Rupiah Lesu Lawan Dolar AS Hari Ini, Kondisi Geopolitik Jadi Pemicu

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Rabu, 03 Desember 2025 | 16:06 WIB
Rupiah Lesu Lawan Dolar AS Hari Ini, Kondisi Geopolitik Jadi Pemicu
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Rupiah melemah tipis 0,02 persen pada Rabu (3/12/2025) ditutup di level Rp 16.628 per dolar AS.
  • Mayoritas mata uang Asia menguat terhadap dolar AS, kecuali Peso Filipina yang melemah 0,65 persen.
  • Pelemahan rupiah dipicu sentimen global dan potensi penurunan suku bunga Bank Indonesia oleh OECD.

Suara.com - Nilai tukar rupiah melemah sedikit pada penutupan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Rabu (3/12/2025) ditutup di level Rp 16.628 dolar Amerika Serikat (AS).

Alhasil, rupiah melemah 0,02 persen dibanding penutupan pada Selasa yang berada di level Rp 16.625 per dolar AS.

Beberapa mayoritas mata uang menguat terhadap dolar AS pada sore ini dengan baht Thailand menguat 0,37 persen.

Disusul, yen Jepang menguat 0,11 persen, yuan China menguat 0,09 persen, ringgit Malaysia menguat 0,08 persen, dolar Singapura menguat 0,08 persen dan dolar Hong Kong menguat 0,03 persen terhadap dolar AS.

Petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di tempat penukaran uang Dolar Indo, Jakarta, Kamis (20/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di tempat penukaran uang Dolar Indo, Jakarta, Kamis (20/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Lalu ada won Korea yang menguat 0,10 persen dan dan dolar Taiwan menguat 0,25 persen. Sedangkan mata uang Asia lainnya melemah terhadap dolar AS pagi ini hanya Peso Filipina melemah 0,65 persen.

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menyatakan bahwa rupiah harus mewaspadai sentimen dari global dan dalam negeri.  

Salah satunya tekanan tuduhan Putin pada yang menyebutkan kekuatan-kekuatan Eropa menghalangi upaya AS. Padahal AS berencana untuk mengakhiri perang dengan mengajukan proposal ke Rusia.

"Moskow telah meningkatkan kekhawatiran bahwa pasokan Rusia akan terus dibatasi hanya untuk pembeli seperti China dan India karena perundingan tersebut mungkin tidak menghasilkan kesepakatan," bebernya.

Sentimen dalam negeri dipengaruhi oleh kerjasama Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menilai Bank Indonesia (BI) yang berencana memberikan uang untuk melanjutkan pelonggaran kebijakan moneter dengan menurunkan suku bunga kebijakan hingga 50 basis poin.

baca juga

"OECD mencatat bahwasiklus penurunan suku bunga yang dimulai pada Agustus 2024 telah membawa BI rate turun dari 6,25 persen menjadi 4,75 persen," katanya.

Meski demikian, penurunan tersebut belum tersalurkan secara penuh ke suku bunga kredit perbankan maupunimbal hasil obligasi korporasi, yang baru turun marginal dibanding awal periode pelonggaran.

"Pertumbuhan kredit pun disebut masih jauh di bawah rata-rata historissebelum pandemi dan sebelum siklus pelonggaran dimulai," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.626, Pasar Cari Petunjuk dari Risiko Global

Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.626, Pasar Cari Petunjuk dari Risiko Global

Bisnis | Rabu, 03 Desember 2025 | 09:34 WIB

Rupiah Menguat di Penutupan Pasar, Sentimen The Fed dan Kebijakan BI Jadi Penopang

Rupiah Menguat di Penutupan Pasar, Sentimen The Fed dan Kebijakan BI Jadi Penopang

Bisnis | Selasa, 02 Desember 2025 | 17:09 WIB

Rupiah Makin Kokoh, Dolar AS Malah Melempem di Level Rp16.635

Rupiah Makin Kokoh, Dolar AS Malah Melempem di Level Rp16.635

Bisnis | Selasa, 02 Desember 2025 | 09:46 WIB

Terkini

Turun ke Jalan Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Sasar Istana

Turun ke Jalan Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Sasar Istana

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Sering Dipakai untuk Diet, Apa Perbedaan Stevia dengan Gula Biasa?

Sering Dipakai untuk Diet, Apa Perbedaan Stevia dengan Gula Biasa?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Dikeruk tapi Minim Pembangunan: Kenapa Masyarakat Pedalaman Tidak Bersuara?

Dikeruk tapi Minim Pembangunan: Kenapa Masyarakat Pedalaman Tidak Bersuara?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi

Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:30 WIB

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

Health | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Ramai Jadi Perbincangan Publik, Sebenarnya Pembalut Kena Pajak Sejak Kapan?

Ramai Jadi Perbincangan Publik, Sebenarnya Pembalut Kena Pajak Sejak Kapan?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:26 WIB

Ketum PKN Gede Pasek: Republik Ini Bukan Milik Oligarki, Kekuasaan Bukan Warisan Keluarga!

Ketum PKN Gede Pasek: Republik Ini Bukan Milik Oligarki, Kekuasaan Bukan Warisan Keluarga!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:21 WIB

Syarat Perpanjang Paspor yang Sudah Mati Lebih dari 5 Tahun

Syarat Perpanjang Paspor yang Sudah Mati Lebih dari 5 Tahun

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Andrea Bocelli Bakal Dedikasikan Lagu untuk Perdamaian Dunia dalam Konser di Indonesia

Andrea Bocelli Bakal Dedikasikan Lagu untuk Perdamaian Dunia dalam Konser di Indonesia

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:19 WIB

Berani! Singpura Kumpulkan Petinggi 10 Perusahaan Diduga Biang Kerok Kebakaran Hutan

Berani! Singpura Kumpulkan Petinggi 10 Perusahaan Diduga Biang Kerok Kebakaran Hutan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:18 WIB

×