Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.307,589
LQ45 733,903
Srikehati 341,804
JII 507,580
USD/IDR 17.077

Saham AS Jeblok, Bitcoin Anjlok ke Level Terendah 7 Bulan!

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 21 November 2025 | 17:50 WIB
Saham AS Jeblok, Bitcoin Anjlok ke Level Terendah 7 Bulan!
Ilustrasi stres karena saham (freepik)
  • Aksi jual masif pasar saham AS pada Kamis (20/11/2025) menyebabkan S&P 500 anjlok signifikan.
  • Penurunan pasar saham AS ini menyeret harga Bitcoin menyentuh level terendah tujuh bulan.
  • Penyebab utama aksi jual diperkirakan gabungan faktor makroekonomi, risiko kredit swasta, dan dinamika likuiditas pasar kripto.

Suara.com - Aksi jual (sell-off) masif yang melanda pasar saham Amerika Serikat (AS) pada Kamis lalu telah mengirimkan gelombang kejut ke seluruh aset berisiko, menyeret sentimen investor ke titik terendah dan membuat harga Bitcoin anjlok ke level terendah dalam tujuh bulan.

Pasar saham AS mengalami tekanan luar biasa pada Kamis (20/11/2025):

  1. S&P 500 Turun Tajam: Setelah sempat menguat di awal, Indeks S&P 500 anjlok hampir 4%.
  2. Aset Teknologi Terdampak: Kenaikan yang didorong oleh laporan pendapatan gemilang Nvidia justru berbalik arah, dengan sahamnya turun lebih dari 8%.
  3. Kapitalisasi Pasar Lenyap: Aksi jual ini melanda seluruh sektor, menyebabkan lenyapnya kapitalisasi pasar global lebih dari US$2,7 triliun. Sebagai perbandingan, kapitalisasi pasar kripto global hanya sedikit di atas US$3 triliun, setelah kehilangan 7% dalam satu hari.

Akibatnya, sentimen pasar global langsung tenggelam, jatuh ke wilayah "ketakutan ekstrem" (extreme fear), baik untuk ekuitas AS maupun kripto, meskipun Indeks S&P 500 masih berada kurang dari 6% dari puncaknya di dekat 6.920.

Bitcoin pun ikut terhempas, melanjutkan kerugian minggu sebelumnya dan kembali menyentuh level US$85.000 untuk pertama kalinya sejak April, berdasarkan data CoinGecko.

Anjloknya harga ini memicu likuidasi besar-besaran di pasar kripto, dengan total likuidasi melonjak hingga US$829 juta.

Meskipun beberapa pihak menyalahkan rilis laporan pekerjaan AS pada 16 Desember sebagai pemicu sell-off saham, analis meyakini penyebab utamanya adalah gabungan dari ketakutan makroekonomi dan kekuatan pasar teknikal.

Menurut Peter Chung, Kepala Penelitian di Presto Research, risiko tersembunyi dalam risiko kredit swasta (private credit risk), yang disorot oleh Gubernur The Fed Lisa Cook, menjadi faktor yang kurang dibahas.

Sedangkan analis Jay Jo dari Tiger Research menyebut kombinasi data pekerjaan yang kuat dan komentar Lisa Cook tentang risiko makroekonomi mendorong pasar ke koreksi jangka pendek.

Terpisah, analis senior HashKey Group, Tim Sun, menjelaskan bahwa penurunan utamanya disebabkan oleh dinamika sentimen dan likuiditas.

Penurunan dipicu oleh investor yang membeli lindung nilai (put hedges) sebelum rilis pendapatan Nvidia dan Nonfarm payrolls.

Ketika ketidakpastian mereda, volatilitas tersirat (implied volatility) hancur (crush), memaksa market maker menjual posisi long, yang kemudian diperkuat oleh strategi pengikut tren (trend-following strategies) saat harga menembus level teknikal kunci.

Meskipun pasar mengalami koreksi, perusahaan perdagangan kripto yang berbasis di Singapura, QCP Capital, menyatakan bahwa perilaku pasar keuangan global saat ini adalah karakteristik klasik fase akhir siklus (late-cycle), dan bukan sinyal resesi yang akan datang.

