Industri Petrokimia Dinilai Punya Peluang Besar Berkembang di Indonesia

Vania Rossa

Selasa, 23 Desember 2025 | 22:06 WIB
Industri Petrokimia Dinilai Punya Peluang Besar Berkembang di Indonesia
Ilustrasi industri petrokimia. (Dok. Ist)
baca 10 detik
  • Industri petrokimia dinilai memiliki peluang besar untuk terus berkembang di Indonesia, seiring perannya yang semakin strategis dalam mendukung hilirisasi dan berbagai sektor ekonomi, termasuk energi baru dan terbarukan.
  • Penguatan kerja sama antar pelaku industri menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan pasokan, meningkatkan daya saing produk dalam negeri, serta memperluas manfaat ekonomi hingga ke sektor turunan.
  • Melalui sinergi dan kolaborasi yang berkelanjutan, industri petrokimia diharapkan mampu tumbuh sebagai salah satu motor penggerak perekonomian nasional.

Suara.com - Industri petrokimia dinilai memiliki peluang besar untuk terus berkembang di Indonesia, seiring perannya yang kian strategis dalam menopang berbagai sektor, termasuk energi baru dan terbarukan. Potensi tersebut turut didorong oleh upaya hilirisasi yang konsisten dilakukan pelaku industri nasional.

Komitmen penguatan industri petrokimia itu salah satunya ditunjukkan melalui perpanjangan kerja sama jual beli produk petrokimia antara PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan PT Pertamina Petrochemical Trading (Pertachem).

Penandatanganan perpanjangan kerja sama tersebut dilakukan di Jakarta dan dihadiri jajaran direksi serta manajemen kedua perusahaan, bersama sejumlah mitra strategis sektor petrokimia dalam negeri, Jumat (19/12).

Direktur Optimasi Feedstock & Produk KPI, Erwin Suryadi, menyatakan kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina Grup dalam mendorong hilirisasi petrokimia yang menjadi agenda strategis pemerintah.

“Kerja sama ini bukan hanya soal bisnis, tetapi juga bagian dari upaya bersama untuk memperkuat ketahanan industri petrokimia nasional dan mendukung agenda hilirisasi industri,” ujar Erwin.

Ia menambahkan, rantai hilirisasi petrokimia tidak berhenti di tingkat perusahaan, melainkan diharapkan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi industri turunan hingga masyarakat.

Kerja sama KPI dan Pertachem sendiri telah terjalin sejak 2021. Dalam perpanjangan kali ini, kedua perusahaan menandatangani tiga perjanjian penting yang mencakup perpanjangan jual beli produk aromatik, olefin, dan resin polytam, serta penandatanganan perjanjian baru untuk penjualan produk special chemical.

VP Commercial & Sales KPI, Aji Danardono, menilai industri petrokimia memiliki prospek cerah di Indonesia, salah satunya karena perannya dalam mendukung pengembangan sektor energi baru dan terbarukan.

“Industri petrokimia memiliki peluang besar di Indonesia, termasuk dalam menopang pengembangan renewable energy. Dengan fondasi yang kuat ini, kami berharap kerja sama KPI dan Pertachem dapat menjadi motor penggerak industri petrokimia nasional,” ujar Aji.

baca juga

Menurutnya, sinergi dan kolaborasi di dalam ekosistem Pertamina menjadi kunci agar produk petrokimia dalam negeri dapat terserap optimal oleh industri pengguna.

“Tujuan kita agar produk-produk yang dihasilkan bisa dimanfaatkan oleh industri, sehingga pada akhirnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Pertachem, Aribawa, menegaskan bahwa Pertamina Grup—khususnya KPI dan Pertachem—memiliki peran signifikan dalam mendorong hilirisasi petrokimia di Indonesia. Kerja sama yang berkelanjutan dinilai penting untuk menjamin ketersediaan pasokan dan mendukung pertumbuhan industri secara nasional.

