Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.720.000
Beli Rp2.590.000
IHSG 6.254,966
LQ45 624,682
Srikehati 305,457
JII 377,425
USD/IDR 17.714

Di Tengah Isu Batalnya Kesepakatan Trump, Progres Impor Migas dari AS Masih Gantung

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 11 Desember 2025 | 17:03 WIB
Di Tengah Isu Batalnya Kesepakatan Trump, Progres Impor Migas dari AS Masih Gantung
Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas), Laode Sulaeman. [Suara.com/Achmad Fauzi].
  • Progres impor migas AS mandek akibat isu pembatalan perjanjian dagang Indonesia-Trump.
  • Kemenko Perekonomian pegang keputusan impor migas senilai $15 M yang diwajibkan AS. 
  • Indonesia diduga mundur dari beberapa poin kesepakatan; migas hanya menunggu hitungan. 

Suara.com - Rencana Indonesia membeli minyak dan gas (migas) dari Amerika Serikat (AS), yang merupakan salah satu klausul utama dalam kesepakatan dagang bilateral, kini berada dalam ketidakpastian.

Hal ini terjadi di tengah mencuatnya kabar bahwa perjanjian dagang antara Indonesia dan Pemerintahan Donald Trump berpotensi dibatalkan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa keputusan terkait impor migas AS tersebut sepenuhnya berada di tangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Dirjen Minyak dan Gas (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa Kementerian ESDM dan badan usaha di bawahnya siap melaksanakan keputusan impor migas tersebut jika sudah ada arahan.

"Pembahasannya di Kemenko Perekonomian, jadi di sana yang membahas proses resiprokal-nya. Kalau kami di Kementerian ESDM pada dasarnya, badan usaha, siap saja kalau sudah diambil keputusan," kata Laode.

Kesepakatan dagang yang disepakati Juli 2025 itu sejatinya merupakan deal timbal balik. Presiden Trump bersedia menurunkan tarif impor produk Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen.

Sebagai gantinya, Trump mewajibkan Indonesia melakukan pembelian besar-besaran, termasuk:

  • Pembelian produk energi (migas) senilai USD 15 miliar (sekitar Rp 244,074 triliun).
  • Pembelian produk pertanian AS senilai US$4,5 miliar (sekitar Rp73 triliun).
  • Pembelian 50 unit pesawat buatan Boeing.

Laode Sulaeman menekankan bahwa impor migas adalah hal lumrah, namun dalam konteks ini, sumber impornya yang menjadi kunci, yaitu dari AS. "Cuman sebelumnya dari mana, sekarang dari Amerika. Tinggal hitung-hitungannya saja sebenarnya," tambahnya.

Isu pembatalan kesepakatan dagang mencuat setelah pejabat AS melaporkan bahwa Indonesia mundur dari beberapa komitmen mengikat yang telah disepakati dan meminta perundingan diulang dari awal. Hingga kini, kepastian kelanjutan pembelian migas senilai triliunan rupiah dari AS masih menanti keputusan resmi dari Kemenko Perekonomian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dua Menara SUTT Darurat Aceh Rampung Dibangun, Jaminan Pasokan Listrik Jangka Panjang

Dua Menara SUTT Darurat Aceh Rampung Dibangun, Jaminan Pasokan Listrik Jangka Panjang

Bisnis | Kamis, 11 Desember 2025 | 16:35 WIB

Bahlil Tetapkan Denda Tambang di Kawasan Hutan: Rp354 Juta hingga Rp6,5 Miliar per Hektare

Bahlil Tetapkan Denda Tambang di Kawasan Hutan: Rp354 Juta hingga Rp6,5 Miliar per Hektare

Bisnis | Kamis, 11 Desember 2025 | 12:16 WIB

Krisis BBM SPBU Swasta, Akankah Terulang Tahun Depan?

Krisis BBM SPBU Swasta, Akankah Terulang Tahun Depan?

Bisnis | Kamis, 11 Desember 2025 | 10:09 WIB

Terkini

Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 dan Program Mandiri Sahabat Desa di 28 Desa

Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 dan Program Mandiri Sahabat Desa di 28 Desa

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:06 WIB

Revisi UU Hak Cipta Bikin Biaya Operasional Usaha Makin Mahal? Ini Kata Pakar

Revisi UU Hak Cipta Bikin Biaya Operasional Usaha Makin Mahal? Ini Kata Pakar

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:00 WIB

BSI Catat DPK Rp382 Triliun, Percepat Ekspansi Global Lewat Dubai dan Siapkan Cabang di Arab Saudi

BSI Catat DPK Rp382 Triliun, Percepat Ekspansi Global Lewat Dubai dan Siapkan Cabang di Arab Saudi

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 13:59 WIB

BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis

BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:38 WIB

Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban

Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:25 WIB

IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia

IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:56 WIB

Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026

Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:36 WIB

Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP

Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:17 WIB

Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga

Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:00 WIB

Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026

Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 08:32 WIB