Peran Tentara Dinilai Semakin Dominan, Pengamat: Militerisme Tak Kompatibel dengan Demokrasi

Dythia Novianty

Sabtu, 26 September 2026 | 07:04 WIB
Peran Tentara Dinilai Semakin Dominan, Pengamat: Militerisme Tak Kompatibel dengan Demokrasi
Ilustrasi Militer. (Pixabay)
baca 10 detik
  • Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memperluas pelibatan unsur militer dalam berbagai program serta lembaga sipil.
  • Ken Budha Kusumandaru menyatakan doktrin militer berpotensi mengancam kebebasan berpikir dan berekspresi di ruang sipil.
  • Asfinawati menilai minimnya pengawasan menyebabkan kasus hukum prajurit di peradilan militer sering mandek.

Suara.com - Pelibatan unsur militer dalam peran yang seharusnya didominasi kalangan sipil pada beberapa program dan lembaga, di bawah pemerintahan  Presiden Prabowo Subianto kian meluas.

Pengamat mengkhawatirkan doktrin komando yang salah kaprah, justru membuka peluang malfungsi TNI. 

Aktivis Reformasi 98, Ken Budha Kusumandaru mengatakan, gaya militer tidak cocok untuk diterapkan dalam budaya kerja sipil yang menuntut pola pikir kritis. 

Menurut Ken, doktrin militer mengedepankan logika tempur yang memandang perbedaan sebagai ancaman. Karena itu, masuknya militerisme ke ruang sipil justru akan mengancam kebebasan berpikir dan berekspresi. 

"(Doktrin militer) enggak bisa musyawarah. Militerisme tidak kompatibel dengan demokrasi. (Demokrasi) enggak bisa hidup dengan militerisme," jelas Ken saat acara diskusi Militerisme Bersemayam Pada Setiap Zaman di Jakarta, Jumat (25/9/2026). 

Mantan tahanan politik Orde Baru itu juga menilai, tradisi kepatuhan dalam tubuh militer kerap dijadikan alat gebuk bagi suara-suara kritis dalam birokrasi sipil. 

Diskusi Militerisme Bersemayam Pada Setiap Zaman di Jakarta, Jumat (25/9/2026). [Suara.com/Alif]
Diskusi Militerisme Bersemayam Pada Setiap Zaman di Jakarta, Jumat (25/9/2026). [Suara.com/Alif]

Akibatnya, yang dihasilkan justru semacam disiplin semu belaka, dan nantinya dikhawatirkan justru berujung pada penggunaan kekerasan sebagai alat penegakan disiplin. 

"Bahwa ada satu aturan yang mereka (militer) tetapkan sendiri sebetulnya, ya, dan kemudian orang menolak mengikuti aturan itu, ujungnya kekerasan," tambahnya. 

Dosen Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera, Asfinawati menilai, minimnya pengawasan sipil terhadap institusi militer juga menjadi penyebab utama maraknya impunitas atas pelanggaran para prajurit. 

baca juga

Kata Asfinawati, masih banyak kasus-kasus pidana umum dengan melibatkan prajurit yang mandek di peradilan militer. Kalau pun berjalan, lanjut dia, hasilnya tetap masih jauh dari harapan korban.

Ia mencontohkan, keputusan peradilan tinggi militer yang malah memberikan pengurangan hukuman dari dua tentara yang didakwa melakukan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, beberapa waktu lalu. 

Asfinawati menduga hal itu disebabkan oleh sistem peradilan militer yang seluruh stukturnya dipenuhi oleh personel tentara juga, yang dikhawatirkan membuat sistem peradilan tidak objektif. 

"Kasus-kasus di peradilan militer itu enggak pernah bisa berjalan mulus. Kenapa? Ya karena ada Perwira Penyerah Perkara. Kasusnya enggak bisa jalan kalau enggak atasannya ngasih izin. Oditurnya? Oditur militer," ungkap dia. 

Reporter: Alif Bintang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Bentuk Ditjen Pesantren di Kemenag

Prabowo Bentuk Ditjen Pesantren di Kemenag

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:35 WIB

Pakar UGM Ingatkan Wacana Kuliah Gratis Presiden Prabowo Bisa Jadi Pemicu Ketidakadilan

Pakar UGM Ingatkan Wacana Kuliah Gratis Presiden Prabowo Bisa Jadi Pemicu Ketidakadilan

News | Rabu, 23 September 2026 | 14:29 WIB

Kumpulkan Para Menteri, Prabowo Matangkan Rencana Gratiskan Sekolah hingga PTN

Kumpulkan Para Menteri, Prabowo Matangkan Rencana Gratiskan Sekolah hingga PTN

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:22 WIB

Nafas Kalbar Gugat Prabowo Terkait Karhutla dan Kabut Asap

Nafas Kalbar Gugat Prabowo Terkait Karhutla dan Kabut Asap

News | Selasa, 22 September 2026 | 20:29 WIB

Bahlil Ungkap Rencana Besar Prabowo: Sulap Batu Bara Jadi Energi Alternatif

Bahlil Ungkap Rencana Besar Prabowo: Sulap Batu Bara Jadi Energi Alternatif

Video | Selasa, 22 September 2026 | 20:12 WIB

Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR

Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR

News | Selasa, 22 September 2026 | 19:46 WIB

Terkini

Total 70 Negara Walk Out dari Pidato PM Israel Netanyahu di PBB

Total 70 Negara Walk Out dari Pidato PM Israel Netanyahu di PBB

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:57 WIB

Alasan Kemlu, Indonesia Walkout saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

Alasan Kemlu, Indonesia Walkout saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:48 WIB

Akui Timnas Indonesia Belum Maksimal Usai Kalahkan Singapura, John Herdman: Pemain Jet Lag

Akui Timnas Indonesia Belum Maksimal Usai Kalahkan Singapura, John Herdman: Pemain Jet Lag

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 06:40 WIB

Bechi Divonis 7 Tahun, Tapi Baru 3 Tahun Sudah Bebas: Bagaimana Bisa?

Bechi Divonis 7 Tahun, Tapi Baru 3 Tahun Sudah Bebas: Bagaimana Bisa?

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:31 WIB

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 04:03 WIB

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

×