Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

Pemerintah Diminta Kompak Atasi Pertumbuhan Industri Otomotif yang Lesu

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 05 Desember 2025 | 07:46 WIB
Pemerintah Diminta Kompak Atasi Pertumbuhan Industri Otomotif yang Lesu
Ilustrasi pabrik mobil. [Antara]
  • Ekonom Bank Permata menyarankan pemerintah kompak menyelamatkan industri otomotif pada tahun 2026 mendatang.
  • Menteri Koordinator Perekonomian meniadakan insentif, namun Menteri Perindustrian menganggap insentif perlu untuk pemulihan industri.
  • Industri otomotif dinilai penting karena berkontribusi signifikan pada pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2026.

Suara.com - Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, meminta pemerintah harus kompak dalam menyelamatkan industri otomotif si tahun 2026.

Pasalnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato, mengatakan tidak ada insentif untuk industri otomotif tahun depan.

Namun, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan bahwa industri otomotif perlu diselamatkan karena kondisinya sedang terpuruk. Salah satunya dengan adanya insentif di sektor otomotif.

"Jadi kita harus melihat ini aspek secara gambaran garis besar, dari kacamata yang lebih luasnya lagi, bagaimana kita mendorong industri otomotif, karena kalau kita melihat industri otomotif dalam beberapa kuartal terakhir ini, kinerjanya memang kurang begitu menggembirakan," katanya kepada Suara.com di Jakarta, Jumat (5/12/2025).

Menurut dia, meningkatkan pasar industri otomotif sangat penting untuk menyumbang pertumbuhan ekonomi.

Apalagi, pembelian mobil dan motor salah satu sektor yang penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di 2026.

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede (kiri) di Jakarta, Jumat (5/12/2025). [Suara.com/Rina]
Ekonom Bank Permata, Josua Pardede (kiri) di Jakarta, Jumat (5/12/2025). [Suara.com/Rina]

"Jadi bagaimana kita bisa mengembangkan kinerja sektor industri otomotif ini, yang memang notabene adalah sektor industri yang memiliki backward linkage dan juga forward linkage yang baik. Artinya sektor ikutannya banyak, dan juga dampaknya signifikan buat ekonominya, dan artinya kita harus, ya tentunya sinergi lagi," jelas Josua.

Dia meminta kedua seperti Kementerian Perindustrian dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian harus berkomunikasi dalam mengatasi solusi di industri otomotif.

Salah satunya memberikan insentif pada sektor otomotif harus diiringi dengan berbagai pertimbangan agar tidak merugikan.

"Tapi tentunya pemerintah perlu melihat dari sisi jauh lebih gambaran lebih luasnya lagi, bagaimana kalau misalkan, tentu pasti ada dampak evolusi, kalau kebijakan ini diterapkan, Jadi semuanya pasti harus dikomunikasikan lagi," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Siapkan 'Kado' Nataru, Stimulus Ekonomi ke-3 Siap Guyur Tiket Murah hingga PPN

Pemerintah Siapkan 'Kado' Nataru, Stimulus Ekonomi ke-3 Siap Guyur Tiket Murah hingga PPN

Bisnis | Selasa, 30 September 2025 | 17:04 WIB

Guru Penanggung Jawab MBG Dapat Insentif 100 Ribu per Hari, Ini Regulasinya

Guru Penanggung Jawab MBG Dapat Insentif 100 Ribu per Hari, Ini Regulasinya

Bisnis | Selasa, 30 September 2025 | 10:13 WIB

Airlangga Ungkap 8 Paket Ekonomi, Diskon Pajak hingga Bantuan Pangan Diperluas

Airlangga Ungkap 8 Paket Ekonomi, Diskon Pajak hingga Bantuan Pangan Diperluas

Bisnis | Senin, 22 September 2025 | 13:59 WIB

Kabar Gembira untuk UMKM! Pajak Final 0,5 Persen Diperpanjang Hingga 2029, Beban Usaha Makin Ringan!

Kabar Gembira untuk UMKM! Pajak Final 0,5 Persen Diperpanjang Hingga 2029, Beban Usaha Makin Ringan!

Bisnis | Rabu, 17 September 2025 | 19:03 WIB

Kabar Gembira! Pemerintah Bebaskan Pajak Gaji di Bawah Rp10 Juta

Kabar Gembira! Pemerintah Bebaskan Pajak Gaji di Bawah Rp10 Juta

Bisnis | Senin, 15 September 2025 | 16:50 WIB

Komdigi Usul Ada Insentif Pajak dan Pangkas Regulasi demi Bisnis Data Center RI Tak Kalah Saing

Komdigi Usul Ada Insentif Pajak dan Pangkas Regulasi demi Bisnis Data Center RI Tak Kalah Saing

Tekno | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 23:19 WIB

Terkini

Sejumlah SPBU Vivo di Jabodetabek Tutup, Netizen Heboh Keluhkan Isu Pembatasan Kuota

Sejumlah SPBU Vivo di Jabodetabek Tutup, Netizen Heboh Keluhkan Isu Pembatasan Kuota

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:33 WIB

Cara Membersihkan Nama di SLIK OJK, Ini Panduannya agar Pengajuan Pinjaman Disetujui

Cara Membersihkan Nama di SLIK OJK, Ini Panduannya agar Pengajuan Pinjaman Disetujui

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:01 WIB

BI Buka Suara Menkeu Purbaya Mau Turun Tangan Stabilkan Rupiah

BI Buka Suara Menkeu Purbaya Mau Turun Tangan Stabilkan Rupiah

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:52 WIB

Pertamina Goes to Campus 2026 Siap Jelajahi Kampus di Indonesia

Pertamina Goes to Campus 2026 Siap Jelajahi Kampus di Indonesia

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:43 WIB

Tembus Top 6 Dunia, Startup Binaan Pertamina Bawa Nama Indonesia di Ajang Inovasi Sosial Global

Tembus Top 6 Dunia, Startup Binaan Pertamina Bawa Nama Indonesia di Ajang Inovasi Sosial Global

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:37 WIB

6 Emiten Keluar dari MSCI, OJK Ungkap Valuasi Saham RI di Bawah Asia

6 Emiten Keluar dari MSCI, OJK Ungkap Valuasi Saham RI di Bawah Asia

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:25 WIB

Harga Cabai Naik, Kemendag Masukkan Cabai ke Daftar Komoditas Prioritas Pengendalian Inflasi

Harga Cabai Naik, Kemendag Masukkan Cabai ke Daftar Komoditas Prioritas Pengendalian Inflasi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:14 WIB

Jangan Hanya Kejar Pertumbuhan, Industri Kripto Kini Dituntut Transparan

Jangan Hanya Kejar Pertumbuhan, Industri Kripto Kini Dituntut Transparan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:13 WIB

Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS

Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:12 WIB

Proyek IKN Sudah Habiskan Rp147 Triliun, Tapi Ibukota Tetap Jakarta

Proyek IKN Sudah Habiskan Rp147 Triliun, Tapi Ibukota Tetap Jakarta

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:09 WIB