Mengenai suku bunga The Fed, prospek pemotongan suku bunga pada Desember telah merosot tajam, dari hampir pasti sebulan yang lalu menjadi hanya 35%, menurut FedWatch tool CME.

Namun, Presto Research melihat adanya peluang: jika risiko kredit swasta benar-benar memicu penularan (contagion), hal itu justru dapat mendorong The Fed untuk mempertimbangkan pemotongan suku bunga pada pertemuan FOMC Desember. Skenario ini, kata Chung, akan menjadi positif bagi semua aset berisiko, termasuk kripto.

Meskipun demikian, Lawrence Samantha, CEO platform manajemen aset kripto NOBI, memperingatkan bahwa banyak investor menghadapi terlalu banyak ketidakpastian sekaligus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Lesu Imbas Sentimen Global, Apa Saja Saham yang Top Gainers Hari Ini

IHSG Lesu Imbas Sentimen Global, Apa Saja Saham yang Top Gainers Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 21 November 2025 | 17:06 WIB

Sinyal Bearish Bitcoin: Waspada Bull Trap di Tengah Ketidakpastian Makro Global

Sinyal Bearish Bitcoin: Waspada Bull Trap di Tengah Ketidakpastian Makro Global

Bisnis | Jum'at, 21 November 2025 | 16:16 WIB

Apa Benar Emiten Properti DADA Berkantor Dekat Warung Kelontong? Manajemen Beri Pembelaan

Apa Benar Emiten Properti DADA Berkantor Dekat Warung Kelontong? Manajemen Beri Pembelaan

Bisnis | Jum'at, 21 November 2025 | 14:10 WIB

Terkini

Danantara Bela-belain Bentuk Perusahaan Baru Pantau Proyek Sampah Jadi Listrik

Danantara Bela-belain Bentuk Perusahaan Baru Pantau Proyek Sampah Jadi Listrik

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 11:16 WIB

Alasan Kemenhub Tak Otak-atik Harga Tiket Pesawat

Alasan Kemenhub Tak Otak-atik Harga Tiket Pesawat

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 11:08 WIB

Investasi Emas Tanpa Ribet, Cicil Melalui Super App BRImo dan Dapatkan Bonus Cashback Menarik

Investasi Emas Tanpa Ribet, Cicil Melalui Super App BRImo dan Dapatkan Bonus Cashback Menarik

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 10:55 WIB

Tensi Iran-AS Memanas, Harga Minyak Asia Menguat di Tengah Ketidakpastian Gencatan Senjata

Tensi Iran-AS Memanas, Harga Minyak Asia Menguat di Tengah Ketidakpastian Gencatan Senjata

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 10:51 WIB

Harga Emas Antam Naik Tipis ke Rp 2.857.000 Juta per Gram

Harga Emas Antam Naik Tipis ke Rp 2.857.000 Juta per Gram

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 10:50 WIB

Strategi Hery Gunardi Bawa Transformasi BRI Menuju Era Perbankan Modern dan Inklusif

Strategi Hery Gunardi Bawa Transformasi BRI Menuju Era Perbankan Modern dan Inklusif

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 10:47 WIB

Rupiah Mulai Rebound, Dolar AS Masih Betah di Level Rp17.083

Rupiah Mulai Rebound, Dolar AS Masih Betah di Level Rp17.083

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 10:34 WIB

Ngenes, Generasi Sandwich Diramal Tidak akan Punya Tabungan Pensiun

Ngenes, Generasi Sandwich Diramal Tidak akan Punya Tabungan Pensiun

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 10:33 WIB

IHSG Dibuka Lari Kencang ke Level 7.346

IHSG Dibuka Lari Kencang ke Level 7.346

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 09:14 WIB

Harga Minyak Dekati Level 100 Dolar: Selat Hormuz Mencekam di Tengah 'Drama' Trump-Iran

Harga Minyak Dekati Level 100 Dolar: Selat Hormuz Mencekam di Tengah 'Drama' Trump-Iran

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 08:40 WIB