Petani Soroti Kebijakan Biodiesel Justru Bisa Rusak Ekosistem Kelapa Sawit

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:39 WIB
Petani Soroti Kebijakan Biodiesel Justru Bisa Rusak Ekosistem Kelapa Sawit
Petugas menunjukkan sampel bahan bakar minyak (BBM) B-20, B-30, dan B-100 di Jakarta, Selasa (26/2/2019). Antara/Aprillio Akbar/aww/aa.
baca 10 detik
  • POPSI mengkritik rencana pungutan ekspor sawit untuk mandatori B50 mulai semester dua 2026, khawatir merusak daya saing dan merugikan petani.
  • Kenaikan pungutan ekspor diprediksi menggerus pendapatan petani Tandan Buah Segar (TBS) sebab dana BPDP menipis untuk subsidi biosolar.
  • POPSI mengusulkan desain ulang biodiesel melalui konsep *fleksiblending* dan pembagian beban biaya untuk menjaga keberlanjutan petani.

Suara.com - Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia atau POPSI mengkritisi rencana pemerintah yang menaikkan pungutan ekspor sawit dalam penerapan mandatori B50 yang akan mulai diberlakukan pada semester dua 2026. 

Ketua Umum POPSI, Mansuetus Darto, memperingatkan kebijakan biodiesel yang terlalu dominan berisiko merusak ekosistem kelapa sawit secara menyeluruh. 

Menurutnya, rencana B40 menuju B50 akan melemahkan daya saing ekspor akibat membengkaknya biaya, terutama pada komponen Cost, Insurance, and Freight (CIF). 

Dia menekankan bahwa biodiesel seharusnya hanya menjadi instrumen stabilisasi pasar, sehingga memaksakan porsinya hingga sangat dominan merupakan langkah yang keliru. 

Ilustrasi perkebunan kelapa sawit. (Suara.com/Aldie)
Ilustrasi perkebunan kelapa sawit. (Suara.com/Aldie)

Darto mengatakan, jika B50 tetap dipaksakan sementara sumber pendanaannya bertumpu pada Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), maka yang akan dikorbankan adalah petani sawit.

"Dana untuk peremajaan, produktivitas, penguatan Sumber Daya Manusia dan bantuan sarana prasarana untuk perkebunan rakyat termasuk dukungan pencapaian sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) sesuai dengan amanat UU Perkebunan akan terpinggirkan, ujar Darto lewat keterangannya Rabu (31/12/2025). 

POPSI mencatat, saat ini besaran  pungutan ekspor sawit berada di kisaran USD 75–95 per ton mengikuti fluktuasi harga CPO global. Dana yang dikelola BPDP selama ini digunakan untuk menambal selisih harga antara biosolar sawit dengan solar impor. 

Namun, POPSI memperingatkan bahwa cadangan dana tersebut mulai menipis dan diprediksi habis pada pertengahan 2026, yang mengakibatkan program untuk petani tersendat. 

Rencana pemerintah menaikkan PE sebagai solusi dikhawatirkan akan memukul harga Tandan Buah Segar (TBS) langsung di level petani. Studi Serikat Petani Kelapa Sawit (anggota POPSI) pada 2018 mengungkapkan kebijakan pungutan ekspor berdampak langsung pada kantong petani. 

baca juga

Setiap kenaikan pungutan sebesar USD 50 per ton menyebabkan harga TBS di tingkat petani merosot hingga Rp 435 per kilogram. Hal ini menunjukkan kenaikan pungutan sekecil apa pun akan langsung menggerus pendapatan petani sawit.

POPSI menegaskan tidak dalam posisi menolak program biodiesel, tapi mereka menuntut agar kebijakan Biodiesel didesain ulang secara adil, realistis dan dievaluasi secara menyeluruh.

Untuk itu mereka mengusulkan sejumlah solusi, salah satunya dengan kebijakan biodiesel yang lebih terarah, yakni hanya untuk sektor Public Service Obligation (PSO), dengan batas atas subsidi maksimal sekitar Rp 4.000 per liter. 

Menurut POPSI dengan pendekatan itu akan menjaga keberlanjutan pendanaan BPDP sekaligus menghindari tekanan berlebihan terhadap harga Crude Palm Oil (CPO) dan TBS petani ketika terjadi lonjakan harga sawit global, sehingga mekanisme pasar tetap berjalan secara sehat.

Kemudian dalam program biodiesel perlu mengadopsi konsep fleksiblending, dengan B30 sebagai batas minimum dan penyesuaian tingkat blending dilakukan secara dinamis.