“Kerja sama ini turut menjamin keberlanjutan pasokan petrokimia, sehingga industri petrokimia nasional dapat terus berkembang,” kata Aribawa.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin selama empat tahun terakhir.

“Pertachem siap mendukung hilirisasi produk-produk petrokimia yang diproduksi kilang KPI guna meningkatkan nilai tambah, baik bagi Pertamina maupun industri petrokimia dalam negeri,” tuturnya.

Penandatanganan perjanjian tersebut diwakili oleh Direktur Optimasi Feedstock & Produk KPI Erwin Suryadi, Direktur Utama Pertachem Aribawa, VP Commercial & Sales KPI Aji Danardono, serta Direktur Pemasaran dan Penjualan Pertachem Arief Ibadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

METI: Transisi Energi Berkeadilan Tak Cukup dengan Target, Perlu Aksi Nyata

METI: Transisi Energi Berkeadilan Tak Cukup dengan Target, Perlu Aksi Nyata

News | Jum'at, 19 Desember 2025 | 18:19 WIB

Laporan CPI: Transisi Energi Berpotensi Tingkatkan Pendapatan Nelayan di Maluku

Laporan CPI: Transisi Energi Berpotensi Tingkatkan Pendapatan Nelayan di Maluku

Bisnis | Kamis, 18 Desember 2025 | 19:58 WIB

Energi Terbarukan Mulai Masuk Sektor Tambang dan Perkebunan

Energi Terbarukan Mulai Masuk Sektor Tambang dan Perkebunan

Bisnis | Rabu, 17 Desember 2025 | 16:21 WIB

Terkini

Bangkai Paus Terdampar di Perairan Indragiri Hilir Dievakuasi Tim Gabungan

Bangkai Paus Terdampar di Perairan Indragiri Hilir Dievakuasi Tim Gabungan

Riau | Sabtu, 26 September 2026 | 07:47 WIB

5 Bahaya Menumpuk Steker Colokan Listrik di Satu Stop Kontak, Bisa Berakibat Fatal

5 Bahaya Menumpuk Steker Colokan Listrik di Satu Stop Kontak, Bisa Berakibat Fatal

Tekno | Sabtu, 26 September 2026 | 07:43 WIB

Donald Trump Kembali Izinkan CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih

Donald Trump Kembali Izinkan CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:36 WIB

Promo BRI di Swiss-Belhotel, Liburan Akhir Tahun Tanpa Bikin Dompet Jebol

Promo BRI di Swiss-Belhotel, Liburan Akhir Tahun Tanpa Bikin Dompet Jebol

Bri | Sabtu, 26 September 2026 | 07:33 WIB

Pulang Sekolah Ditodong Senpi, Bocah 13 Tahun di Way Kanan Jadi Korban Begal

Pulang Sekolah Ditodong Senpi, Bocah 13 Tahun di Way Kanan Jadi Korban Begal

Lampung | Sabtu, 26 September 2026 | 07:33 WIB

Dua Batu Yoni Keramat di Jember Raib Dijarah Maling, Anggota DPRD Lapor Polisi

Dua Batu Yoni Keramat di Jember Raib Dijarah Maling, Anggota DPRD Lapor Polisi

Jatim | Sabtu, 26 September 2026 | 07:24 WIB

Polusi Udara Jakarta Masuk 10 Besar Terburuk Dunia Pagi Ini

Polusi Udara Jakarta Masuk 10 Besar Terburuk Dunia Pagi Ini

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:21 WIB

Innalillahi, Guruh Soekarnoputra Berpulang

Innalillahi, Guruh Soekarnoputra Berpulang

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:18 WIB

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia Pagi Ini

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia Pagi Ini

Entertainment | Sabtu, 26 September 2026 | 07:13 WIB

Peran Tentara Dinilai Semakin Dominan, Pengamat: Militerisme Tak Kompatibel dengan Demokrasi

Peran Tentara Dinilai Semakin Dominan, Pengamat: Militerisme Tak Kompatibel dengan Demokrasi

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:04 WIB

×