Rupiah Menguat di Penutupan Pasar, Sentimen The Fed dan Kebijakan BI Jadi Penopang

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Selasa, 02 Desember 2025 | 17:09 WIB
Rupiah Menguat di Penutupan Pasar, Sentimen The Fed dan Kebijakan BI Jadi Penopang
Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan taringnya pada penutupan perdagangan Selasa (2/12/2025). (Foto: antara)
baca 10 detik
  • Rupiah ditutup menguat ke posisi Rp16.625 per dolar AS.
  • Mata uang Garuda ini menguat 0,23% dibanding penutupan sehari sebelumnya di level Rp16.663 per dolar AS.
  • Sementara itu, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.632 per dolar AS.

Suara.com - Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan taringnya pada penutupan perdagangan Selasa (2/12/2025).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat ke posisi Rp16.625 per dolar AS, menguat 0,23% dibanding penutupan sehari sebelumnya di level Rp16.663 per dolar AS. Sementara itu, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.632 per dolar AS.

Penguatan rupiah terjadi di tengah pergerakan beragam mata uang Asia. Dolar Taiwan tercatat naik 0,1%, disusul ringgit Malaysia (0,04%), yuan China (0,03%), dan peso Filipina (0,019%). Dolar Hong Kong juga menguat tipis 0,004%.

Namun tidak semua mata uang bergerak positif. Rupee India justru menjadi yang paling tertekan dengan pelemahan 0,34%, disusul yen Jepang (-0,21%) dan baht Thailand (-0,08%). Adapun dolar Singapura mencatat kenaikan 0,03%.

Penguatan rupiah disebut sejalan dengan mulai meredanya tekanan eksternal. Research and Development ICDX, Taufan Dimas Hareva, menilai bahwa pasar kini semakin optimistis terhadap prospek aset negara berkembang.

“Ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada Desember mendorong pelemahan dolar AS secara bertahap, sehingga memberi ruang penguatan bagi rupiah,” ujarnya.

Selain itu, kebijakan stabilisasi Bank Indonesia juga punya andil besar. Intervensi triple intervention meliputi pasar spot, DNDF, dan pembelian SBN dinilai efektif menjaga dinamika pasar valas tetap terkendali.

“Penguatan likuiditas valas serta stabilitas inflasi nasional memperkuat persepsi fundamental Indonesia di mata pelaku pasar,” imbuh Taufan.

Melihat kombinasi sentimen global yang membaik dan langkah agresif Bank Indonesia, Taufan menilai rupiah masih punya peluang untuk melanjutkan penguatan dalam beberapa sesi perdagangan ke depan.

baca juga

“Dengan risk appetite global yang mulai pulih dan komitmen BI menjaga stabilitas nilai tukar, rupiah berpeluang besar menutup perdagangan dalam kondisi menguat, atau setidaknya tetap stabil,” katanya.

Pasar kini menanti rilis data ekonomi AS dan keputusan suku bunga The Fed sebagai penentu arah rupiah selanjutnya. Untuk sementara, rupiah boleh bernafas lega.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Makin Kokoh, Dolar AS Malah Melempem di Level Rp16.635

Rupiah Makin Kokoh, Dolar AS Malah Melempem di Level Rp16.635

Bisnis | Selasa, 02 Desember 2025 | 09:46 WIB

Rupiah Cuma Menguat Sejengkal, tapi Tetap Lebih Perkasa dari Dolar AS

Rupiah Cuma Menguat Sejengkal, tapi Tetap Lebih Perkasa dari Dolar AS

Bisnis | Senin, 01 Desember 2025 | 15:43 WIB

Awal Desember, Rupiah Mulai Bangkit Lawan Dolar Amerika Serikat

Awal Desember, Rupiah Mulai Bangkit Lawan Dolar Amerika Serikat

Bisnis | Senin, 01 Desember 2025 | 09:58 WIB

Terkini

Viral Ludahi Ibu Gendong Balita dan Rampas HP, Debt Collector Gareng Diciduk Usai Setahun Buron

Viral Ludahi Ibu Gendong Balita dan Rampas HP, Debt Collector Gareng Diciduk Usai Setahun Buron

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 19:01 WIB

Review The Potato Lab: Kisah Cinta di Balik Laboratorium Kentang

Review The Potato Lab: Kisah Cinta di Balik Laboratorium Kentang

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 19:00 WIB

Pabrik di Subang Beroperasi, BYD Batal Bangun Pabrik di Malaysia

Pabrik di Subang Beroperasi, BYD Batal Bangun Pabrik di Malaysia

Otomotif | Sabtu, 12 September 2026 | 18:58 WIB

Bukan Anggota Grib Jaya! Polisi Bongkar Profil 3 Tersangka Pengeroyok Bambang Setiawan

Bukan Anggota Grib Jaya! Polisi Bongkar Profil 3 Tersangka Pengeroyok Bambang Setiawan

News | Sabtu, 12 September 2026 | 18:55 WIB

Diterjang Angin Kencang, Pohon Raksasa Tumbang Tutup Total Jalur Sidoarjo-Surabaya di Gedangan

Diterjang Angin Kencang, Pohon Raksasa Tumbang Tutup Total Jalur Sidoarjo-Surabaya di Gedangan

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 18:52 WIB

Dampak El Nino Berlanjut Hingga 2027, Kekeringan Parah Ancam Seluruh Kecamatan di Tangsel

Dampak El Nino Berlanjut Hingga 2027, Kekeringan Parah Ancam Seluruh Kecamatan di Tangsel

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 18:39 WIB

Pencarian Hari Ke-5 Jurnalis Hilang: SAR Perluas Sektor, Terkendala Kabut Tebal dan Angin Kencang

Pencarian Hari Ke-5 Jurnalis Hilang: SAR Perluas Sektor, Terkendala Kabut Tebal dan Angin Kencang

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 18:34 WIB

Mau Liburan Lebih Hemat? Coba Ubah Poin yang Terkumpul Jadi Tiket Pesawat

Mau Liburan Lebih Hemat? Coba Ubah Poin yang Terkumpul Jadi Tiket Pesawat

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 18:30 WIB

Lika-liku Menjadi Tukang Ojek Online: Catatan Harian Bang Ojol

Lika-liku Menjadi Tukang Ojek Online: Catatan Harian Bang Ojol

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 18:30 WIB

Antrean BBM Subsidi Mengular di Makassar, Pertamina Tambah Selang Nozzle di SPBU

Antrean BBM Subsidi Mengular di Makassar, Pertamina Tambah Selang Nozzle di SPBU

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 18:27 WIB

×