Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.315,311
LQ45 627,116
Srikehati 305,365
JII 382,284
USD/IDR 17.910

Panggul Beras Menteri Zulhas Disorot, Apa Tugas Menko Pangan?

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 09 Desember 2025 | 11:49 WIB
Panggul Beras Menteri Zulhas Disorot, Apa Tugas Menko Pangan?
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas dengan aksi panggul berasnya menjadi sorotan di tengan bencana banjir Sumatera. (Suara.com/Aldi)
baca 10 detik
  • Menko Zulkifli Hasan menuai kritik setelah viral memanggul beras saat kunjungan di lokasi banjir Sumatera.
  • Seorang Menko bertugas mengoordinasikan kebijakan antar kementerian dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden.
  • Total kerugian ekonomi nasional akibat banjir diperkirakan mencapai Rp68,67 triliun, berbeda dengan dana bantuan yang dikucurkan.

Suara.com - “Assalammualaiku Ibu. Ibu rumahnya di mana?”

“Ini, Pak, yang hanyut…”

Itulah percakapan singkat antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Zulkifli Hasan (Zulhas), dengan salah satu korban banjir di Padang yang viral di media sosial. Percakapan hangat itu kini berujung sindiran sarkas karena dilakukan sambil memanggul karung beras di lokasi bencana, banyak yang menyebut aksi Zulhas tak berkelas karena posisinya sebagai Menko.

Apa yang Terjadi?

Pada momen kunjungan ke lokasi bencana banjir di Sumatera, Menko Zulhas terlihat memanggul satu karung beras dan berjalan ke arah korban bencana. Aksi ini terekam kamera dan dibagikan secara luas di berbagai platform media sosial, termasuk Instagram dan TikTok.

Cuplikan video ini memperlihatkan Zulhas, yang juga Ketua Umum PAN, berinteraksi dengan warga dan petugas di lokasi, dengan fokus kamera pada momen ia mengangkat karung bantuan tersebut.

Netizen menilai bahwa tugas Menko adalah mengkoordinasikan bantuan logistik secara sistematis, bukan melakukan aksi simbolis mengangkat beras yang bisa dilakukan oleh relawan atau petugas setempat.

Lantas apa itu Menko?

Menteri Koordinator (Menko) adalah singkatan dari Menteri Koordinator Republik Indonesia. Menko adalah jabatan menteri senior dalam pemerintahan Indonesia yang bertugas mengoordinasikan, menyinkronkan, dan mengendalikan pelaksanaan kebijakan dari sekelompok kementerian teknis yang berada di bawah lingkup tanggung jawabnya.

baca juga

Menko berada langsung di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.

Tugas utama seorang Menteri Koordinator meliputi sinkronisasi dan koordinasi dengan memastikan semua kebijakan dan program kementerian di bawah koordinasinya berjalan selaras dan tidak tumpang tindih.

Selain itu melakukan pengendalian pelaksanaan dengan mengawasi dan mengendalikan implementasi kebijakan di berbagai kementerian terkait untuk mencapai tujuan pemerintah secara terpadu.

Dan juga melakukan penyusunan dan penetapan kebijakan dengan membantu menyiapkan dan merumuskan kebijakan lintas sektoral yang memerlukan koordinasi tingkat tinggi.

Meski banjir kritikan Menko Zulhas tak peduli aksinya tersebut dicemooh banyak pihak dia bilang. "Setiap saya ke daerah saya memang bagi beras, biasa saya gotong beras, biasa. Biasa 500 (kg), 100 (kg), 5 kg, saya biasa itu, saya bagi, biasa," katanya di Hotel Raffles Jakarta, Senin (8/12/2025).

Menko Pangan Zulkifli Hasan menjadi sorotan saat memanggul sendiri beras di tengah bencana banjir Sumatera. Dituding cuma pencitraan di saat urusan bantuan untuk korban bencana carut-marut. [Suara.com/Aldi]
Menko Pangan Zulkifli Hasan menjadi sorotan saat memanggul sendiri beras di tengah bencana banjir Sumatera. Dituding cuma pencitraan di saat urusan bantuan untuk korban bencana carut-marut. [Suara.com/Aldi]

Dirinya menekankan yang terpenting saat ini adalah membantu para korban bencana banjir-tanah longsor di Sumatra.

Meski tak peduli cemoohan orang, aksi panggul beras Menko Zulhas menyoroti sensitivitas tinggi masyarakat Indonesia terhadap gestur politik di tengah krisis. Dalam dunia digital saat ini, setiap gerak-gerik pejabat publik akan diawasi ketat dan ditafsirkan beragam.

Alih-alih menunjukkan kekuatan dan kepedulian, aksi tersebut justru menjadi bumerang komunikasi politik yang berujung pada sindiran sarkas karena dianggap tidak tulus dan lebih fokus pada citra daripada substansi bantuan bencana.

