Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.525,690
LQ45 644,593
Srikehati 313,693
JII 391,666
USD/IDR 17.685

Bursa Berjangka Komoditi 2026 Dibuka, Target Harga Acuan Nasional Naik

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 02 Januari 2026 | 19:17 WIB
Bursa Berjangka Komoditi 2026 Dibuka, Target Harga Acuan Nasional Naik
Ilustrasi /ist
baca 10 detik
  • Perdagangan Bursa Berjangka Komoditi Tahun 2026 dibuka serentak di tiga bursa untuk memperkuat harga acuan komoditas nasional.
  • Wakil Menteri Perdagangan menekankan peran strategis bursa berjangka dalam memberikan lindung nilai bagi pelaku usaha.
  • Volume transaksi perdagangan berjangka 2025 mencapai 14,56 juta lot, menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Suara.com - Perdagangan Bursa Berjangka Komoditi Indonesia Tahun 2026 resmi dimulai. Pemerintah menekankan pentingnya peran bursa berjangka dalam memperkuat pembentukan harga dan harga acuan komoditas nasional.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan pembukaan perdagangan berjangka tahun ini menjadi momentum untuk menyatukan tujuan seluruh pemangku kepentingan. Perdagangan berjangka dinilai memiliki peran strategis bagi perekonomian nasional.

“Agenda kita pada pagi hari ini menjadi momentum yang baik untuk menyatukan tujuan dan persepsi dalam mengoptimalkan peran serta manfaat perdagangan berjangka komoditi bagi perekonomian nasional,” ujar Roro melalui kanal YouTube Kemendag, Jumat (2/1/2025).

Di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global, Roro menyoroti kinerja perdagangan Indonesia yang masih mencatatkan hasil positif. Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, neraca perdagangan Indonesia tercatat surplus USD 35,88 miliar.

Surplus tersebut berasal dari nilai ekspor sebesar USD 234,04 miliar dan impor USD 198,16 miliar. Dari total ekspor tersebut, sektor nonmigas mendominasi dengan nilai USD 223,12 miliar, sementara sektor migas sebesar USD 10,93 miliar.

Roro juga menyoroti komoditas nonmigas dengan nilai ekspor terbesar, yakni lemak dan minyak hewan atau nabati termasuk crude palm oil (CPO), yang mencapai USD 28,37 miliar. Komoditas unggulan tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dioptimalkan melalui mekanisme perdagangan berjangka.

“Melalui mekanisme perdagangan berjangka, pembentukan harga dan harga acuan dapat dilakukan secara transparan,” kata Roro.

Ia mendorong agar komoditas unggulan Indonesia yang belum diperdagangkan di bursa berjangka dapat segera masuk ke dalam sistem tersebut. Langkah ini diharapkan memberi manfaat pembentukan harga, harga acuan, serta lindung nilai bagi pelaku usaha.

“Dengan demikian, manfaat pembentukan harga, harga acuan, serta lindung nilai atau hedging dapat dirasakan secara optimal oleh para pelaku usaha,” ujarnya.

baca juga

Sementara itu, Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya mengatakan pembukaan perdagangan berjangka 2026 menjadi tonggak awal di tahun baru. Untuk pertama kalinya, pembukaan perdagangan dilakukan secara serentak di tiga bursa berjangka.

“Hari ini untuk pertama kalinya dilakukan pembukaan perdagangan berjangka komoditi secara serentak di tiga bursa,” ucap Tirta.

Ia menjelaskan perdagangan berjangka komoditi telah dikenal sebagai instrumen untuk lindung nilai risiko harga, pembentukan harga yang transparan, serta perluasan akses investasi di pasar yang terorganisasi.

“Perdagangan berjangka komoditi merupakan salah satu instrumen perdagangan yang telah dikenal secara nasional maupun global sebagai sarana lindung nilai risiko harga, pembentukan harga yang transparan, serta memperluas akses investasi di pasar yang teratur, wajar, dan transparan,” lanjutnya.

Tirta menambahkan, pada 2026 Bappebti menargetkan pertumbuhan perdagangan berjangka dengan bertumpu pada capaian positif tahun sebelumnya.

Sepanjang Januari hingga November 2025, volume transaksi perdagangan berjangka tercatat mencapai 14,56 juta lot atau tumbuh 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi nilai, total transaksi perdagangan berjangka tercatat sebesar Rp42,08 triliun atau tumbuh 49,8 persen. Kontrak berjangka berbasis komoditas disebut masih menjadi kontributor terbesar dalam aktivitas perdagangan berjangka nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ulasan Buku Nak, Belajar Soal Uang Adalah Bekal Kehidupan: 4 Tahap Bangun Kekayaan

Ulasan Buku Nak, Belajar Soal Uang Adalah Bekal Kehidupan: 4 Tahap Bangun Kekayaan

Your Say | Jum'at, 02 Januari 2026 | 15:55 WIB

Purbaya Respons Konflik China-Taiwan, Ini Efeknya ke Ekonomi RI

Purbaya Respons Konflik China-Taiwan, Ini Efeknya ke Ekonomi RI

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2026 | 12:18 WIB

Kontribusi Pasar Modal Indonesia Tertinggal dari Negara Tetangga, Apa Penyebabnya?

Kontribusi Pasar Modal Indonesia Tertinggal dari Negara Tetangga, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2026 | 10:38 WIB

Terkini

Kalimantan Terbakar, Artis Bersuara: Fanny Soegi Sentil Si Paling Rakus, Siskaeee Juga Ikutan

Kalimantan Terbakar, Artis Bersuara: Fanny Soegi Sentil Si Paling Rakus, Siskaeee Juga Ikutan

Entertainment | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:35 WIB

Cara Mudah Mencari Tinggi Segitiga jika Luas dan Alas Sudah Diketahui

Cara Mudah Mencari Tinggi Segitiga jika Luas dan Alas Sudah Diketahui

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:29 WIB

Jakarta Sering Disalahkan, Studi Terbaru ITB Bongkar Penyebab Asli Polusi Jabodetabek

Jakarta Sering Disalahkan, Studi Terbaru ITB Bongkar Penyebab Asli Polusi Jabodetabek

Bekaci | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:27 WIB

Deretan Musisi Ramaikan wondrX 2026 di ICE BSD

Deretan Musisi Ramaikan wondrX 2026 di ICE BSD

Entertainment | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:21 WIB

Penetrasi KUR BRI Sukses Dongkrak Literasi Keuangan Warga Pelosok Desa

Penetrasi KUR BRI Sukses Dongkrak Literasi Keuangan Warga Pelosok Desa

Bri | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Ulasan First Love: Ketika Cinta Pertama Menemukan Jalan Pulang

Ulasan First Love: Ketika Cinta Pertama Menemukan Jalan Pulang

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:20 WIB

3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim

3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Sandy Walsh Blak-blakan Jelang Kick Off Super League, Senggol 4 Pemain Persib Ini

Sandy Walsh Blak-blakan Jelang Kick Off Super League, Senggol 4 Pemain Persib Ini

Bola | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:15 WIB

OTT Rektor Unsoed Bongkar Bobroknya Kampus, Otonomi PTN Tanpa Pengawasan Ketat Jadi Sarang Korupsi

OTT Rektor Unsoed Bongkar Bobroknya Kampus, Otonomi PTN Tanpa Pengawasan Ketat Jadi Sarang Korupsi

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:10 WIB

Masifnya Penyaluran KUR BRI Ciptakan Lapangan Kerja Baru di Daerah

Masifnya Penyaluran KUR BRI Ciptakan Lapangan Kerja Baru di Daerah

Bri | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:08 WIB

×