Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Saham AS Jeblok, Bitcoin Anjlok ke Level Terendah 7 Bulan!

M Nurhadi

Jum'at, 21 November 2025 | 17:50 WIB
Saham AS Jeblok, Bitcoin Anjlok ke Level Terendah 7 Bulan!
Ilustrasi stres karena saham (freepik)
baca 10 detik
  • Aksi jual masif pasar saham AS pada Kamis (20/11/2025) menyebabkan S&P 500 anjlok signifikan.
  • Penurunan pasar saham AS ini menyeret harga Bitcoin menyentuh level terendah tujuh bulan.
  • Penyebab utama aksi jual diperkirakan gabungan faktor makroekonomi, risiko kredit swasta, dan dinamika likuiditas pasar kripto.

Suara.com - Aksi jual (sell-off) masif yang melanda pasar saham Amerika Serikat (AS) pada Kamis lalu telah mengirimkan gelombang kejut ke seluruh aset berisiko, menyeret sentimen investor ke titik terendah dan membuat harga Bitcoin anjlok ke level terendah dalam tujuh bulan.

Pasar saham AS mengalami tekanan luar biasa pada Kamis (20/11/2025):

  1. S&P 500 Turun Tajam: Setelah sempat menguat di awal, Indeks S&P 500 anjlok hampir 4%.
  2. Aset Teknologi Terdampak: Kenaikan yang didorong oleh laporan pendapatan gemilang Nvidia justru berbalik arah, dengan sahamnya turun lebih dari 8%.
  3. Kapitalisasi Pasar Lenyap: Aksi jual ini melanda seluruh sektor, menyebabkan lenyapnya kapitalisasi pasar global lebih dari US$2,7 triliun. Sebagai perbandingan, kapitalisasi pasar kripto global hanya sedikit di atas US$3 triliun, setelah kehilangan 7% dalam satu hari.

Akibatnya, sentimen pasar global langsung tenggelam, jatuh ke wilayah "ketakutan ekstrem" (extreme fear), baik untuk ekuitas AS maupun kripto, meskipun Indeks S&P 500 masih berada kurang dari 6% dari puncaknya di dekat 6.920.

Bitcoin pun ikut terhempas, melanjutkan kerugian minggu sebelumnya dan kembali menyentuh level US$85.000 untuk pertama kalinya sejak April, berdasarkan data CoinGecko.

Anjloknya harga ini memicu likuidasi besar-besaran di pasar kripto, dengan total likuidasi melonjak hingga US$829 juta.

Meskipun beberapa pihak menyalahkan rilis laporan pekerjaan AS pada 16 Desember sebagai pemicu sell-off saham, analis meyakini penyebab utamanya adalah gabungan dari ketakutan makroekonomi dan kekuatan pasar teknikal.

Menurut Peter Chung, Kepala Penelitian di Presto Research, risiko tersembunyi dalam risiko kredit swasta (private credit risk), yang disorot oleh Gubernur The Fed Lisa Cook, menjadi faktor yang kurang dibahas.

Sedangkan analis Jay Jo dari Tiger Research menyebut kombinasi data pekerjaan yang kuat dan komentar Lisa Cook tentang risiko makroekonomi mendorong pasar ke koreksi jangka pendek.

Terpisah, analis senior HashKey Group, Tim Sun, menjelaskan bahwa penurunan utamanya disebabkan oleh dinamika sentimen dan likuiditas.

baca juga

Penurunan dipicu oleh investor yang membeli lindung nilai (put hedges) sebelum rilis pendapatan Nvidia dan Nonfarm payrolls.

Ketika ketidakpastian mereda, volatilitas tersirat (implied volatility) hancur (crush), memaksa market maker menjual posisi long, yang kemudian diperkuat oleh strategi pengikut tren (trend-following strategies) saat harga menembus level teknikal kunci.

Meskipun pasar mengalami koreksi, perusahaan perdagangan kripto yang berbasis di Singapura, QCP Capital, menyatakan bahwa perilaku pasar keuangan global saat ini adalah karakteristik klasik fase akhir siklus (late-cycle), dan bukan sinyal resesi yang akan datang.

Mengenai suku bunga The Fed, prospek pemotongan suku bunga pada Desember telah merosot tajam, dari hampir pasti sebulan yang lalu menjadi hanya 35%, menurut FedWatch tool CME.