Pengamat Politik Rocky Gerung bahkan menilai aksi Zulhas adalah pameran palsu yang harus diperhatikan.

"Bukan terpojok oleh netizen tapi memang ada sesuatu yang diumpankan pada publik sehingga seolah-olah dengan memmmanggul-manggul beras itu persoalan selesai dan itu artinya ada perencanaan untuk pameran ya. Pameran kemanusiaan yang palsu gitu itu yang harus kita perhatikan," kata Rocky Gerung.

Aksi Panggul Beras dengan Bantuan tak merata

Panggul beras yang dilakukan Menko Zulhas ternyata tak sebanding dengan realita distribusi bantuan yang merata di sejumlah lokasi terdampak. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar mengakui hal itu. "Iya, kami akan terus percepat," kata Cak imin sapaan karibnya.

Hal senada juga dikatakan Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang yang mengakui bahwa distribusi bantuan untuk korban bencana belum merata. Dia pun meminta agar pemerintah memperbaiki rantai komando penanganan dapat lebih cepat, tepat sasaran dan mampu menjangkau daerah terisolir.

“Masih ada beberapa lokasi yang agak jauh dan terisolir. Kebutuhan bantuan dari sisi kapasitas sebetulnya untuk darurat sudah memadai. Tapi menyalurkan itu tidak mudah juga untuk berbagai lokasi,” ujar Marwan di Gedung DPR RI, Rabu (3/12/2025).

Total Bantuan Tak Sebanding Kerugian

Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengungkapkan, total nilai alokasi anggaran untuk penanganan korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui Kementerian Sosial telah mencapai Rp 66,7 miliar.

Ia mengatakan, total bantuan yang digelontorkan Kemensos per 7 Desember 2025 ini meliputi logistik, dapur umum, dan pengerahan Taruna Siaga Bencana atau Tagana di seluruh wilayah terdampak.

"Kami terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan semua pihak," kata Gus Ipul melalui siaran pers, dikutip Senin (8/12/2025).

Gus Ipul merincikan, total nilai bantuan yang telah digelontorkan itu berupa pendirian layanan 39 dapur umum yang memproduksi 417.749 bungkus makanan per hari, serta suplai 101,4 ton beras.

Adapula ribuan paket kebutuhan dasar seperti makanan siap saji, makanan anak, kasur, selimut, tenda keluarga, hingga penjernih air. Sementara itu, 648 Tagana dikerahkan untuk evakuasi, pengelolaan dapur umum, dan layanan dukungan psikososial bagi warga terdampak.

Mengutip data BNPB per akhir pekan lalu, Gus Ipul mengatakan, bencana banjir dan lumpur yang melanda 52 kabupaten/kota mengakibatkan ratusan ribu warga mengungsi, 916 jiwa meninggal, 274 orang hilang, 4,2 ribu orang terluka, serta lebih dari 105.900 rumah rusak.

Disisi lain kerugian akibat banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mulai terpetakan.

Center of Economic and Law Studies (Celios) menghitung dampak ekonomi nasional mencapai Rp 68,67 triliun. Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira Adhinegara menyebut bencana itu menekan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 0,29 persen.

“Secara nasional, terjadi dampak penurunan Produk Domestik Bruto mencapai Rp 68,67 triliun atau setara dengan 0,29 persen,” kata Bhima.

Bhima menilai lumpuhnya akses transportasi di satu wilayah langsung memukul pergerakan barang konsumsi dan pasokan industri. Kondisi tersebut membuat tekanan ekonomi menyebar ke banyak daerah.

Celios memperkirakan kerugian daerah mencapai Rp 2,04 triliun di Aceh, Rp 2,07 triliun di Sumut, dan Rp 2,01 triliun di Sumbar. Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan ikut terdampak dengan kerugian sekitar Rp 2 triliun per provinsi. “Secara regional, ekonomi Aceh akan menyusut sekitar 0,88 persen atau setara Rp 2,04 triliun,” tutur Bhima.

Celios menyoroti ketimpangan nilai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor ekstraktif terhadap kerugian akibat banjir. Di Aceh, PNBP tambang per 31 Agustus tercatat Rp 929 miliar, jauh di bawah kerugian Rp 2,04 triliun. “Aceh merugi Rp 2,04 triliun, lebih besar dibanding PNBP tambang Aceh Rp 929 miliar hingga 31 Agustus 2025,” ujar Bhima.

Dana Bagi Hasil (DBH) Perkebunan Sawit Aceh hanya Rp 12 miliar, sementara DBH mineral dan batubara Rp 56,3 miliar pada 2025. Nilai itu tidak mendekati beban kerusakan.

Di luar hitungan Celios, pemerintah mencatat kebutuhan pemulihan mencapai Rp 51,82 triliun. Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan angka itu dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto.

