Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.185,783
LQ45 612,558
Srikehati 299,552
JII 369,759
USD/IDR 17.990

George Soros, OSF, dan Isu Intervensi Politik: Benarkah Jadi 'Dalang' Kehancuran Ekonomi?

M Nurhadi

Rabu, 10 Desember 2025 | 06:43 WIB
George Soros, OSF, dan Isu Intervensi Politik: Benarkah Jadi 'Dalang' Kehancuran Ekonomi?
George Soros
baca 10 detik
  • George Soros dikenal sebagai filantropis melalui OSF dan spekulan kontroversial yang sukses meruntuhkan nilai tukar pound sterling tahun 1992.
  • OSF, didirikan tahun 1984 oleh Soros, bertujuan mendukung demokrasi liberal dan hak asasi manusia di berbagai negara global.
  • Dokumen menuduh OSF menyalurkan dana ke masyarakat sipil Indonesia untuk mengkonsolidasikan gerakan menjelang kerusuhan Agustus 2025.

Suara.com - Nama miliarder global, George Soros, selalu menjadi sorotan, tidak hanya karena statusnya sebagai filantropis melalui Open Society Foundations (OSF) tetapi juga karena strategi bisnisnya yang kontroversial yang membuatnya dijuluki sebagai dalang di balik gejolak ekonomi sejumlah negara.

OSF sendiri disebut-sebut sebagai kaki tangan langsung Soros. OSF, menurut keterangan resminya, adalah jaringan yayasan global terbesar yang didirikan Soros pada 1984.

Klaimnya adalah mendukung kelompok masyarakat sipil di seluruh dunia yang memperjuangkan hak asasi manusia, demokrasi, kesetaraan, dan keadilan.

Soros mendirikan OSF dengan motivasi menjauhkan sejumlah negara dari komunisme, didorong oleh pengalaman pribadinya yang tumbuh di Hongaria di bawah pendudukan Nazi dan kemudian rezim Komunis. Fokus utamanya adalah mempromosikan nilai-nilai demokrasi liberal.

Strategi Contrarian dan Tuduhan 'Menghancurkan' Ekonomi

Di balik citra filantropi, Soros dikenal karena strategi keuangan berisiko tinggi, terutama memanfaatkan celah nilai tukar mata uang, yang sering memicu tuduhan sebagai dalang kejatuhan ekonomi di berbagai negara.

Strategi George Soros didasarkan pada strategi makro global dan Teori Refleksivitas, yang memungkinkannya mengambil posisi besar (spekulasi) terhadap mata uang yang dianggapnya salah harga atau rentan devaluasi.

Ia menganut konsep Contrarian, berani melawan arus pasar dan menggali keuntungan pada investasi yang dianggap tak populer atau terlalu berisiko.

Puncak popularitas—dan kontroversi—Soros terjadi pada September 1992, ketika pemerintah Inggris terpaksa mendevaluasi pound sterling.

baca juga

Melalui Quantum Fund, Soros menjual miliaran pound sterling dengan uang pinjaman, lalu membelinya kembali setelah nilai mata uang itu jatuh. Dari strategi ini, Soros meraup keuntungan sekitar 1 miliar dolar AS dalam waktu singkat, membuatnya dijuluki "orang yang menghancurkan Bank of England."

Nama Soros kembali mencuat saat Krisis Finansial Asia 1997. Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, menuduhnya sebagai biang keladi kejatuhan ringgit dan memicu krisis, tuduhan yang dibantah Soros.

Soros dan Soros Fund Management memang melakukan short selling mata uang Thailand (baht) dan Malaysia (ringgit) sebelum krisis, namun ia mengklaim hanya memanfaatkan ketidakseimbangan pasar yang sudah ada.

Meskipun dituduh, dana Soros faktanya juga ikut menderita kerugian miliaran dolar selama krisis 1997, meskipun ia kemudian bangkit lewat keuntungan saham internet pada 1999.

Isu keterlibatan Soros kembali mengemuka di Indonesia. Sebuah dokumen internal terbaru yang ditinjau oleh The Sunday Guardian menuduh adanya mekanisme penyaluran jutaan dolar oleh OSF—melalui agennya di Jakarta—ke jaringan masyarakat sipil yang aktif selama aksi protes di Indonesia pada Agustus hingga September 2025.

Bahkan media asing seperti Sputnik dari Rusia mengaitkan Soros sebagai "dalang" protes di RI.

Protes tersebut, yang disebut "Kerusuhan Indonesia Agustus 2025", pecah akibat kemarahan publik atas tunjangan jumbo anggota DPR di tengah lonjakan harga pangan, biaya pendidikan, dan pajak.

Aksi massa melibatkan mahasiswa, pekerja gig, dan serikat buruh, memicu kerusuhan di beberapa kota dan memaksa Presiden Prabowo Subianto membatalkan kunjungan luar negeri.

