Disorot Imbas Bencana Sumatera, PT Toba Pulp Lestari Konflik dengan Masyarakat

M Nurhadi

Rabu, 03 Desember 2025 | 21:11 WIB
Disorot Imbas Bencana Sumatera, PT Toba Pulp Lestari Konflik dengan Masyarakat
Kayu yang baru dicacah untuk dijadikan dissolving wood pulp di dalam kompleks pabrik PT Toba Pulp Lestari, Porsea, Sumatea Utara, 28 November 2019. [Tim IndonesiaLeaks]
baca 10 detik
  • Bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra per 3 Desember 2025 menewaskan 811 orang.
  • Kemenham mengidentifikasi konflik lahan antara masyarakat dan PT Toba Pulp Lestari (TPL).
  • Gubernur Sumut akan rekomendasikan penutupan TPL, meski perusahaan membantah tuduhan perusakan lingkungan.

Suara.com - Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sejak sepekan terakhir telah menyita perhatian nasional.

Jumlah korban meninggal dunia per 3 Desember 2025 telah mencapai 811 orang, dengan 623 lainnya dilaporkan hilang. Tragedi kemanusiaan ini disinyalir diperparah bukan hanya oleh curah hujan tinggi, melainkan juga oleh ulah manusia, seperti pembalakan liar yang merusak hutan dan mengurangi daya serap air.

Terkait dugaan kontribusi terhadap kerusakan lingkungan di Sumatra Utara, sorotan tajam mengarah pada PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU), sebuah perusahaan industri bubur kertas (pulp) berbahan baku kayu eukaliptus.

Terlepas dari sorotan ini, Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) mengungkap konflik lahan berkepanjangan antara masyarakat dan PT TPL.

Menteri HAM Natalius Pigai menjelaskan bahwa tim internal yang dibentuk Kemenham sejak Rabu (5/11) telah turun langsung ke lokasi konflik, bertemu dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, PT TPL, dan masyarakat terdampak.

"Kementerian HAM mengatakan secara tegas bahwa ukuran keadilan harus dinilai oleh pihak yang paling lemah dalam hal ini," ucapnya, dikutip via Antara.

Tim internal Kemenham menemukan setidaknya dua masalah utama yang menjadi pemicu konflik:

Persoalan Tapal Batas: Terdapat dua versi tapal batas yang saling bertentangan—tapal batas menurut perusahaan dan tapal batas menurut masyarakat—yang menuntut pencarian solusi yang paling tepat.

Persoalan Lahan: Terdapat perbedaan klaim kepemilikan dan penggunaan lahan antara versi masyarakat dengan versi pemerintah, yang juga perlu diselesaikan bersama.

baca juga

Pigai memastikan bahwa keadilan akan ditegakkan dan diukur dari perspektif pihak yang paling lemah, yaitu korban dan keluarga mereka serta masyarakat umum yang terdampak oleh konflik agraria dan operasional korporasi.

Mario Teguh Ambarita, balita berusia 3 tahun saat terkulai lemas dalam gendongan ayahnya, Marudut Ambarita, di Simalungun, Sumatera Utara, Senin 16 September 2019. Mario lemas diduga turut dianiaya orang PT TPL. [dokumentasi. Lamtoras]
Mario Teguh Ambarita, balita berusia 3 tahun saat terkulai lemas dalam gendongan ayahnya, Marudut Ambarita, di Simalungun, Sumatera Utara, Senin 16 September 2019. Mario lemas diduga turut dianiaya orang PT TPL. [dokumentasi. Lamtoras]

Bantahan dan Fakta Kepemilikan TPL

Perjalanan operasional TPL, yang berpusat di Kabupaten Toba dan sebelumnya dikenal sebagai PT Inti Indorayon Utama Tbk, memang sarat kontroversi.

Bahkan, konflik dengan masyarakat adat telah memicu bentrokan hingga jatuhnya korban jiwa pada 1999, yang memaksa Presiden BJ Habibie menghentikan operasi sementara dan Presiden Gus Dur sempat memerintahkan penutupan/relokasi. TPL kembali beroperasi pada 2003 setelah restrukturisasi besar-besaran.

Meskipun belakangan TPL kerap dikaitkan dengan tokoh nasional Luhut Binsar Pandjaitan, data kepemilikan saham menunjukkan hal tersebut tidak benar.

  1. Pemilik Mayoritas: Hingga 2025, pemegang saham mayoritas TPL (kode saham: INRU) adalah Allied Hill Limited (AHL), perusahaan investasi berbasis di Hong Kong, yang menguasai 92,54 persen saham.
  2. Pemilik Akhir: AHL sepenuhnya di bawah kendali Joseph Oetomo, seorang pengusaha Singapura, melalui Everpro Investments Limited.

TPL sendiri didirikan oleh pengusaha nasional Sukanto Tanoto pada 1983. Kepemilikan mayoritas beralih ke Allied Hill Limited melalui akuisisi pada 2025.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puan Maharani Soal Bantuan Bencana Dilempar dari Heli: Jaga Martabat Korban

Puan Maharani Soal Bantuan Bencana Dilempar dari Heli: Jaga Martabat Korban

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 20:40 WIB

Banjir Sumatra Penuh Kayu Gelondongan, DPR Panggil Menhut Besok, Buka Peluang Bentuk Pansus

Banjir Sumatra Penuh Kayu Gelondongan, DPR Panggil Menhut Besok, Buka Peluang Bentuk Pansus

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 20:28 WIB

Pemda Tak Kuat Atasi Banjir Sumatra, DPR Dorong Pusat Ambil Alih Lewat Status Bencana Nasional

Pemda Tak Kuat Atasi Banjir Sumatra, DPR Dorong Pusat Ambil Alih Lewat Status Bencana Nasional

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 20:11 WIB

Terkini

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:42 WIB

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:27 WIB

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Jakarta | Senin, 07 September 2026 | 23:20 WIB

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:07 WIB

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Video | Senin, 07 September 2026 | 22:45 WIB

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:36 WIB

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

News | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?

Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:17 WIB

Pacuan Kuda Indonesia Naik Kelas, IHR 2026 Bidik Panggung Internasional

Pacuan Kuda Indonesia Naik Kelas, IHR 2026 Bidik Panggung Internasional

Sport | Senin, 07 September 2026 | 22:16 WIB

×