Dikeluhkan Petani, Pemerintah Langsung Pangkas Regulasi dan Turunkan HET Pupuk 20 Persen

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 25 Desember 2025 | 07:11 WIB
Dikeluhkan Petani, Pemerintah Langsung Pangkas Regulasi dan Turunkan HET Pupuk 20 Persen
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. [Suara.com/Achmad Fauzi].
baca 10 detik
  • Pemerintah merespons keluhan petani dengan menyederhanakan regulasi dan menurunkan harga pupuk bersubsidi 20%.
  • Menteri Koordinator Bidang Pangan menyampaikan kebijakan ini saat dialog petani di Purworejo, Jawa Tengah, tanggal 24 Desember 2025.
  • Dukungan infrastruktur juga diberikan melalui rehabilitasi Bendung Irigasi Siwatu senilai Rp1,9 miliar.

Suara.com - Pemerintah mulai merespons langsung keluhan petani soal pupuk, dengan memangkas regulasi dan menurunkan harga pupuk bersubsidi.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan alias Zulhas, saat dialog langsung bersama petani dalam forum Rembuk Tani di Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Dalam kesempatan itu, Zulhas juga meminta tanggapan petani terkait pupuk, benih, hingga distribusi hasil panen sebagai bagian dari strategi memperkuat swasembada pangan nasional.

Salah satu persoalan utama yang mencuat dalam rembuk tersebut adalah distribusi pupuk bersubsidi yang selama ini dinilai berbelit.

Keluhan itu langsung ditanggapi pemerintah dengan kebijakan penyederhanaan regulasi pupuk.

Petani sekaligus Kepala Desa Roworejo, Suparjo, menyebut kebijakan tersebut sebagai angin segar bagi petani.

Ilustrasi Petani. (unsplash/arjun khan)
Ilustrasi Petani. (unsplash/arjun khan)

“Usulan dan keluhan kami soal distribusi pupuk ditanggapi langsung dengan adanya penyederhanaan regulasi,” ujar Suparjo dalam keterangan tertulis, Rabu (24/12/2025).

Selain memangkas aturan, pemerintah juga menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen sejak 22 Oktober 2025.

Kebijakan itu berlaku untuk empat jenis pupuk, yakni Urea, NPK, NPK Formula Khusus, dan pupuk Organik.

baca juga

Penurunan HET tersebut ditujukan untuk menekan biaya produksi pertanian sekaligus memperluas akses petani terhadap pupuk bersubsidi, terutama menjelang musim tanam.

Di sisi infrastruktur, Zulhas juga memastikan dukungan pengairan melalui rehabilitasi Bendung Irigasi Siwatu yang melayani lahan pertanian seluas 960 hektare.

Proyek tersebut dikerjakan sesuai Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 dengan anggaran Rp1,9 miliar.

Pengelolaan irigasi dilakukan secara terpadu oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Kementerian PUPR bersama Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Tani Agung, mulai dari perencanaan hingga distribusi air ke lahan petani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Zulhas Bantah Jadi Biang Kerok Banjir Sumatera

Zulhas Bantah Jadi Biang Kerok Banjir Sumatera

Bisnis | Selasa, 09 Desember 2025 | 09:19 WIB

Utang KUR Petani Terdampak Bencana Dihapus, Prabowo Janji Rehabilitasi Lahan

Utang KUR Petani Terdampak Bencana Dihapus, Prabowo Janji Rehabilitasi Lahan

Bisnis | Minggu, 07 Desember 2025 | 17:31 WIB

Penjelasan di Balik Polemik Pelepasan 1,6 Juta Hektare Kawasan Hutan Era Zulhas

Penjelasan di Balik Polemik Pelepasan 1,6 Juta Hektare Kawasan Hutan Era Zulhas

Bisnis | Minggu, 07 Desember 2025 | 10:54 WIB

Zulhas Wajibkan Bahan MBG dari Usaha Rakyat hingga Percepat SPPG di Daerah 3T

Zulhas Wajibkan Bahan MBG dari Usaha Rakyat hingga Percepat SPPG di Daerah 3T

Bisnis | Kamis, 04 Desember 2025 | 07:25 WIB

Menko Zulhas: Ahli Gizi di MBG Wajib Ada!

Menko Zulhas: Ahli Gizi di MBG Wajib Ada!

Bisnis | Rabu, 03 Desember 2025 | 19:46 WIB

Gaji Petani Kakao Indonesia Bisa Tembus Rp 10 Juta per Bulan, Ini Rahasianya

Gaji Petani Kakao Indonesia Bisa Tembus Rp 10 Juta per Bulan, Ini Rahasianya

Bisnis | Selasa, 25 November 2025 | 23:12 WIB

Terkini

Ramalan 12 Shio Oktober 2026, Begini Peruntunganmu Bulan Depan

Ramalan 12 Shio Oktober 2026, Begini Peruntunganmu Bulan Depan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 18:45 WIB

Beras SPHP Tak Akan Langka, Pasar Bakal Diguyur 1 Juta Ton

Beras SPHP Tak Akan Langka, Pasar Bakal Diguyur 1 Juta Ton

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 18:40 WIB

Jangan Terjebak Harga Murah, Tengok Strategi Investasi Setelah Aturan Rp1

Jangan Terjebak Harga Murah, Tengok Strategi Investasi Setelah Aturan Rp1

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 18:31 WIB

7 Sabun Muka Ekstrak Mawar untuk Cerahkan dan Lembapkan Kulit Kusam

7 Sabun Muka Ekstrak Mawar untuk Cerahkan dan Lembapkan Kulit Kusam

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 18:30 WIB

Direktur Pegadaian Bagikan Pengalaman Karier Dalam "Alumni Calling" Indonesia Punya Kamu 2026

Direktur Pegadaian Bagikan Pengalaman Karier Dalam "Alumni Calling" Indonesia Punya Kamu 2026

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 18:28 WIB

KPAI Minta Kasus Dugaan Bullying Siswa SMP di Serpong Tak Berhenti di Mediasi

KPAI Minta Kasus Dugaan Bullying Siswa SMP di Serpong Tak Berhenti di Mediasi

News | Rabu, 30 September 2026 | 18:27 WIB

Siap Bantu Gus Kikin, Gus Ipul: Jadi Waketum PBNU Pun Tak Masalah!

Siap Bantu Gus Kikin, Gus Ipul: Jadi Waketum PBNU Pun Tak Masalah!

News | Rabu, 30 September 2026 | 18:26 WIB

Dulu Buka Jalan Gibran Lewat MK, Kini Almas Tiba-tiba Dukung Denny Indrayana Usut Ijazah Wapres!

Dulu Buka Jalan Gibran Lewat MK, Kini Almas Tiba-tiba Dukung Denny Indrayana Usut Ijazah Wapres!

Surakarta | Rabu, 30 September 2026 | 18:24 WIB

Tekan Penggunaan LPG, 1 Juta Jargas Akan Dibangun

Tekan Penggunaan LPG, 1 Juta Jargas Akan Dibangun

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 18:23 WIB

Rupiah Melemah, Pedagang Tempe Ikut Menjerit

Rupiah Melemah, Pedagang Tempe Ikut Menjerit

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 18:22 WIB

×