Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Tensi Panas! AS Adang Tanker Venezuela, Harga Minyak Mentah Global Langsung Melompat

Mohammad Fadil Djailani | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Senin, 22 Desember 2025 | 12:31 WIB
Tensi Panas! AS Adang Tanker Venezuela, Harga Minyak Mentah Global Langsung Melompat
Harga minyak mentah dunia kembali menunjukkan tajinya pada perdagangan Senin (22/12/2025).
  • Harga minyak mentah dunia kembali menunjukkan tajinya pada perdagangan Senin (22/12/2025).
  • Lonjakan ini dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik setelah otoritas militer AS dan Venezuela.
  • Harga minyak mentah Brent melonjak 44 sen atau 0,73% ke level USD 60,91 per barel.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia kembali menunjukkan tajinya pada perdagangan Senin (22/12/2025). Lonjakan ini dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik setelah otoritas militer Amerika Serikat dilaporkan mencegat kapal tanker minyak di perairan internasional dekat Venezuela.

Mengutip data dari Investing.com, harga minyak mentah Brent melonjak 44 sen atau 0,73% ke level USD 60,91 per barel. Sejalan dengan itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 40 sen atau 0,71% menjadi USD 56,92 per barel.

Kenaikan harga ini merupakan respons langsung terhadap aksi The U.S. Coast Guard yang kian agresif di kawasan Amerika Latin. Berdasarkan laporan Reuters, operasi pengejaran tanker Venezuela ini merupakan keberhasilan ketiga dalam dua minggu terakhir, sekaligus aksi kedua yang dilakukan sepanjang akhir pekan ini.

Analis IG, Tony Sycamore, menilai pasar saat ini sedang bereaksi terhadap kebijakan keras Presiden Donald Trump yang memberlakukan blokade total terhadap ekspor minyak Venezuela. Selain itu, sentimen makin keruh setelah adanya laporan serangan pesawat nirawak (drone) Ukraina yang menyasar armada bayangan Rusia di kawasan Mediterania.

"Pasar mulai kehilangan harapan bahwa perundingan perdamaian Rusia-Ukraina yang dimediasi AS akan mencapai kesepakatan yang langgeng dalam waktu dekat," ungkap Sycamore.

Perkembangan geopolitik ini secara efektif mengimbangi kekhawatiran pelaku pasar terkait kelebihan pasokan (oversupply) yang sempat menekan harga minyak pada pekan sebelumnya. Sebagai catatan, harga Brent dan WTI sempat merosot sekitar 1% pekan lalu, menyusul penurunan tajam 4% pada awal Desember.

"Keseimbangan risiko saat ini sangat mendekati pergeseran kembali ke arah kenaikan harga minyak mentah," tambah Sycamore.

Di sisi lain, upaya perdamaian yang dimediasi AS di Florida tampak masih menemui jalan buntu. Meski utusan khusus AS, Steve Witkoff, menyebut pertemuan dengan pihak Eropa dan Ukraina berlangsung produktif untuk menyamakan persepsi, sinyal negatif justru datang dari Kremlin.

Ajudan senior Vladimir Putin menegaskan bahwa revisi draf perdamaian yang diajukan Ukraina dan Eropa justru tidak memberikan kemajuan berarti. Ketidakpastian diplomatik ini menambah kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi dari Rusia di masa depan, yang pada akhirnya memberikan ruang bagi harga minyak untuk terus merangkak naik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenangan Mahal Juventus atas AS Roma: Rugani Cedera, Lini Belakang Kian Krisis

Kemenangan Mahal Juventus atas AS Roma: Rugani Cedera, Lini Belakang Kian Krisis

Bola | Senin, 22 Desember 2025 | 11:09 WIB

Juventus Menangi Duel Lawan AS Roma, Bertahan di Posisi 5 Klasemen Liga Italia

Juventus Menangi Duel Lawan AS Roma, Bertahan di Posisi 5 Klasemen Liga Italia

Bola | Minggu, 21 Desember 2025 | 09:08 WIB

Isu Damai Ukraina Redam Efek Blokade Tanker Venezuela, Begini Dampaknya ke Harga Minyak

Isu Damai Ukraina Redam Efek Blokade Tanker Venezuela, Begini Dampaknya ke Harga Minyak

Bisnis | Jum'at, 19 Desember 2025 | 10:44 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB