Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.986,497
LQ45 594,918
Srikehati 295,219
JII 350,443
USD/IDR 17.983

AS 'Kuasai' Minyak Venezuela, Ogah Berbagi dengan China, Iran dan Rusia

M Nurhadi

Senin, 05 Januari 2026 | 13:28 WIB
AS 'Kuasai' Minyak Venezuela, Ogah Berbagi dengan China, Iran dan Rusia
Donald Trump (Instagram)
baca 10 detik
  • Amerika Serikat melancarkan operasi menjatuhkan Maduro dengan fokus dekapitasi rezim, berbeda dari invasi Irak sebelumnya.
  • Presiden Trump secara eksplisit menyatakan Amerika Serikat sedang memegang kendali atas pemerintahan Venezuela saat ini.
  • Tujuan utama AS adalah mengamankan minyak Venezuela dan menghilangkan pengaruh asing seperti Rusia serta Tiongkok.

Suara.com - Aksi Amerika Serikat yang melancarkan operasi militer kilat untuk menjatuhkan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro dibandingkan dengan serangan ke Irak yang hingga kini alibinya tidak terbukti.

Presiden Donald Trump secara eksplisit menuntut kepatuhan total demi mewujudkan ambisinya tentang belahan bumi barat yang setia pada visi "MAGA".

Fokus utama dari upaya ini kini tertuju pada Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, yang menjadi pemimpin sementara di Caracas sejak pasukan khusus AS membawa Maduro dan istrinya ke New York untuk diadili.

Pernyataan Kontroversial Trump: "Kami yang Berkuasa"

Pada Minggu malam, Trump memberikan pernyataan mengejutkan kepada media yang mengindikasikan bahwa Amerika Serikat secara de facto sedang menjalankan pemerintahan di Venezuela melalui tekanan terhadap Rodríguez.

Pernyataan ini menegaskan posisi keras AS yang tidak lagi sekadar menjadi pendukung transisi, melainkan pengendali langsung.

“Jangan bertanya siapa yang berkuasa, karena aku akan memberikan jawaban yang sangat kontroversial,” ujar Trump kepada wartawan.

Ia kemudian melanjutkan dengan nada yang lebih tegas, “Ini artinya kami yang berkuasa. Kami berkuasa."

Klaim kepemilikan otoritas atas negara berdaulat yang berjarak seribu mil dari daratan AS ini menunjukkan betapa fundamentalnya perubahan postur politik luar negeri Trump.

baca juga

Ia tampak semakin berani setelah kesuksesan serangan di Venezuela, bahkan sempat melontarkan kritik pedas bahwa Kolombia sedang "sangat sakit" dan Meksiko harus segera "memperbaiki diri".

Alih-alih melakukan pembangunan bangsa (nation-building) yang memakan biaya besar dan darah seperti perang pasca-9/11, pemerintahan Trump memilih untuk merangkul sisa-sisa rezim Maduro di bawah ancaman.

Tujuannya jelas: memaksa presiden pelaksana Venezuela menjadi wadah bagi kekuasaan AS di dalam negerinya sendiri.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth mempertegas hal ini dalam keterangannya kepada CBS News: “Presiden Trump menetapkan syarat-syaratnya. … (Dia) telah menunjukkan kepemimpinan Amerika dan dia akan dapat menentukan ke mana kita akan melangkah selanjutnya.”

Meski Rodríguez sempat mengeluarkan kecaman publik atas penggulingan Maduro, tekanan dari Washington mulai membuahkan hasil.

Trump mengeluarkan ancaman gelap jika Rodríguez tidak kooperatif. “Jika dia tidak melakukan apa yang benar, dia akan membayar harga yang sangat mahal, mungkin lebih mahal daripada Maduro," tegas Trump melalui The Atlantic.

Merespons ancaman tersebut, pada Minggu malam Rodríguez mengeluarkan pernyataan yang lebih lunak dengan menawarkan "agenda kerja sama" dengan pihak Amerika Serikat.

Salah satu kejutan terbesar dari kebijakan ini adalah pengabaian Trump terhadap gerakan demokrasi Venezuela yang dipimpin oleh María Corina Machado dan Edmundo González.

Padahal, AS sebelumnya secara konsisten mengakui González sebagai presiden yang sah setelah pemilu tahun lalu.

Trump secara mengejutkan meremehkan Machado, seorang peraih Nobel Perdamaian, dengan menyebut bahwa “Dia tidak mendapat dukungan atau rasa hormat di dalam negeri. Dia wanita yang sangat baik, tetapi dia tidak mendapat rasa hormat.”

Menteri Luar Negeri Marco Rubio mencoba membela perubahan sikap yang dianggap tidak nyaman secara politik ini dengan alasan realisme.

“Harus ada sedikit realisme di sini,” kata Rubio kepada CBS. Ia berpendapat bahwa transisi menuju demokrasi membutuhkan waktu, namun kepentingan nasional AS harus menjadi prioritas utama saat ini.

AS Incar Minyak dan Emas Venezuela

Gedung Putih tidak menutupi bahwa ambisi utamanya adalah menguasai cadangan minyak Venezuela yang sangat besar serta menyingkirkan pengaruh musuh-musuh AS di kawasan tersebut.