Namun, Presto Research melihat adanya peluang: jika risiko kredit swasta benar-benar memicu penularan (contagion), hal itu justru dapat mendorong The Fed untuk mempertimbangkan pemotongan suku bunga pada pertemuan FOMC Desember. Skenario ini, kata Chung, akan menjadi positif bagi semua aset berisiko, termasuk kripto.

Meskipun demikian, Lawrence Samantha, CEO platform manajemen aset kripto NOBI, memperingatkan bahwa banyak investor menghadapi terlalu banyak ketidakpastian sekaligus.

"Ketika ketidakpastian menumpuk, baik pemain ritel maupun institusional cenderung mengurangi risiko dengan cepat. Sistem perdagangan otomatis juga mulai menjual, dan ini mendorong ketakutan semakin tinggi."

Para ahli memproyeksikan pasar akan mengalami pergerakan choppy (volatil dan tidak menentu) yang berkepanjangan di tengah penyeimbangan kembali portofolio menjelang akhir tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Lesu Imbas Sentimen Global, Apa Saja Saham yang Top Gainers Hari Ini

IHSG Lesu Imbas Sentimen Global, Apa Saja Saham yang Top Gainers Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 21 November 2025 | 17:06 WIB

Sinyal Bearish Bitcoin: Waspada Bull Trap di Tengah Ketidakpastian Makro Global

Sinyal Bearish Bitcoin: Waspada Bull Trap di Tengah Ketidakpastian Makro Global

Bisnis | Jum'at, 21 November 2025 | 16:16 WIB

Apa Benar Emiten Properti DADA Berkantor Dekat Warung Kelontong? Manajemen Beri Pembelaan

Apa Benar Emiten Properti DADA Berkantor Dekat Warung Kelontong? Manajemen Beri Pembelaan

Bisnis | Jum'at, 21 November 2025 | 14:10 WIB

Terkini

Revaldo Ditangkap di Apartemen, Polisi Temukan Sabu dan Alat Isap

Revaldo Ditangkap di Apartemen, Polisi Temukan Sabu dan Alat Isap

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Diisukan Membelot dari Gerindra ke PSI, Dedi Mulyadi Kaget dan Heran

Diisukan Membelot dari Gerindra ke PSI, Dedi Mulyadi Kaget dan Heran

Jabar | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Modus Timbang Berat Badan, Pedagang Cimin di Cirebon Diduga Cabuli 7 Anak

Modus Timbang Berat Badan, Pedagang Cimin di Cirebon Diduga Cabuli 7 Anak

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Pakai Teknologi Kelme K-Loomax, Ini Tampilan Jersey Home, Away dan Third Persib

Pakai Teknologi Kelme K-Loomax, Ini Tampilan Jersey Home, Away dan Third Persib

Jabar | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:11 WIB

Bukan Perkuat Timnas Indonesia, Adik Mitchell Baker Pilih Hong Kong

Bukan Perkuat Timnas Indonesia, Adik Mitchell Baker Pilih Hong Kong

Bola | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:05 WIB

PAN Bantah Budi Arie Soal Percepatan 2029: Indonesia Tak Sedang Menuju Situasi 98

PAN Bantah Budi Arie Soal Percepatan 2029: Indonesia Tak Sedang Menuju Situasi 98

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kemeriahan Ngeropok, Saat Berkah Panjang Mulud Melimpah di Lopang Serang

Kemeriahan Ngeropok, Saat Berkah Panjang Mulud Melimpah di Lopang Serang

Banten | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Gunung Geulis Sukabumi Terbakar, 4 Hektare Lahan Hangus Api Mendekati Pemukiman

Gunung Geulis Sukabumi Terbakar, 4 Hektare Lahan Hangus Api Mendekati Pemukiman

Jabar | Selasa, 25 Agustus 2026 | 21:54 WIB

Ramalan Shio 26 Agustus 2026, 4 Shio Ini Mulai Melihat Jalan Keluar

Ramalan Shio 26 Agustus 2026, 4 Shio Ini Mulai Melihat Jalan Keluar

Lifestyle | Selasa, 25 Agustus 2026 | 21:50 WIB

Kecelakaan Depan Alfamart Ciheuleut Bogor, Mobil Seruduk Kios hingga Papan Reklame

Kecelakaan Depan Alfamart Ciheuleut Bogor, Mobil Seruduk Kios hingga Papan Reklame

Bogor | Selasa, 25 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×