Harga Bitcoin Desember 2025: Tertekan Aksi Jual, Bertahan di US$ 80.000?

M Nurhadi

Senin, 01 Desember 2025 | 12:36 WIB
Harga Bitcoin Desember 2025: Tertekan Aksi Jual, Bertahan di US$ 80.000?
Ilustrasi (Unsplash/Bermix)
baca 10 detik
  • Bitcoin mengakhiri November dengan penurunan signifikan lebih dari 17%, memicu keraguan tentang level dasar harga saat ini.
  • Kehati-hatian pasar tercermin dari aliran keluar bersih ETF sebesar $3,48 miliar pada November dan data on-chain negatif.
  • Desember diperkirakan berjalan tenang tanpa volatilitas besar, dengan pergerakan naik lambat menunggu konfirmasi dari ETF dan whale.

Suara.com - Harga Bitcoin memasuki bulan Desember dalam fokus utama investor, mengingat pasar menutup bulan November dengan kinerja yang lemah.

Bitcoin anjlok lebih dari 17% sepanjang November, mematahkan tren musiman kuat yang biasa terjadi pada bulan tersebut.

Hal ini memunculkan pertanyaan besar mengenai apakah pantulan harga dari level $80.000 baru-baru ini merupakan dasar (bottom) yang sesungguhnya.

Meskipun Desember memiliki sejarah hasil yang beragam bagi Bitcoin, data awal menunjukkan kehati-hatian, baik dari sisi aliran dana spot maupun sinyal on-chain. Saat artikel ini ditulis, harga Bitcoin berkisar $87.311 USD.

Secara historis, Desember bukanlah bulan yang sangat kuat bagi Bitcoin. Rata-rata pengembalian jangka panjang adalah 8,42%, tetapi median pengembaliannya hanya 1,69%.

Empat tahun terakhir juga menunjukkan hasil yang beragam, dengan tiga di antaranya mencatatkan bulan Desember yang negatif.

Kekalahan di November menambah kehati-hatian pasar. Alih-alih mengulang pola musiman yang kuat, BTC menutup bulan dengan penurunan lebih dari 17%.

Kehati-hatian ini tercermin kuat dalam aliran Exchange-Traded Fund (ETF). November ditutup dengan total net outflows (dana keluar bersih) sebesar -$3,48 miliar di seluruh ETF spot AS.

Ahli Analisis Utama MEXC, Shawn Young, seperti yang dikutip via beincrypto, menegaskan bahwa permintaan ETF yang lebih kuat dan konsisten sangat penting sebelum rebound yang berarti dapat dimulai.

baca juga

"Indikator yang paling jelas dari rally kenaikan Bitcoin berikutnya adalah kebangkitan kembali sentimen risiko, perbaikan kondisi likuiditas, dan kedalaman pasar," ungkap Shawn Young.

Ia menambahkan, ketika ETF spot Bitcoin mulai mencatat arus masuk (inflows) $200–$300 juta selama beberapa hari, itu bisa menjadi sinyal bahwa investor institusi mulai berotasi kembali ke BTC.

Hunter Rogers, Co-Founder TeraHash, menilai pengaturan pasar untuk Desember masih terlihat tenang, bahkan setelah penurunan tajam November.

"Saya tidak mengharapkan Desember yang sangat volatil—tidak ada lonjakan besar maupun penurunan besar. Bulan yang lebih tenang dengan gerakan naik yang lambat terlihat lebih realistis. Ini terasa seperti fase perbaikan," katanya.

Data on-chain Bitcoin menunjukkan bahwa kondisi pasar belum sesuai dengan konfirmasi dasar (bottom) yang biasanya terbentuk di Desember.

Dua sinyal inti memberikan gambaran serupa: whale (dompet besar) masih mengirimkan koin ke bursa, dan pemegang jangka panjang (Long-Term Holders/LTS) tetap berada dalam mode distribusi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Bitcoin Turun ke Level 87.000 Dolar, Analisis Teknikal Didominasi Bearish

Harga Bitcoin Turun ke Level 87.000 Dolar, Analisis Teknikal Didominasi Bearish

Bisnis | Senin, 01 Desember 2025 | 09:20 WIB

Harga Bitcoin Anjlok ke 82.000 Dolar AS, CEO Binance: Tenang, Hanya Taking Profit Biasa

Harga Bitcoin Anjlok ke 82.000 Dolar AS, CEO Binance: Tenang, Hanya Taking Profit Biasa

Bisnis | Jum'at, 21 November 2025 | 19:48 WIB

Saham AS Jeblok, Bitcoin Anjlok ke Level Terendah 7 Bulan!

Saham AS Jeblok, Bitcoin Anjlok ke Level Terendah 7 Bulan!

Bisnis | Jum'at, 21 November 2025 | 17:50 WIB

Terkini

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:42 WIB

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:27 WIB

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Jakarta | Senin, 07 September 2026 | 23:20 WIB

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:07 WIB

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Video | Senin, 07 September 2026 | 22:45 WIB

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:36 WIB

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

News | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?

Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:17 WIB

Pacuan Kuda Indonesia Naik Kelas, IHR 2026 Bidik Panggung Internasional

Pacuan Kuda Indonesia Naik Kelas, IHR 2026 Bidik Panggung Internasional

Sport | Senin, 07 September 2026 | 22:16 WIB

×