Rupiah Melorot Lagi Hari Ini ke Level Rp 16.691

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Selasa, 16 Desember 2025 | 16:38 WIB
Rupiah Melorot Lagi Hari Ini ke Level Rp 16.691
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Rupiah ditutup melemah pada Selasa, 16 Desember 2025, menyentuh Rp16.691 per dolar AS berdasarkan data Bloomberg.
  • Pelemahan rupiah dipicu sentimen dalam negeri terkait kekhawatiran prospek pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia.
  • Beberapa mata uang Asia lain seperti Won Korea dan Dolar Taiwan juga melemah signifikan terhadap Dolar AS hari itu.

Suara.com - Nilai tukar rupiah masih melanjutkan pelemahan pada penutupan, Selasa 16 Desember 2025 ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup level Rp 16.691 Amerika Serikat (AS).

Alhasil, rupiah melemah 0,14 persen dibanding penutupan pada Senin yang berada di level Rp 16.667 per dolar AS

Sementara itu, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.693 per dolar AS.

Pelemahan rupiah terjadi di beberapa negara asia.  Salah satunya, Won Korea mencatat pelemahan terdalam yakni 0,44 persen. Disusul dolar Taiwan yang melemah 0,41 persen, rupee India melemah 0,28 persen.

Diikuti baht Thailand melemah 0,07 persen dan dolar Singapura melemah 0,03 persen terhadap dolar AS.

Ilustrasi uang rupiah. [Antara]
Ilustrasi uang rupiah. [Antara]

Sedangkan mata uang Asia lainnya menguat terhadap olar AS sore ini. Peso Filipina menguat 0,53 persen. Lalu, yen Jepang menguat 0,21 persen. Diikuti ringgit Malaysia menguat 0,20 persen, yuan China menguat 0,08 persen dan dolar Hong Kong menguat 0,06 persen terhadap dolar AS.

Pendorong Pelemahan Rupiah

Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan  rupiah diperkirakan masih akan terjadi. Pasalnya, penutupan hari ini terbebani oleh sentimen dalam negeri yang memengaruhi pergerakan mata uang garuda. 

"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS oleh kekuatiran prospek pemangkasan suku bunga BI. Walau pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indenesia besok diperkirakan akan mempertahankan suku bunga, namun BI juga diperkirakan akan memberikan pernyataan dovish. Indeks dolar AS sendiri terpantau datar," katanya saat dihubungi Suara.com.

baca juga

Lukman menuturkan, tekanan terhadap rupiah masih akan berkepanjangan disaat prorpek pemangkasan suku bunga tetap ada, walau BI terus meyakinkan untuk menstabilkan rupiah. Apalagi, dolar AS sendiri dipengaruhi oleh investor yang menantikan data NFP malam ini. 

Tentunya ini berdampak kali ini karena data tersebut besar kemungkinan tidak akan akurat dikarenakan shutdown kemarin. 

"Rupiah diperkirakan masih tertekan dan berpotensi melemah, namun kembali mendekati level Rp 16.700, BI diperkirakan akan mengintervensi. Range Rp 16.600 - Rp 16.750," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Terus Tertekan, Dolar AS Makin Kuat Sentuh Level Rp16.678

Rupiah Terus Tertekan, Dolar AS Makin Kuat Sentuh Level Rp16.678

Bisnis | Selasa, 16 Desember 2025 | 09:43 WIB

Nilai Tukar Rupiah Melemah pada Senis Sore, Antisipasi Kebijakan Suku Bunga BI

Nilai Tukar Rupiah Melemah pada Senis Sore, Antisipasi Kebijakan Suku Bunga BI

Bisnis | Senin, 15 Desember 2025 | 16:31 WIB

Rupiah Melesat di Senin Pagi Menuju Level Rp 16.635

Rupiah Melesat di Senin Pagi Menuju Level Rp 16.635

Bisnis | Senin, 15 Desember 2025 | 10:48 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×