Puan Maharani Soal Bantuan Bencana Dilempar dari Heli: Jaga Martabat Korban

Bangun Santoso | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Rabu, 03 Desember 2025 | 20:40 WIB
Puan Maharani Soal Bantuan Bencana Dilempar dari Heli: Jaga Martabat Korban
Ketua DPR Puan Maharani. (Suara.com/Bagaskara)
  • Ketua DPR RI Puan Maharani meminta evaluasi total atas metode penyaluran bantuan logistik korban bencana di Sumatera.
  • Penyaluran bantuan melalui helikopter yang dilempar dianggap tidak manusiawi dan berisiko merusak logistik.
  • Puan Maharani menyatakan aspirasi penetapan Bencana Nasional telah menjadi perhatian serius pemerintah pusat.

Suara.com - Pemandangan bantuan logistik yang dijatuhkan begitu saja dari helikopter untuk para korban bencana di Sumatera menuai sorotan tajam. Ketua DPR RI, Puan Maharani, angkat bicara dan meminta agar cara-cara penyaluran bantuan yang terkesan tidak manusiawi tersebut segera dievaluasi total.

Baginya, menjaga martabat para korban bencana sama pentingnya dengan kecepatan penyaluran bantuan itu sendiri.

Kritik ini dilontarkan Puan sebagai respons atas laporan dan video yang beredar, menunjukkan sulitnya medan di daerah-daerah terisolir akibat banjir dan longsor, khususnya di Aceh.

Kondisi ini memang memaksa tim penyelamat menggunakan jalur udara sebagai satu-satunya akses. Namun, teknis penyaluran dengan cara melemparkannya dari ketinggian dianggap mencederai rasa kemanusiaan dan berisiko merusak bantuan yang dikirim.

Berbicara di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (3/12/2025), Puan Maharani mengakui kompleksitas masalah di lapangan. Ia memahami bahwa akses darat yang terputus total menjadi kendala utama.

Namun, ia menekankan bahwa kesulitan tersebut tidak boleh menjadi pembenaran untuk metode distribusi yang serampangan.

"Bahwa memang banyak sekali wilayah yang jalurnya itu terputus, jadi dilakukan melalui udara. Namun kemudian cara pemberiannya mungkin dianggap kurang efektif atau kurang baik. Karena itu juga perlu dievaluasi yang sebaik-baiknya," ujar Puan.

Lebih jauh, politisi PDI Perjuangan ini menggarisbawahi risiko krusial dari metode tersebut. Bantuan yang dilempar bukan hanya soal kelayakan, tetapi juga soal efektivitas.

Ia khawatir, bantuan yang dikirim dengan susah payah justru menjadi sia-sia karena rusak saat mendarat atau tidak bisa dijangkau oleh para pengungsi yang benar-benar membutuhkan.

"Jadi jangan sampai bantuan yang datang pun kemudian tidak bisa bermanfaat bagi para korban. Ini yang sebaiknya kita pikirkan langkah-langkah yang terbaik bagi masyarakat yang terdampak," imbuhnya dengan nada tegas.

Selain menyoroti teknis penyaluran logistik, Puan juga tidak menghindar dari pertanyaan mengenai desakan publik agar pemerintah segera menetapkan status Bencana Nasional untuk musibah di Sumatera.

Menurutnya, aspirasi tersebut telah didengar dan menjadi perhatian serius baik oleh pemerintah maupun DPR.

Ia menjelaskan bahwa penetapan status sebesar itu memerlukan kalkulasi dan pertimbangan yang sangat matang dari pihak eksekutif.

Apalagi, Presiden Joko Widodo telah turun langsung untuk meninjau lokasi bencana, yang menunjukkan keseriusan tingkat tinggi dari pemerintah pusat.

"Pemerintah punya pertimbangan yang matang dan kami juga mengikuti semua masukan terkait dengan hal tersebut. Seperti yang tadi saya sampaikan, hari ini kita fokus untuk bisa memberikan bantuan secara efektif," jelas Puan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemda Tak Kuat Atasi Banjir Sumatra, DPR Dorong Pusat Ambil Alih Lewat Status Bencana Nasional

Pemda Tak Kuat Atasi Banjir Sumatra, DPR Dorong Pusat Ambil Alih Lewat Status Bencana Nasional

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 20:11 WIB

Kemendagri Perkuat Koordinasi Pemda untuk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Kemendagri Perkuat Koordinasi Pemda untuk Pemulihan Pascabencana Sumatra

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 17:25 WIB

Akses Darat Mulai Normal, Bantuan Pangan Korban Banjir di Aceh Tamiang Dipercepat

Akses Darat Mulai Normal, Bantuan Pangan Korban Banjir di Aceh Tamiang Dipercepat

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 19:37 WIB

Banjir Dahsyat Sumut, Benarkah Ulah Korporasi Raksasa Asing dan Astra di Baliknya?

Banjir Dahsyat Sumut, Benarkah Ulah Korporasi Raksasa Asing dan Astra di Baliknya?

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 19:33 WIB

Akui Kerusakan Lingkungan Bikin Parah Banjir Sumatera, Pemerintah Turunkan Tim Investigasi

Akui Kerusakan Lingkungan Bikin Parah Banjir Sumatera, Pemerintah Turunkan Tim Investigasi

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 19:04 WIB

Hati Ivan Gunawan Tergerak, Salurkan Rp150 Juta untuk Korban Banjir Sumatera Lewat Mandjha Hijab

Hati Ivan Gunawan Tergerak, Salurkan Rp150 Juta untuk Korban Banjir Sumatera Lewat Mandjha Hijab

Entertainment | Rabu, 03 Desember 2025 | 15:13 WIB

Menteri LH Ungkap Hutan Lindung Jabar Susut 1,2 Juta Hektare, Potensi Bencana Meningkat

Menteri LH Ungkap Hutan Lindung Jabar Susut 1,2 Juta Hektare, Potensi Bencana Meningkat

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 12:58 WIB

Terkini

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

News | Minggu, 19 April 2026 | 08:04 WIB

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

News | Sabtu, 18 April 2026 | 22:00 WIB

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:54 WIB

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:06 WIB

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:53 WIB

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:25 WIB

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:19 WIB

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:49 WIB

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:45 WIB

Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati

Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:32 WIB