Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.831

Emiten DEWA Terdorong Proyek Emas, Segini Target Harga Sahamnya

M Nurhadi

Selasa, 30 Desember 2025 | 14:55 WIB
Emiten DEWA Terdorong Proyek Emas, Segini Target Harga Sahamnya
Darma Henwa (DEWA)
baca 10 detik
  • Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menguat konsisten menembus rata-rata target harga analis global sebesar Rp 661,8.
  • PT CGS International Sekuritas menambah kepemilikan 680,34 juta lembar saham DEWA melalui transaksi Repo pada Desember 2025.
  • Kinerja operasional DEWA membaik, mencatat pertumbuhan volume *overburden removal* dan produksi batu bara per Kuartal III-2025.

Suara.com - Emiten PT Darma Henwa Tbk (DEWA) jadi salah satu yang menarik perhatian pasar setelah penguatan konsisten sepanjang satu bulan ke belakang.

Saat pembukaan sesi 2 hari ini, saham DEWA berada di kisaran 670-675, melemah tipis setelah mengalami penguatan pada awal pekan ini.

Lonjakan harga yang sangat agresif ini cukup menarik perhatian para pelaku pasar, terutama mengingat harga saat ini sudah melampaui rata-rata target yang ditetapkan oleh para analis global.

Berdasarkan rangkuman data dari Bloomberg yang melibatkan 11 analis kawakan, rata-rata target harga untuk saham DEWA sebelumnya dipatok pada level Rp 661,8 per saham.

Dengan posisi harga saat ini di Rp 675, saham DEWA telah berhasil menembus ekspektasi konsensus analis secara moderat.

Salah satu faktor yang diduga kuat menjadi penggerak psikologis pasar adalah adanya aksi akumulasi yang dilakukan oleh PT CGS International Sekuritas Indonesia.

Melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 24 Desember 2025, perusahaan sekuritas tersebut mengonfirmasi penambahan kepemilikan saham mereka di tubuh DEWA.

Manajemen menjelaskan bahwa transaksi tersebut dilaksanakan dalam rangka repurchase agreement atau yang umum dikenal sebagai transaksi Repo.

Secara detail, CGS Sekuritas telah menambah porsi kepemilikan sebanyak 680,34 juta lembar saham.

baca juga

Menariknya, harga pelaksanaan transaksi tersebut tercatat pada Rp 264 per saham dalam eksekusi yang dilakukan pada 11 Desember 2025. Total nilai transaksi akumulasi ini diperkirakan mencapai Rp 179,61 miliar.

Pasca transaksi tersebut, komposisi kepemilikan CGS Sekuritas di saham DEWA meningkat signifikan menjadi 2,249 miliar lembar saham, atau setara dengan 5,53 persen dari total modal disetor.

Sebelumnya, kepemilikan mereka berada di angka 1,569 miliar lembar saham (3,86 persen). Kenaikan kepemilikan sebesar 1,67 persen ini memberikan sinyal kepercayaan investor institusi terhadap potensi jangka panjang perusahaan.

Meskipun laporan keuangan resmi untuk periode kuartal III-2025 belum dipublikasikan secara lengkap, manajemen DEWA telah memberikan gambaran positif mengenai performa operasional mereka melalui paparan publik (public expose).

Volume pengupasan lapisan tanah atau overburden removal tercatat mencapai 110,78 mbcm hingga kuartal III-2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 2,04 persen secara year on year (yoy).

Sejalan dengan itu, produksi batu bara perusahaan juga mengalami peningkatan sebesar 1,14 persen (yoy) menjadi 12,47 juta ton pada periode yang sama.

Selain fokus pada jasa pertambangan batu bara, DEWA juga tengah mempercepat progres diversifikasi bisnisnya. Salah satu yang paling dinanti oleh investor adalah pengembangan proyek tambang emas dan tembaga di wilayah Gayo.

Diversifikasi ke logam mulia ini dinilai sangat strategis di tengah tren kenaikan harga komoditas emas dunia yang diprediksi masih akan berlanjut di tahun 2026.

Target Harga DEWA ke Depan

Melihat lonjakan harga yang menembus level resistance psikologis dan rata-rata target analis Bloomberg, pergerakan saham DEWA ke depan diprediksi akan sangat bergantung pada rilis laporan keuangan kuartal III dan progres nyata dari proyek Gayo.

