- Harga emas Antam 1 gram pada Jumat, 9 Januari 2026, mencapai Rp 2.577.000, naik Rp 7.000 dari hari sebelumnya.
- Harga emas dunia spot naik 0,5 persen menjadi USD 4.477,57 per ons karena antisipasi data tenaga kerja AS dan ketegangan geopolitik.
- Analis HSBC memprediksi harga emas berpotensi mencapai USD 5.000 per ons pada paruh pertama tahun 2026.
Penyitaan kapal tanker berbendera Rusia itu memicu kecaman dari Moskow, yang menyebut tindakan tersebut sebagai “pembajakan terang-terangan” dan menuntut pemulangan warga negaranya yang berada di antara awak kapal.
Sementara itu, prospek jangka menengah hingga panjang emas masih dinilai positif. Analis HSBC, James Steel, memperkirakan harga emas berpotensi naik hingga USD 5.000 per ons pada paruh pertama 2026. Kenaikan tersebut didorong oleh risiko geopolitik, tekanan fiskal yang meningkat, serta permintaan investasi yang tetap kuat.
“Harga emas diperkirakan akan diperdagangkan pada atau mendekati USD 5.000 per ons pada paruh pertama 2026. Namun, ada kemungkinan reli tersebut melambat seiring berjalannya tahun 2026,” tulis Steel dalam catatannya.
Harga emas sendiri telah mencetak rekor tertinggi di level USD 4.548 per ons pada akhir Desember 2025. Momentum tersebut dinilai masih berpotensi mendorong harga lebih tinggi pada awal 2026, seiring derasnya arus dana ke aset aman di tengah ketidakpastian kebijakan global dan pergerakan dolar AS.