Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.785

Perpanjangan PPN DTP 100 Persen, Rumah Tapak di Kota Penyangga Jadi Primadona

Vania Rossa

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:56 WIB
Perpanjangan PPN DTP 100 Persen, Rumah Tapak di Kota Penyangga Jadi Primadona
Ilustrasi Rumah Tapak (Gemini AI)
  • Pemerintah memperpanjang kebijakan PPN DTP 100% hingga 2026, meringankan beban pajak pembelian rumah.
  • Peluang emas ini dimanfaatkan pengembang untuk melakukan ekspansi besar-besaran di segmen hunian tapak, khususnya di wilayah penyangga Jakarta seperti Depok, Bogor, dan Tangerang Selatan.
  • Dengan fokus pada harga yang terjangkau dan desain fungsional, langkah strategis ini diharapkan mampu memenuhi tingginya permintaan rumah tinggal sekaligus memperkuat struktur bisnis properti nasional.

Suara.com - Membeli rumah di tahun 2026 seharusnya akan terasa lebih enteng di kantong. Pemerintah resmi memperpanjang kebijakan PPN DTP (Ditanggung Pemerintah) sebesar 100%. Artinya, beban pajak yang biasanya mencapai jutaan hingga puluhan juta rupiah kini dihapus.

Melihat peluang emas ini, pemegang saham pengendali DADA, yakni PT Karya Permata Inovasi Indonesia Tbk (KPII), langsung tancap gas. Mereka baru saja menyelesaikan akuisisi senilai Rp174,8 miliar untuk mengambil alih PT Pejaten Kreasi Sukses Indonesia (PKSI).

Langkah berani ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan strategi jitu untuk membawa PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) masuk ke segmen yang paling dicari saat ini: rumah tapak (landed housing).

Selama ini, DADA lebih dikenal dengan proyek apartemen atau hunian vertikalnya. Namun, melalui PKSI, perusahaan kini memperluas radar mereka ke wilayah buffer city alias kota penyangga Jakarta seperti Depok, Bogor, dan Tangerang Selatan.

Kawasan-kawasan ini adalah "titik manis" bagi para keluarga muda dan milenial yang mencari keseimbangan antara akses kerja ke Jakarta dan kenyamanan hunian yang membumi.

Ekspansi ini pun langsung mendapat respons hangat dari pasar modal. Sempat berada di level "saham gocap" (Rp50), saham DADA kini mulai lincah bergerak hingga ke kisaran Rp67 per lembar.

Kenaikan ini menjadi sinyal kuat bahwa investor melihat fundamental perusahaan semakin kokoh, apalagi segmen rumah tapak memiliki perputaran arus kas yang lebih cepat dan stabil.

Direktur dan CEO PT Diamond Citra Propertindo Tbk, Bayu Setiawan, menegaskan bahwa akuisisi ini adalah bagian dari rencana besar untuk mengelola ekspansi secara terukur.

“Akuisisi ini dilakukan untuk memperkuat pengembangan rumah tapak di wilayah buffer city Jakarta, yang secara permintaan masih sangat potensial dan didominasi oleh kebutuhan end user,” ujar Bayu.

Menariknya, hunian yang dikembangkan bersama PKSI ini tidak akan tampil seperti perumahan konvensional yang membosankan.

Konsepnya dibuat lebih "kekinian" dengan desain fungsional, harga yang tetap affordable, namun memiliki tata kawasan yang terencana.

Tujuannya satu: agar rumah bukan sekadar tempat tidur, tapi kawasan yang meningkatkan kualitas hidup penghuninya.

Dengan dukungan kebijakan pemerintah yang membebaskan pajak dan strategi yang beralih ke rumah tapak bernilai tambah, proyek-proyek baru ini bisa menjadi pilihan yang sangat masuk akal di kantong.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri PKP Ara Minta Pramono Sediakan Rumah Tapak di Jakarta Pakai Aset Pemerintah

Menteri PKP Ara Minta Pramono Sediakan Rumah Tapak di Jakarta Pakai Aset Pemerintah

News | Rabu, 10 September 2025 | 21:08 WIB

Publik Meledak, Buntut Fahri Hamzah Usul Pajak Rumah Tapak Dinaikkan

Publik Meledak, Buntut Fahri Hamzah Usul Pajak Rumah Tapak Dinaikkan

Video | Kamis, 07 Agustus 2025 | 06:00 WIB

SUARA LIVE! Gibran Pakai Pin One Piece saat Debat, Fahri Hamzah Usul Pajak Rumah Tapak Dinaikkan

SUARA LIVE! Gibran Pakai Pin One Piece saat Debat, Fahri Hamzah Usul Pajak Rumah Tapak Dinaikkan

Video | Senin, 04 Agustus 2025 | 14:20 WIB

Terkini

AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90

AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:00 WIB

Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?

Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 21:17 WIB

Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng

Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:48 WIB

Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban

Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:38 WIB

Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai

Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:15 WIB

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 19:05 WIB

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:55 WIB

Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah

Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:44 WIB

Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank

Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:20 WIB

Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak

Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:19 WIB