Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 09 Januari 2026 | 11:37 WIB
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • NINE ekspansi ke tambang Mongolia via rights issue tanpa membebani kas perusahaan.
  • Gandeng mitra EPC+F, NINE garap tambang tanpa capex dengan target 20 juta ton per tahun.
  • Transformasi bisnis NINE jadi pemain tambang regional ditargetkan rampung kuartal II-2026.

Suara.com - PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) mengumumkan langkah transformasi bisnis yang ambisius. Emiten yang sebelumnya bergerak di bidang teknologi ini bersiap beralih menjadi pemain di sektor pertambangan melalui integrasi aset tambang batu bara di Mongolia.

Langkah strategis ini mendapat dukungan penuh dari pemegang saham mayoritas, Poh Group asal Singapura. Integrasi aset milik Poh Golden Ger Resources Pte Ltd (PGGR) tersebut akan direalisasikan melalui mekanisme Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue yang ditargetkan rampung pada kuartal II-2026.

Direktur Utama NINE, Nuzwan Gufron, menjelaskan bahwa integrasi aset tambang Mongolia ini dirancang sedemikian rupa agar tidak membebani arus kas perusahaan.

"Aset tersebut akan dimasukkan ke dalam perseroan melalui proses PMHMETD. Hal ini membuka jalur yang lebih terstruktur untuk monetisasi aset dan memperkuat keterlibatan Techno9 Indonesia di masa depan dalam proyek pertambangan," ujar Nuzwan dalam keterangannya.

Aset yang akan diintegrasikan mencakup dua konsesi pertambangan batu bara dan semi-soft coking coal yang saat ini dimiliki 100% oleh Poh Kay Ping.

Salah satu poin krusial dalam ekspansi ini adalah kemitraan dengan kontraktor Engineering, Procurement and Construction + Finance (EPC+F) berpengalaman. Kontraktor tersebut berencana mengucurkan investasi lebih dari USD 100 juta untuk operasional tambang dengan target kapasitas produksi tahunan melampaui 20 juta ton.

Menariknya, skema EPC+F ini membuat Poh Group dan NINE tidak perlu menanggung belanja modal (capex). Mitra strategis tersebut akan menangani implementasi operasional pertambangan, baik untuk tambang milik sendiri maupun kerja sama operasi.

"Calon mitra EPC+F ini telah berpengalaman luas dalam eksploitasi pertambangan di berbagai negara sejak 1998, dengan total aset mencapai lebih dari USD 500 juta," tambah Nuzwan.

Selain di Mongolia, transformasi ini diprediksi akan memberikan dampak material terhadap rencana investasi pertambangan Poh Group di Indonesia. NINE berkomitmen untuk terus menjajaki peluang usaha baik melalui skema Kerja Sama Operasi (Joint Operation) maupun kepemilikan langsung di tanah air.

baca juga

Langkah ini menegaskan ambisi NINE untuk tidak hanya menjadi pemain lokal, tetapi juga pemain regional di sektor energi dan sumber daya mineral, sekaligus memberikan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pantau Saham AS dan Kripto Kini Bisa Lebih Mudah

Pantau Saham AS dan Kripto Kini Bisa Lebih Mudah

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 10:43 WIB

Saham RMKE Meroket 1.000%, Siap Cetak Laba Rp800 Miliar di Tengah Larangan Truk Batu Bara

Saham RMKE Meroket 1.000%, Siap Cetak Laba Rp800 Miliar di Tengah Larangan Truk Batu Bara

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 10:19 WIB

IHSG Masih Menguat di Jumat Pagi, Tapi Rawan Anjlok

IHSG Masih Menguat di Jumat Pagi, Tapi Rawan Anjlok

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 09:34 WIB

Terkini

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:34 WIB

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:25 WIB

×