“Kami laporkan secara nasional dari Kementerian PU dengan penjumlahan dari tiga provinsi estimasi yang diperlukan dana adalah Rp 51,82 triliun,” ujar Suharyanto.

Aceh membutuhkan biaya terbesar, yakni Rp 25,41 triliun. Sebanyak 37.546 rumah rusak bersama fasilitas publik seperti jembatan, jalan, rumah sakit, pesantren, hingga lahan pertanian dan pemerintahan. Estimasi pemulihan Sumut mencapai Rp 12,8 triliun dan Sumbar Rp 13,52 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jejak Misterius PT Minas Pagai Lumber, Ribuan Kayu 'Berstempel' Kemenhut Terdampar di Lampung

Jejak Misterius PT Minas Pagai Lumber, Ribuan Kayu 'Berstempel' Kemenhut Terdampar di Lampung

News | Selasa, 09 Desember 2025 | 11:45 WIB

Omara Esteghlal Kritisi Video Klarifikasi Zulkifli Hasan: Kita Hormat ke Orang yang Layak

Omara Esteghlal Kritisi Video Klarifikasi Zulkifli Hasan: Kita Hormat ke Orang yang Layak

Entertainment | Selasa, 09 Desember 2025 | 10:51 WIB

Zulhas Bantah Jadi Biang Kerok Banjir Sumatera

Zulhas Bantah Jadi Biang Kerok Banjir Sumatera

Bisnis | Selasa, 09 Desember 2025 | 09:19 WIB

Unit K-9 Polri Jadi Andalan di Medan Sulit Pencarian Korban Banjir Agam

Unit K-9 Polri Jadi Andalan di Medan Sulit Pencarian Korban Banjir Agam

Foto | Selasa, 09 Desember 2025 | 09:00 WIB

19 Desa Terisolasi, Tanggap Darurat Tapanuli Tengah Diperpanjang 14 Hari

19 Desa Terisolasi, Tanggap Darurat Tapanuli Tengah Diperpanjang 14 Hari

Foto | Selasa, 09 Desember 2025 | 11:00 WIB

Terkini

Pemprov Sulsel Ganti Rugi Lahan Bandara Bua Rp17,5 Miliar

Pemprov Sulsel Ganti Rugi Lahan Bandara Bua Rp17,5 Miliar

Sulsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 13:32 WIB

Purbaya Batal Bubarkan Bea Cukai, Klaim Kinerjanya Sudah Diakui Prabowo

Purbaya Batal Bubarkan Bea Cukai, Klaim Kinerjanya Sudah Diakui Prabowo

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 13:32 WIB

Ulasan Juvenile Justice: Paradoks Keadilan dalam Sistem Peradilan Anak

Ulasan Juvenile Justice: Paradoks Keadilan dalam Sistem Peradilan Anak

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 13:30 WIB

Langsung Dimusnahkan Tim Gegana, Tiga Bom Pipa Ditemukan di Lokasi Pascabentrok Adonara

Langsung Dimusnahkan Tim Gegana, Tiga Bom Pipa Ditemukan di Lokasi Pascabentrok Adonara

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 13:29 WIB

Misteri Bau Menyengat di Gunung Kendil: Akhir Pilu Pencarian Munajat di Dasar Jurang 12 Meter

Misteri Bau Menyengat di Gunung Kendil: Akhir Pilu Pencarian Munajat di Dasar Jurang 12 Meter

Jatim | Jum'at, 24 Juli 2026 | 13:28 WIB

Bitcoin hingga Ethereum Melemah, Indeks Kripto CFX10 Turun ke Level 776,51

Bitcoin hingga Ethereum Melemah, Indeks Kripto CFX10 Turun ke Level 776,51

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 13:27 WIB

Dibentuk Era Prabowo, Kuliah di Universitas Republik Indonesia Apakah Gratis?

Dibentuk Era Prabowo, Kuliah di Universitas Republik Indonesia Apakah Gratis?

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 13:26 WIB

5 Sunscreen Mengandung Salicylic Acid untuk Kulit Berjerawat sesuai Review dan Harga

5 Sunscreen Mengandung Salicylic Acid untuk Kulit Berjerawat sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 13:25 WIB

Bukan Sekadar Diskriminasi, Event Lari Khusus Bule di Bali Ternyata Belum Kantongi Izin?

Bukan Sekadar Diskriminasi, Event Lari Khusus Bule di Bali Ternyata Belum Kantongi Izin?

Bali | Jum'at, 24 Juli 2026 | 13:21 WIB

Indonesia Geram Tanker Arab Saudi Dirudal di Laut Merah: Itu Pelanggaran Hukum Internasional

Indonesia Geram Tanker Arab Saudi Dirudal di Laut Merah: Itu Pelanggaran Hukum Internasional

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 13:21 WIB

×