- Operator KFC & Pizza Hut India merger senilai Rp15,6 triliun untuk kuasai pasar Asia.
- Sinergi ini targetkan penghematan Rp390 miliar per tahun dan percepat ekspansi gerai.
- Saham Devyani naik 5,3% usai umumkan rencana akuisisi terhadap Sapphire Foods India.
Suara.com - Peta persaingan industri restoran cepat saji global mengalami pergeseran besar di awal tahun 2026. Dua operator raksasa waralaba KFC dan Pizza Hut di India, Devyani International dan Sapphire Foods India, resmi mengumumkan rencana penggabungan usaha atau merger.
Kesepakatan raksasa ini bernilai fantastis, mencapai US$ 934 juta atau setara Rp15,6 triliun. Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat dominasi merek di bawah naungan Yum! Brands di pasar India yang tengah tumbuh pesat.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, Devyani International akan menerbitkan 117 saham baru untuk setiap 100 saham ekuitas Sapphire Foods. Merger ini diharapkan menciptakan efisiensi operasional dengan target sinergi tahunan mencapai 2,2 miliar rupee (sekitar US$ 25 juta) mulai tahun kedua setelah proses rampung.
Tujuan utama dari penggabungan ini adalah mempercepat ekspansi gerai KFC dan, yang paling krusial, menghidupkan kembali performa Pizza Hut yang saat ini masih tertinggal jauh dari pemimpin pasar, Domino's.
"India adalah pasar prioritas bagi kami. India memiliki ruang yang cukup untuk pertumbuhan lebih lanjut," ungkap Ranjith Roy, Kepala Keuangan Yum! Brands, sebagaimana dikutip dari CNBC, Jumat (2/1/2026).
Devyani International saat ini mengoperasikan lebih dari 2.000 gerai di berbagai negara termasuk Thailand dan Nigeria. Sementara itu, Sapphire Foods mengelola ratusan gerai KFC, Pizza Hut, hingga Taco Bell. Penyatuan kedua kekuatan ini akan menciptakan entitas tunggal yang menguasai ribuan titik distribusi di Asia Selatan.
Sumeet Narang, Direktur Nomine di Sapphire Foods India, menyebut bahwa langkah ini akan menjadikan India sebagai pusat pertumbuhan global bagi pemegang merek. "India memiliki potensi untuk menjadi permata mahkota sejati di pasar global Yum!," tuturnya.
Pengumuman ini memicu reaksi beragam di lantai bursa. Saham Devyani International melonjak hingga 5,3%, mencerminkan optimisme pasar terhadap posisi perusahaan sebagai entitas penyerap. Sebaliknya, saham Sapphire Foods India sempat terkoreksi hingga 6,4% pada pembukaan perdagangan.
Proses penggabungan ini diperkirakan akan memakan waktu 12 hingga 15 bulan ke depan, sembari menunggu lampu hijau dari otoritas regulator serta persetujuan dari para pemegang saham kedua perusahaan.
Baca Juga: IHSG Sumringah di Tahun Baru, Melesat ke Level 8.700