Marco Rubio menegaskan bahwa AS akan mempertahankan embargo minyak sebagai alat tekan untuk memaksa para pemimpin baru Venezuela mematuhi perintah Trump.

Beberapa poin utama yang ingin dicapai AS melalui dominasi ini antara lain:

  • Penghentian Peredaran Narkoba: Memastikan jalur penyelundupan dan aktivitas geng dari Venezuela terhenti.
  • Penghapusan Pengaruh Asing: Mengusir kehadiran militer atau intelijen dari Rusia, China, Iran, dan Kuba.
  • Keamanan Energi: Mengarahkan industri minyak Venezuela agar tidak lagi menguntungkan "musuh Amerika Serikat" yang secara eksplisit mengarah pada negara-negara yang berlawanan dengan AS, melainkan untuk kepentingan yang sejalan dengan agenda Washington.

Langkah sepihak Trump ini memicu kemarahan di Capitol Hill, terutama dari pihak Demokrat. Mereka mengkritik Trump karena tidak meminta izin Kongres untuk apa yang tampak seperti tindakan perang.

Perwakilan Jim Himes dari Komite Intelijen DPR menyatakan kekecewaannya: “Ya Tuhan, kita ini Amerika Serikat, kan? Kita peduli — atau setidaknya dulu kita peduli — tentang norma-norma demokrasi. Dulu kita peduli dengan gagasan bahwa rakyat seharusnya memiliki sedikit hak untuk menentukan siapa yang memerintah mereka.”

Para ahli juga memperingatkan risiko besar jika AS mencoba "menjalankan" Venezuela tanpa sumber daya yang memadai untuk memerintah secara benar.

Mantan Duta Besar AS untuk NATO, Ivo Daalder, mencatat adanya ketimpangan antara tujuan besar yang ditetapkan dengan sarana yang dikerahkan. Hal ini dikhawatirkan akan memicu ketidakstabilan sipil dan bencana politik bagi Trump di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Runtuhnya Rezim Maduro dan Babak Baru Kendali Amerika Serikat di Venezuela

Runtuhnya Rezim Maduro dan Babak Baru Kendali Amerika Serikat di Venezuela

Your Say | Senin, 05 Januari 2026 | 12:55 WIB

Berhasil Tumbangkan Nicolas Maduro, Donald Trump Ambil Alih Minyak Venezuela

Berhasil Tumbangkan Nicolas Maduro, Donald Trump Ambil Alih Minyak Venezuela

Video | Senin, 05 Januari 2026 | 11:43 WIB

3 Pelajaran Berharga dari Venezuela Agar Sektor Energi Indonesia Tak Mudah Didikte Global

3 Pelajaran Berharga dari Venezuela Agar Sektor Energi Indonesia Tak Mudah Didikte Global

News | Senin, 05 Januari 2026 | 11:28 WIB

Terkini

Cara Gabung Shopee Affiliate, Tips untuk Ibu Rumah Tangga Dapat Cuan Tambahan

Cara Gabung Shopee Affiliate, Tips untuk Ibu Rumah Tangga Dapat Cuan Tambahan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 20:30 WIB

BCA Syariah Gandeng BEI dan Henan Sekuritas Edukasi Investasi Syariah Mahasiswa PNJ

BCA Syariah Gandeng BEI dan Henan Sekuritas Edukasi Investasi Syariah Mahasiswa PNJ

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 20:19 WIB

Lagi Butuh Dana Darurat? Gini Cara Pinjam Uang di Shopee Pakai SPinjam

Lagi Butuh Dana Darurat? Gini Cara Pinjam Uang di Shopee Pakai SPinjam

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:53 WIB

Dokumen Rencana Kunker Bareng Keluarga ke New York Jadi Sorotan, Menteri PU: Batal, batal!

Dokumen Rencana Kunker Bareng Keluarga ke New York Jadi Sorotan, Menteri PU: Batal, batal!

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:42 WIB

BRI dan Danantara Percepat Transformasi untuk Tingkatkan Efisiensi Pendanaan

BRI dan Danantara Percepat Transformasi untuk Tingkatkan Efisiensi Pendanaan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:39 WIB

Purbaya Masih Kaji Permintaan Said Iqbal soal Hapus Pajak JHT

Purbaya Masih Kaji Permintaan Said Iqbal soal Hapus Pajak JHT

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:23 WIB

Inovasi Water-Based Dipamerkan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Inovasi Water-Based Dipamerkan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:20 WIB

Apresiasi Atas Pelayanan Sepenuh Hati, Karyawan PNM Asal Papua Diberangkatkan ke Negeri Sakura

Apresiasi Atas Pelayanan Sepenuh Hati, Karyawan PNM Asal Papua Diberangkatkan ke Negeri Sakura

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:18 WIB

PFII Diramalkan Akan Bawa Rp500 Triliun ke Indonesia

PFII Diramalkan Akan Bawa Rp500 Triliun ke Indonesia

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:18 WIB

Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?

Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:24 WIB

×