Isu ini termasuk identifikasi Yayasan Kurawal diidentifikasi sebagai inti, menerima total hibah senilai USD 1.670.782 dari Program Network Grants OSF, termasuk USD 300.000 untuk Papua, dengan tujuan mengkonsolidasikan gerakan masyarakat sipil.

Pendanaan dialirkan ke proyek seperti "Expedition to Discover New Voices" yang bertujuan menciptakan "narasi tandingan" yang mengkritik kebijakan pemerintah dan memobilisasi kaum muda menjelang Pemilu 2029 melalui media digital.

Mitranya termasuk produser media, serikat buruh, organisasi Islam besar (Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama), dan aktivis mahasiswa.

Dana Cepat Tanggap Darurat (DCTD): Kurawal mengoperasikan DCTD yang memberikan bantuan darurat kepada aktivis seperti Kompol dan The Social Movement Institute (SMI) untuk biaya perumahan aman, makanan, dan biaya hukum selama periode yang bertepatan dengan eskalasi kerusuhan (1-30 September 2025).

Namun demikian, tuduhan ini belum ada bukti yang konkrit maupun dokumen yang secara langsung menunjukkan bahwa Soros atau OSF merencanakan atau mengarahkan kerusuhan, bantuan keuangan ini berfungsi sebagai jaring pengaman bagi aktivis yang dituding memicu kekacauan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Bakal Siapkan 6 KEK Baru di 2026

Prabowo Bakal Siapkan 6 KEK Baru di 2026

Bisnis | Selasa, 09 Desember 2025 | 15:16 WIB

Pemerintah Jadikan KEK Senjata Utama Dongkrak Investasi Nasional

Pemerintah Jadikan KEK Senjata Utama Dongkrak Investasi Nasional

Bisnis | Selasa, 09 Desember 2025 | 14:03 WIB

Ketika Investasi Jadi Bagian dari Lifestyle Digital Anak Muda

Ketika Investasi Jadi Bagian dari Lifestyle Digital Anak Muda

Lifestyle | Senin, 08 Desember 2025 | 22:27 WIB

Terkini

Beda dari Bos Agrinas, Menteri Zulhas Akui Pengadaan Kipas Angin Rp1,8 Triliun Akan Dicek BPK

Beda dari Bos Agrinas, Menteri Zulhas Akui Pengadaan Kipas Angin Rp1,8 Triliun Akan Dicek BPK

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:23 WIB

Meledak di TikTok! Pernikahan Nathalie Holscher Tembus 75 Juta Tayangan, Jadi Top Trending

Meledak di TikTok! Pernikahan Nathalie Holscher Tembus 75 Juta Tayangan, Jadi Top Trending

Entertainment | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:10 WIB

Gas Whip Pink Ternyata Laris Manis di Tempat Hiburan Malam Jakarta, Omzet Tembur Rp5 Miliar

Gas Whip Pink Ternyata Laris Manis di Tempat Hiburan Malam Jakarta, Omzet Tembur Rp5 Miliar

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:10 WIB

4 Shio yang Hidupnya Berubah Lebih Baik 29 Juli 2026, Ada Awal Baru yang Dinanti

4 Shio yang Hidupnya Berubah Lebih Baik 29 Juli 2026, Ada Awal Baru yang Dinanti

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:10 WIB

Ke Mana BBM Ilegal Sumsel Mengalir? Polisi Bongkar 96 Kasus dan Sita 1,28 Juta Liter

Ke Mana BBM Ilegal Sumsel Mengalir? Polisi Bongkar 96 Kasus dan Sita 1,28 Juta Liter

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:05 WIB

Danantara Perdana Ikut Rapat KSSK, Purbaya Bela: Arahan Presiden, Cuma Beri Masukan

Danantara Perdana Ikut Rapat KSSK, Purbaya Bela: Arahan Presiden, Cuma Beri Masukan

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:00 WIB

Ip Man: Kung Fu Legend, saat Film Bela Diri Modern Hilang Momen Ikoniknya

Ip Man: Kung Fu Legend, saat Film Bela Diri Modern Hilang Momen Ikoniknya

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:00 WIB

BMKG Pastikan Gempa M6,8 di Jepang Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

BMKG Pastikan Gempa M6,8 di Jepang Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:56 WIB

Ribuan Ijazah SMA-SMK Negeri di Riau Belum Diambil, Dinas Pendidikan: Gratis!

Ribuan Ijazah SMA-SMK Negeri di Riau Belum Diambil, Dinas Pendidikan: Gratis!

Riau | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:49 WIB

Pakai Rompi Oranye, Anggota DPRD Jatim Fraksi Gerindra Mahrus Ali Resmi Ditahan KPK

Pakai Rompi Oranye, Anggota DPRD Jatim Fraksi Gerindra Mahrus Ali Resmi Ditahan KPK

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:47 WIB

×