalah implementasi janji itu. Pertamina diberi ruang penuh untuk bertindak, dan dibackup oleh Presiden serta aparat hukum,” ungkapnya.

Adib menegaskan bahwa dinamika yang terjadi saat ini bukan sekadar tarik-menarik antar-elite politik, tetapi pertarungan langsung antara negara dan jaringan bisnis gelap yang selama ini menikmati kekayaan alam di luar aturan. Ia menyebut keberadaan kelompok tersebut sebagai aktor lama yang sangat kuat.

“Musuh Prabowo itu satu sekarang: konglomerat-konglomerat hitam yang menikmati kekayaan alam tidak sesuai aturan. Mereka ini godfather-godfather lama yang tidak mau kehilangan akses,” tegasnya.

Ia menilai pembersihan yang dilakukan pemerintah akan berlangsung panjang. Namun Adib meminta publik melihat proses ini sebagai bagian dari pemulihan sistem negara, bukan sekadar kegaduhan politik sesaat. Menurutnya, konsistensi pemerintah dalam menjalankan agenda ini akan menghasilkan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

baca juga

“Ini fase penting. Prabowo sedang merapikan ulang semuanya, dari hulu ke hilir. Sumber daya negara harus kembali ke negara, bukan ke sekelompok konglomerat hitam. Ini proses yang berat, tapi sangat tepat,” ucap Adib.

Meski begitu, Adib mengakui bahwa langkah tegas pemerintah hampir pasti memicu resistensi. Kelompok yang selama ini menikmati aliran dana triliunan rupiah melalui praktik ilegal migas disebut tidak tinggal diam.

“Selama ini mereka menikmati hasil empuk dari pengelolaan migas yang tidak sesuai aturan. Begitu disetop, pasti marah. Apalagi uangnya bukan miliaran, tapi bisa triliunan. Maka serangan balik pasti terjadi,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa reaksi tersebut kini tampak melalui perang opini di ruang digital. Menurut Adib, media sosial sedang dipenuhi narasi liar yang bertujuan membalikkan persepsi publik.

“Ini era post-truth. Kebenaran dibolak-balik lewat medsos. Ketika sumber uang mereka terganggu, mereka menyerang melalui opini publik, narasi liar, buzzer. Itu bentuk perlawanan yang sangat kelihatan sekarang,” tambahnya.

Adib juga menilai bahwa sinyal politik dari Prabowo kepada aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan Agung, sudah sangat jelas. Ia menyebut lembaga itu kini bergerak agresif menjalankan arahan Presiden untuk menindak mafia sumber daya.

“Kejaksaan sedang on fire menjalankan perintah Prabowo. Mafia migas dihantam, mafia tambang ditindak, asetnya disita. Ini era bersih-bersih, dan kejaksaan bergerak mengikuti arahan Prabowo,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengacara Komisaris PT Jenggala Maritim Nilai Dakwaan Soal Fee Sewa Kapal Tak Terbukti

Pengacara Komisaris PT Jenggala Maritim Nilai Dakwaan Soal Fee Sewa Kapal Tak Terbukti

News | Rabu, 26 November 2025 | 13:08 WIB

Tahu Kabar Dapat Rehabilitasi Prabowo Saat Buka Puasa, Eks Dirut ASDP Senang: Alhamdulillah

Tahu Kabar Dapat Rehabilitasi Prabowo Saat Buka Puasa, Eks Dirut ASDP Senang: Alhamdulillah

News | Rabu, 26 November 2025 | 11:39 WIB

Dasco Ungkap di Balik Presiden Prabowo Rehabilitasi Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi

Dasco Ungkap di Balik Presiden Prabowo Rehabilitasi Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi

Bisnis | Rabu, 26 November 2025 | 10:47 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×