Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Emiten DEWA Terdorong Proyek Emas, Segini Target Harga Sahamnya

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 30 Desember 2025 | 14:55 WIB
Emiten DEWA Terdorong Proyek Emas, Segini Target Harga Sahamnya
Darma Henwa (DEWA)
  • Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menguat konsisten menembus rata-rata target harga analis global sebesar Rp 661,8.
  • PT CGS International Sekuritas menambah kepemilikan 680,34 juta lembar saham DEWA melalui transaksi Repo pada Desember 2025.
  • Kinerja operasional DEWA membaik, mencatat pertumbuhan volume *overburden removal* dan produksi batu bara per Kuartal III-2025.

Suara.com - Emiten PT Darma Henwa Tbk (DEWA) jadi salah satu yang menarik perhatian pasar setelah penguatan konsisten sepanjang satu bulan ke belakang.

Saat pembukaan sesi 2 hari ini, saham DEWA berada di kisaran 670-675, melemah tipis setelah mengalami penguatan pada awal pekan ini.

Lonjakan harga yang sangat agresif ini cukup menarik perhatian para pelaku pasar, terutama mengingat harga saat ini sudah melampaui rata-rata target yang ditetapkan oleh para analis global.

Berdasarkan rangkuman data dari Bloomberg yang melibatkan 11 analis kawakan, rata-rata target harga untuk saham DEWA sebelumnya dipatok pada level Rp 661,8 per saham.

Dengan posisi harga saat ini di Rp 675, saham DEWA telah berhasil menembus ekspektasi konsensus analis secara moderat.

Salah satu faktor yang diduga kuat menjadi penggerak psikologis pasar adalah adanya aksi akumulasi yang dilakukan oleh PT CGS International Sekuritas Indonesia.

Melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 24 Desember 2025, perusahaan sekuritas tersebut mengonfirmasi penambahan kepemilikan saham mereka di tubuh DEWA.

Manajemen menjelaskan bahwa transaksi tersebut dilaksanakan dalam rangka repurchase agreement atau yang umum dikenal sebagai transaksi Repo.

Secara detail, CGS Sekuritas telah menambah porsi kepemilikan sebanyak 680,34 juta lembar saham.

Menariknya, harga pelaksanaan transaksi tersebut tercatat pada Rp 264 per saham dalam eksekusi yang dilakukan pada 11 Desember 2025. Total nilai transaksi akumulasi ini diperkirakan mencapai Rp 179,61 miliar.

Pasca transaksi tersebut, komposisi kepemilikan CGS Sekuritas di saham DEWA meningkat signifikan menjadi 2,249 miliar lembar saham, atau setara dengan 5,53 persen dari total modal disetor.

Sebelumnya, kepemilikan mereka berada di angka 1,569 miliar lembar saham (3,86 persen). Kenaikan kepemilikan sebesar 1,67 persen ini memberikan sinyal kepercayaan investor institusi terhadap potensi jangka panjang perusahaan.

Meskipun laporan keuangan resmi untuk periode kuartal III-2025 belum dipublikasikan secara lengkap, manajemen DEWA telah memberikan gambaran positif mengenai performa operasional mereka melalui paparan publik (public expose).

Volume pengupasan lapisan tanah atau overburden removal tercatat mencapai 110,78 mbcm hingga kuartal III-2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 2,04 persen secara year on year (yoy).

Sejalan dengan itu, produksi batu bara perusahaan juga mengalami peningkatan sebesar 1,14 persen (yoy) menjadi 12,47 juta ton pada periode yang sama.

Selain fokus pada jasa pertambangan batu bara, DEWA juga tengah mempercepat progres diversifikasi bisnisnya. Salah satu yang paling dinanti oleh investor adalah pengembangan proyek tambang emas dan tembaga di wilayah Gayo.

Diversifikasi ke logam mulia ini dinilai sangat strategis di tengah tren kenaikan harga komoditas emas dunia yang diprediksi masih akan berlanjut di tahun 2026.

Target Harga DEWA ke Depan

Melihat lonjakan harga yang menembus level resistance psikologis dan rata-rata target analis Bloomberg, pergerakan saham DEWA ke depan diprediksi akan sangat bergantung pada rilis laporan keuangan kuartal III dan progres nyata dari proyek Gayo.

Secara teknikal, pergerakan DEWA saat ini berada dalam fase bullish yang sangat kuat. Jika harga mampu bertahan (hold) di atas level Rp 675 secara konsisten, maka target harga berikutnya berpotensi menguji level psikologis Rp 720 hingga Rp 750 dalam jangka pendek.

Area ini akan menjadi ujian penting apakah momentum kenaikan didukung oleh volume transaksi yang stabil atau hanya bersifat sementara.

Namun, investor tetap perlu waspada terhadap potensi aksi ambil untung (profit taking).

Jika harga gagal mempertahankan level Rp 675, ada kemungkinan saham ini akan melakukan tes ulang (re-test) ke area support terdekat di kisaran Rp 640 hingga Rp 650.

Level ini sebelumnya merupakan titik hambat yang kini berubah menjadi dasar pertahanan baru.

Dari sisi fundamental, katalis utama yang bisa mendorong harga melampaui Rp 750 adalah pengumuman hasil eksplorasi yang signifikan di proyek emas Gayo atau jika realisasi laba bersih di laporan keuangan kuartal III mendatang melampaui ekspektasi pasar secara signifikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emiten Perbankan Paling Banyak Setor Dividen di 2025, Capai Rp 80,34 Triliun

Emiten Perbankan Paling Banyak Setor Dividen di 2025, Capai Rp 80,34 Triliun

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 14:26 WIB

Analisis Teknikal DKFT Akhir Tahun 2025 dan Target Harga Saham 2026

Analisis Teknikal DKFT Akhir Tahun 2025 dan Target Harga Saham 2026

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 13:44 WIB

IHSG Memerah di Perdagangan Terakhir 2025, Cek Saham-saham Ini

IHSG Memerah di Perdagangan Terakhir 2025, Cek Saham-saham Ini

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 09:13 WIB

Terkini

BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak

BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:08 WIB

Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T

Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:46 WIB

Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?

Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:31 WIB

Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos

Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:19 WIB

Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:09 WIB

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:00 WIB

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:54 WIB

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:35 WIB

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:20 WIB

Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp 164,4 Triliun per April 2026, Sentil Prediksi Ekonom

Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp 164,4 Triliun per April 2026, Sentil Prediksi Ekonom

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:18 WIB