Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Usai Resmikan InfraNexia, Telkom (TLKM) Siapkan Entitas B2B ICT Baru

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 22 Desember 2025 | 17:26 WIB
Usai Resmikan InfraNexia, Telkom (TLKM) Siapkan Entitas B2B ICT Baru
Infranexia yang merupakan identitas baru PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) sebagai penyedia Wholesale Fiber Connectivity. (Dok: Telkom)
  • PT Telkom Indonesia melakukan spin-off pada 18 Desember 2025 membentuk PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia).
  • InfraNexia akan fokus mengelola aset dan bisnis wholesale fiber connectivity untuk meningkatkan efisiensi operasional.
  • Pembentukan ini adalah bagian dari strategi TLKM30 untuk diversifikasi pendapatan menuju keseimbangan B2C dan B2B 50:50.

Suara.com - Raksasa telekomunikasi pelat merah, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) resmi melahirkan PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) atau yang kini dikenal dengan nama komersial InfraNexia pasca pemisahan unit bisnis (spin-off) tahap pertama pada Kamis (18/12/2025).

Entitas baru ini bertugas mengelola aset serta bisnis wholesale fiber connectivity yang sebelumnya berada langsung di bawah naungan induk usaha.

Manuver ini merupakan bagian dari peta jalan transformasi Telkom yang sedang berproses menjadi sebuah strategic holding.

Nantinya, seluruh operasional bisnis akan didelegasikan kepada anak-anak usaha atau operating companies (OpCos) agar pengelolaan aset lebih fokus dan bernilai maksimal.

InfraNexia, atau yang sering disebut sebagai FiberCo, memegang peran vital dalam klaster Business-to-Business (B2B) Infra Telkom Group.

Fokus utamanya adalah mengelola jaringan akses dan distribusi (access & distribution network) berbasis fiber optik secara mandiri.

Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarini, menjelaskan bahwa pengelolaan infrastruktur fiber optik memerlukan model bisnis khusus.

"Pengelolaan infrastruktur jaringan khususnya fiber optik memerlukan fokus dan model bisnis khusus agar mampu menghasilkan nilai maksimal dalam memodifikasi dan membuka ruang kemitraan strategis yang lebih luas lagi," ujar Dian.

Dengan adanya InfraNexia, Telkom bertujuan meningkatkan efisiensi operasional dan menciptakan transparansi pada model bisnis wholesale.

Hal ini diharapkan dapat memperkuat posisi Telkom sebagai penyedia ekosistem digital nasional yang kompetitif di kancah global.

Pembentukan InfraNexia hanyalah awal dari rencana jangka menengah yang disebut TLKM30. Strategi ini dirancang untuk mendiversifikasi sumber pendapatan Telkom agar tidak lagi bergantung sepenuhnya pada PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel).

Dian memaparkan bahwa TLKM30 adalah visi transformasi menuju tahun 2030 yang berfokus pada empat pilar utama:

  1. Operational Excellence: Penguatan efisiensi internal.
  2. Service Excellence: Peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan.
  3. Optimalisasi Aset: Melalui pembentukan entitas seperti InfraNexia.
  4. Penguatan Portofolio: Menata ulang anak usaha sesuai dengan kompetensi inti (core strength) perusahaan.

Selain klaster infrastruktur, Telkom juga bersiap mendirikan klaster B2B Information and Communication Technology (ICT) pada tahun depan. Klaster ini akan mengonsolidasikan aset pusat data (data center), menara telekomunikasi, hingga satelit.

Telkom menunjukkan sikap optimistis terkait prospek pertumbuhan jangka panjangnya. Perusahaan menargetkan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) di kisaran 10% hingga 15% hingga tahun 2030.

Misi utamanya adalah menyeimbangkan kontribusi pendapatan antara sektor seluler (B2C) dan sektor infrastruktur/digital (B2B).