Strategi ini memungkinkan penyesuaian bauran secara dinamis. Porsi biodiesel diturunkan saat harga CPO tinggi guna menjaga stabilitas subsidi, dan dinaikkan secara bertahap melampaui B40 saat harga CPO rendah. Hal ini bertujuan una meningkatkan daya saing biodiesel dan memperluas serapan CPO domestik.

Selain itu, peluang untuk menaikkan bauran biodiesel seharusnya bergantung pada kapasitas produksi CPO nasional. Jika produktivitas meningkat dan produksi mencapai target 50–60 juta ton per tahun, maka berpeluang untuk meningkatkan bauran biodiesel bisa menjadi pilihan kebijakan. 

Langkah tersebut tidak hanya mendukung transisi energi, tetapi juga memperkuat sektor sawit, menciptakan nilai tambah di dalam negeri, dan menjamin keseimbangan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan.

Di samping itu, POPSI mendesak pemerintah untuk untuk tidak membebankan seluruh biaya program B50 kepada BPDP. Menurut mereka harus ada ada pembagian beban yang jelas antara BPDP, negara, dan peningkatan efisiensi industri, dengan batas maksimal kontribusi BPDP agar dana petani tetap terlindungi. 

POPSI menekankan, jika program biodiesel diklaim mampu menghemat anggaran solar hingga Rp 135 triliun setahun, sudah seharusnya juga  pemerintah mengalokasikan sebagian keuntungan tersebut dalam skema pembagian beban. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dikeluhkan Petani, Pemerintah Langsung Pangkas Regulasi dan Turunkan HET Pupuk 20 Persen

Dikeluhkan Petani, Pemerintah Langsung Pangkas Regulasi dan Turunkan HET Pupuk 20 Persen

Bisnis | Kamis, 25 Desember 2025 | 07:11 WIB

Alokasi Biodiesel Ditetapkan 2026 Sebesar 15,65 Juta kL, ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp139 Triliun!

Alokasi Biodiesel Ditetapkan 2026 Sebesar 15,65 Juta kL, ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp139 Triliun!

Bisnis | Rabu, 24 Desember 2025 | 11:10 WIB

Target Mandatori Semester II-2025, ESDM Mulai Uji Coba B50 ke Alat-alat Berat

Target Mandatori Semester II-2025, ESDM Mulai Uji Coba B50 ke Alat-alat Berat

Bisnis | Minggu, 21 Desember 2025 | 13:22 WIB

Terkini

BRI Peduli Buka Peluang Bagi Penyandang Disabilitas di Makassar Dengan Pembekalan Kewirausahaan

BRI Peduli Buka Peluang Bagi Penyandang Disabilitas di Makassar Dengan Pembekalan Kewirausahaan

Jogja | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Emana Wedari Ubud, Vila Privat untuk Menikmati Sisi Tenang Pulau Dewata

Emana Wedari Ubud, Vila Privat untuk Menikmati Sisi Tenang Pulau Dewata

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Belanja di Delipark Pakai BRI Berhadiah BMW 218i Gran Coupe

Belanja di Delipark Pakai BRI Berhadiah BMW 218i Gran Coupe

Bri | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:09 WIB

BRI Peduli Dorong Keterampilan dan Kemandirian Disabilitas  Dengan Bekali 90 Peserta di Makassar

BRI Peduli Dorong Keterampilan dan Kemandirian Disabilitas Dengan Bekali 90 Peserta di Makassar

Bogor | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Indonesia Menang 9-2, Mitchell Baker Samai Rekor Dua Legenda Gareng dan Iswadi Idris

Indonesia Menang 9-2, Mitchell Baker Samai Rekor Dua Legenda Gareng dan Iswadi Idris

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06 WIB

FMLK Dukung Perampasan Aset, tapi Minta Kewenangan Negara Dibatasi dan Diawasi

FMLK Dukung Perampasan Aset, tapi Minta Kewenangan Negara Dibatasi dan Diawasi

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Dukung Kewirausahaan, BRI Peduli Latih 90 Penyandang Disabilitas di Makassar

Dukung Kewirausahaan, BRI Peduli Latih 90 Penyandang Disabilitas di Makassar

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:03 WIB

RUU Perampasan Aset Dibahas, PERMAHI Dorong Penilaian Aset Objektif dan Proporsional

RUU Perampasan Aset Dibahas, PERMAHI Dorong Penilaian Aset Objektif dan Proporsional

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:00 WIB

BRI KPR Solusi Buka Akses Hunian Terjangkau Lewat Platform Digital

BRI KPR Solusi Buka Akses Hunian Terjangkau Lewat Platform Digital

Bri | Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Mahasiswa Minta RUU Perampasan Aset Lindungi Pihak Ketiga yang Beritikad Baik

Mahasiswa Minta RUU Perampasan Aset Lindungi Pihak Ketiga yang Beritikad Baik

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:54 WIB

×