Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Emiten PSAB Menguat Tipis, Komisaris Akumulasi Saham Pasca Lego Massal

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 02 Januari 2026 | 17:21 WIB
Emiten PSAB Menguat Tipis, Komisaris Akumulasi Saham Pasca Lego Massal
Ilustrasi IHSG Bursa Efek Indonesia [Ist]
  • Komisaris PT J Resources Asia Pasifik Tbk, Jimmy Budiarto, membeli 661,5 juta saham PSAB pada 29 Desember 2025.
  • Pembelian dilakukan pada harga sangat rendah Rp126 per saham, berbeda jauh dari harga pasar penutupan Rp565.
  • Aksi beli ini mengoreksi kesalahan pelaporan sebelumnya dan meningkatkan kepemilikan Jimmy menjadi 92,50%.

Suara.com - Emiten pertambangan emas, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), kembali menarik perhatian pasar modal di awal tahun 2026.

Jimmy Budiarto, yang menjabat sebagai komisaris perseroan, dilaporkan melakukan aksi beli dalam jumlah besar pada akhir Desember 2025.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi, Jimmy melakukan transaksi pembelian sebanyak 661,5 juta lembar saham PSAB pada 29 Desember 2025.

Aksi ini merupakan langkah balik setelah sebelumnya sang komisaris sempat melakukan divestasi dalam jumlah yang sama.

Harga saham PSAB sendiri saat penutupan pasar hari ini berada di angka 555, menguat tipis jika dibandingkan pembukaan pasar pada hari yang sama.

Hal yang mencolok dari aksi korporasi ini adalah harga pelaksanaannya. Jimmy menjala saham tersebut pada harga Rp126 per lembar.

Jika dikomparasikan dengan harga penutupan perdagangan pada hari transaksi (29 Desember 2025) yang berada di level Rp565 per eksemplar, maka harga beli tersebut mencatatkan selisih yang sangat jauh.

Pembelian tersebut dilakukan dengan harga sekitar 77,69% lebih rendah atau memiliki selisih hingga 439 poin dari harga pasar reguler.

Dengan skema harga tersebut, Jimmy Budiarto mengeluarkan total investasi sekitar Rp83,34 miliar. Pihak perseroan mengklarifikasi bahwa rangkaian transaksi ini dilakukan untuk mengoreksi apa yang diklaim sebagai kesalahan pelaporan pada periode sebelumnya.

Struktur Kepemilikan Kembali Menggemuk

Pasca-penuntasan transaksi borong saham ini, tumpukan aset Jimmy di dalam PSAB kembali ke level semula. Berikut rincian perubahan porsinya:

Sebelum Transaksi (setelah divestasi 23 Desember): Mengantongi 23,81 miliar lembar saham atau setara dengan porsi 90%.

Setelah Transaksi (29 Desember): Koleksi saham melonjak menjadi 24,47 miliar lembar saham atau setara dengan kepemilikan 92,50%.

Kenaikan sebesar 2,5% ini mengukuhkan dominasi Jimmy sebagai salah satu pemegang saham utama di perusahaan tambang emas tersebut.

Sebagai informasi tambahan, hanya terpaut beberapa hari sebelumnya atau tepatnya pada 23 Desember 2025, Jimmy sempat memangkas kepemilikannya dengan menjual 661,5 juta saham.

Transaksi tersebut difasilitasi oleh beberapa perusahaan pialang ternama, di antaranya Artha Sekuritas Indonesia, Ciptadana Sekuritas Asia, dan Shinhan Sekuritas Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KFC dan Pizza Hut Resmi Merger, Nilai Transaksi Tembus Rp15,6 Triliun

KFC dan Pizza Hut Resmi Merger, Nilai Transaksi Tembus Rp15,6 Triliun

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2026 | 17:17 WIB

IHSG Sumringah di Tahun Baru, Melesat ke Level 8.700

IHSG Sumringah di Tahun Baru, Melesat ke Level 8.700

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2026 | 17:04 WIB

Emiten Tambang Ini Mendadak Diborong Awal 2026, Apa Alasannya

Emiten Tambang Ini Mendadak Diborong Awal 2026, Apa Alasannya

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2026 | 15:01 WIB

Terkini

Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa, Pertamina Gelar Energy AdSport Challenge di ITB

Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa, Pertamina Gelar Energy AdSport Challenge di ITB

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:34 WIB

BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak

BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:08 WIB

Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T

Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:46 WIB

Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?

Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:31 WIB

Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos

Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:19 WIB

Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:09 WIB

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:00 WIB

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:54 WIB

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:35 WIB

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:20 WIB