Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Laporan CPI: Transisi Energi Berpotensi Tingkatkan Pendapatan Nelayan di Maluku

Achmad Fauzi | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Kamis, 18 Desember 2025 | 19:58 WIB
Laporan CPI: Transisi Energi Berpotensi Tingkatkan Pendapatan Nelayan di Maluku
Ilustrasi pemanfaatan EBT untuk nelayan. [Dok Pertamina NRE].
  • CPI Indonesia meluncurkan panduan praktis berjudul 'Operationalizing JETP Just Transition Standard 9 in Maluku' untuk transisi energi berkeadilan.
  • Studi kasus di Maluku menunjukkan energi terbarukan meningkatkan ekonomi lokal, misalnya pendapatan nelayan di Pasir Putih meningkat signifikan.
  • CPI mengusulkan model transisi tenaga kerja dan strategi operasional bertahap untuk mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal.

Suara.com - Climate Policy Initiative atau CPI Indonesia meluncurkan laporan terbaru yang dapat dijadikan panduan praktis bagi transisi energi yang berkeadilan di wilayah terpencil. Panduan itu termuat dalam laporan berjudul, 'Operationalizing JETP Just Transition Standard 9 in Maluku'.

Dalam laporan tersebut memuat bagaimana peralihan dari energi fosil ke energi terbarukan yang dapat memicu transformasi ekonomi besar-besaran di Indonesia Timur.

CPI setidaknya melakukan studi kasus di Desa Air Buaya dan Pasir Putih di Maluku, dua lokasi yang termasuk dalam program nasional de-dieselisasi Indonesia.

"Temuan kami di Maluku menunjukkan bahwa energi terbarukan bukan hanya solusi teknis, tetapi juga jalur menuju penguatan ekonomi lokal dan mata pencaharian yang lebih tangguh," ujar Direktur CPI Indonesia Tiza Mafira dalam keterangannya Kamis (18/12/2025). 

Ilustrasi energi terbarukan (Pixabay/Seagul)
Ilustrasi energi terbarukan (Pixabay/Seagul)

Studi kasus yang dilakukan CPI di Desa Air Buaya dan Pasir Putih, Maluku, menunjukkan bahwa program de-dieselisasi atau pengurangan pembangkit listrik tenaga diesel  bukan sekadar isu teknis penggantian mesin, melainkan peluang untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat lokal secara signifikan.

Di Desa Pasir Putih, CPI menemukan produktivitas nelayan tuna terhambat oleh pasokan listrik yang tidak stabil dari genset diesel, yang berakibat pada terbatasnya kapasitas produksi es untuk pengawetan hasil laut. 

Menurut laporannya, mengganti tenaga diesel dengan sistem rantai dingin berbasis energi terbarukan berpotensi signifikan meningkatkan pendapatan harian nelayan aktif dari Rp 43 juta menjadi Rp 368 juta. Secara keseluruhan, total pendapatan tahunan sebesar Rp 53 miliar jauh melampaui biaya transisi sebesar Rp 10 miliar.

"Secara keseluruhan, total pendapatan tahunan sebesar Rp 53 miliar jauh melampaui biaya transisi sebesar Rp 10 miliar," kata Tiza. 

Sementara di Desa Air Buaya, laporan ini mengidentifikasi 18 pekerja pembangkit diesel yang berisiko kehilangan pekerjaan akibat de-dieselisasi.

Namun, CPI menemukan bahwa para pekerja menunjukkan kesiapan tinggi untuk beralih peran. 

Untuk mengatasinya, CPI mengusulkan Self-Sustaining Workforce Transition Model. Model ini mencakup Integrated Knowledge Platform yang dikelola oleh PLN bersama pengembang listrik swasta untuk melatih tenaga kerja lokal agar ahli dalam mengoperasikan teknologi energi terbarukan.

Dalam laporannya, CPI juga mengusulkan Strategi Operasionalisasi Bertahap yang mencakup hibah katalitik, instrumen mitigasi risiko di wilayah berisiko tinggi, serta instrumen mitigasi risiko di wilayah berisiko menengah dalam mengembangkan infrastruktur rantai dingin berbasis energi terbarukan di Pasir Putih.

"Ketiga fase ini dirancang untuk secara bertahap mentransformasi ekonomi perikanan lokal dari ketergantungan pada donor menuju keberlanjutan finansial yang berorientasi pasar," kata Tiza. 

Dia pun menegaskan bahwa transisi energi Indonesia hanya akan dianggap berhasil jika memberikan keuntungan ekonomi nyata bagi masyarakat.

"Standar 9 JETP menuntun kita untuk menempatkan masyarakat sebagai pusat transisi. Dengan menyelaraskan peningkatan keterampilan tenaga kerja dan mobilisasi pembiayaan infrastruktur produktif, kita memastikan masyarakat tidak hanya beradaptasi, tetapi juga berkembang," tegasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Energi Terbarukan Mulai Masuk Sektor Tambang dan Perkebunan

Energi Terbarukan Mulai Masuk Sektor Tambang dan Perkebunan

Bisnis | Rabu, 17 Desember 2025 | 16:21 WIB

Program Masuk Finalisasi, Bahlil Mau Bangun PLTS di Setiap Desa

Program Masuk Finalisasi, Bahlil Mau Bangun PLTS di Setiap Desa

Bisnis | Kamis, 27 November 2025 | 16:08 WIB

COP30 Brasil: Indonesia Dorong 7 Agenda Kunci, Fokus pada Dana dan Transisi Energi

COP30 Brasil: Indonesia Dorong 7 Agenda Kunci, Fokus pada Dana dan Transisi Energi

Bisnis | Rabu, 12 November 2025 | 22:39 WIB

Terkini

Harga Pangan Nasional 7 Mei 2026: Bawang Merah Meroket, Cabai dan Minyak Goreng Ikut Naik

Harga Pangan Nasional 7 Mei 2026: Bawang Merah Meroket, Cabai dan Minyak Goreng Ikut Naik

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:58 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini 7 Mei 2026 Naik ke Rp17.336, Ini Penyebabnya

Kurs Rupiah Hari Ini 7 Mei 2026 Naik ke Rp17.336, Ini Penyebabnya

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:38 WIB

BI: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia Meroket

BI: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia Meroket

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:22 WIB

IHSG Lanjutkan Tren Penguatan Pagi Ini, Melesat ke Level 7.100

IHSG Lanjutkan Tren Penguatan Pagi Ini, Melesat ke Level 7.100

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:14 WIB

Hari Buruh Internasional, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni

Hari Buruh Internasional, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:02 WIB

Emas Antam Terus Meroket, Hari Ini Harganya Rp 2,84 Juta/Gram

Emas Antam Terus Meroket, Hari Ini Harganya Rp 2,84 Juta/Gram

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:55 WIB

Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya

Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:08 WIB

BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata

BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:02 WIB

Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap

Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:01 WIB

Tekan Beban Klaim BPJS Kesehatan, Produk Tembakau Alternatif Jadi Opsi Realistis?

Tekan Beban Klaim BPJS Kesehatan, Produk Tembakau Alternatif Jadi Opsi Realistis?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:52 WIB