“Kami cukup bullish in terms of growth. Harapannya di 2030, proporsinya sudah hampir mendekati 50-50," jelas Dian.

Meskipun mungkin tidak sepenuhnya setara, pergeseran ini akan membuat struktur keuangan Telkom jauh lebih sehat dan tahan banting terhadap dinamika pasar.

Melalui transformasi jernih ini, Telkom Group berupaya menjadi strategic holding yang didukung oleh anak usaha yang adaptif dan efisien.

Fokus InfraNexia ke depan adalah memperluas layanan konektivitas bagi pemangku kepentingan yang lebih luas, sehingga mendorong efisiensi di seluruh industri telekomunikasi Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mekanisme Buyback TLKM, Pemegang Saham Wajib Tahu

Mekanisme Buyback TLKM, Pemegang Saham Wajib Tahu

Bisnis | Rabu, 17 Desember 2025 | 18:41 WIB

PaDi Business Forum & Showcase 2025: PaDi UMKM Ciptakan Transaksi Hingga Tembus Rp993 Miliar

PaDi Business Forum & Showcase 2025: PaDi UMKM Ciptakan Transaksi Hingga Tembus Rp993 Miliar

Bisnis | Selasa, 16 Desember 2025 | 17:22 WIB

TelkomGroup Percepat Recovery BTS di Lokasi Bencana Sumatra, Kerahkan Seluruh Kemampuan

TelkomGroup Percepat Recovery BTS di Lokasi Bencana Sumatra, Kerahkan Seluruh Kemampuan

News | Selasa, 16 Desember 2025 | 15:01 WIB

Terkini

Badan Ekspor Mirip Orde Baru? Ekonom CELIOS Wanti-Wanti Risiko Monopoli dan Rente Negara

Badan Ekspor Mirip Orde Baru? Ekonom CELIOS Wanti-Wanti Risiko Monopoli dan Rente Negara

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:32 WIB

Lampaui Standar IMF, Ini Alasan Cadangan Devisa Indonesia Diklaim Kebal Krisis Global

Lampaui Standar IMF, Ini Alasan Cadangan Devisa Indonesia Diklaim Kebal Krisis Global

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:31 WIB

Developer RI Kini Bisa Bangun AI Trading Langsung ke Bursa Kripto

Developer RI Kini Bisa Bangun AI Trading Langsung ke Bursa Kripto

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:11 WIB

Rupiah Melemah, Penjualan Hewan Kurban Tetap Bergairah Jelang Iduladha 2026

Rupiah Melemah, Penjualan Hewan Kurban Tetap Bergairah Jelang Iduladha 2026

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:02 WIB

Rupiah Jebol Rp17.700, Dasco Batal Sambangi BI di Tengah Kepanikan Pasar

Rupiah Jebol Rp17.700, Dasco Batal Sambangi BI di Tengah Kepanikan Pasar

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:34 WIB

Kebun Binatang Raksasa RI Siap Melantai di BEI, Taman Safari Segera IPO?

Kebun Binatang Raksasa RI Siap Melantai di BEI, Taman Safari Segera IPO?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:17 WIB

Menkeu Purbaya Buka Suara soal Pembentukan Badan Ekspor

Menkeu Purbaya Buka Suara soal Pembentukan Badan Ekspor

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:09 WIB

Purbaya Klaim Rupiah Masih Aman usai Suntik Pakai APBN Rp 2 Triliun

Purbaya Klaim Rupiah Masih Aman usai Suntik Pakai APBN Rp 2 Triliun

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:52 WIB

Rupiah Tembus Rp17.679, Gelombang PHK Massal Menanti di Depan Mata

Rupiah Tembus Rp17.679, Gelombang PHK Massal Menanti di Depan Mata

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:46 WIB

Dasco Harap Tanggal 29 Mei Ada Kejutan di Bursa Saham

Dasco Harap Tanggal 29 Mei Ada Kejutan di Bursa Saham

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:38 WIB