Secara teknikal, pergerakan DEWA saat ini berada dalam fase bullish yang sangat kuat. Jika harga mampu bertahan (hold) di atas level Rp 675 secara konsisten, maka target harga berikutnya berpotensi menguji level psikologis Rp 720 hingga Rp 750 dalam jangka pendek.

Area ini akan menjadi ujian penting apakah momentum kenaikan didukung oleh volume transaksi yang stabil atau hanya bersifat sementara.

Namun, investor tetap perlu waspada terhadap potensi aksi ambil untung (profit taking).

Jika harga gagal mempertahankan level Rp 675, ada kemungkinan saham ini akan melakukan tes ulang (re-test) ke area support terdekat di kisaran Rp 640 hingga Rp 650.

Level ini sebelumnya merupakan titik hambat yang kini berubah menjadi dasar pertahanan baru.

Dari sisi fundamental, katalis utama yang bisa mendorong harga melampaui Rp 750 adalah pengumuman hasil eksplorasi yang signifikan di proyek emas Gayo atau jika realisasi laba bersih di laporan keuangan kuartal III mendatang melampaui ekspektasi pasar secara signifikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emiten Perbankan Paling Banyak Setor Dividen di 2025, Capai Rp 80,34 Triliun

Emiten Perbankan Paling Banyak Setor Dividen di 2025, Capai Rp 80,34 Triliun

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 14:26 WIB

Analisis Teknikal DKFT Akhir Tahun 2025 dan Target Harga Saham 2026

Analisis Teknikal DKFT Akhir Tahun 2025 dan Target Harga Saham 2026

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 13:44 WIB

IHSG Memerah di Perdagangan Terakhir 2025, Cek Saham-saham Ini

IHSG Memerah di Perdagangan Terakhir 2025, Cek Saham-saham Ini

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 09:13 WIB

Terkini

Merayakan Kemerdekaan dengan Cara Baru, dari Lomba Panjat Pinang hingga Menjelajahi Indonesia

Merayakan Kemerdekaan dengan Cara Baru, dari Lomba Panjat Pinang hingga Menjelajahi Indonesia

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:48 WIB

Ketua DPRD dan Sekda Kuansing Dicecar KPK Soal Pengembalian Amplop Raja Juli

Ketua DPRD dan Sekda Kuansing Dicecar KPK Soal Pengembalian Amplop Raja Juli

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:46 WIB

Gara-gara Tuduhan Curi Sawit, Nyawa Satpam Way Kanan Melayang di Tangan Tetangga

Gara-gara Tuduhan Curi Sawit, Nyawa Satpam Way Kanan Melayang di Tangan Tetangga

Lampung | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:43 WIB

Apa Arti Weton Tibo Loro dalam Rezeki dan Jodoh?

Apa Arti Weton Tibo Loro dalam Rezeki dan Jodoh?

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:35 WIB

Memburu Harta Karun di Perut Bumi Lampung: Misi Survei Gerbera Siap Ungkap Potensi Migas Raksasa

Memburu Harta Karun di Perut Bumi Lampung: Misi Survei Gerbera Siap Ungkap Potensi Migas Raksasa

Lampung | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:33 WIB

Membangun Desa dari Manusianya: Kisah Bli Nyoman dan Desa Sejahtera Astra Les

Membangun Desa dari Manusianya: Kisah Bli Nyoman dan Desa Sejahtera Astra Les

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Horor Digital di Kampus Surabaya: Saat AI Disalahgunakan untuk 'Menelanjangi' Harga Diri Mahasiswi

Horor Digital di Kampus Surabaya: Saat AI Disalahgunakan untuk 'Menelanjangi' Harga Diri Mahasiswi

Jatim | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:24 WIB

Standar Baru Industri Mobil Bekas Focus Motor Hadir di Kawasan Bintaro

Standar Baru Industri Mobil Bekas Focus Motor Hadir di Kawasan Bintaro

Otomotif | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Bukan Honor Nyanyi! Bebizie Terima Aliran Uang Tambang Terkait Kasus Rita Widyasari

Bukan Honor Nyanyi! Bebizie Terima Aliran Uang Tambang Terkait Kasus Rita Widyasari

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:04 WIB

Hornet Diminta Dihapus dari App Store dan Play Store, Komdigi Ungkap Masalahnya

Hornet Diminta Dihapus dari App Store dan Play Store, Komdigi Ungkap Masalahnya

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:59 WIB

×