Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.090

Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban

Mohammad Fadil Djailani | Rina Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 09 Januari 2026 | 15:55 WIB
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Ilustrasi. Mata uang Garuda belum mampu lepas dari jerat pelemahan hingga akhir pekan. Foto ist.
  • Rupiah Jumat ditutup di Rp16.819, melemah 0,13% akibat dolar AS menguat & sentimen domestik.
  • Penurunan kepercayaan konsumen & defisit APBN jadi beban utama fundamental rupiah.
  • Analis prediksi rupiah pekan depan di rentang Rp16.650 - Rp16.900 per dolar AS.

Suara.com - Mata uang Garuda belum mampu lepas dari jerat pelemahan hingga akhir pekan. Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat (9/1/2026) resmi ditutup pada level Rp16.819 per dolar Amerika Serikat (AS).

Sepanjang pekan ini, rupiah terus menunjukkan tren negatif. Mata uang Indonesia ini tercatat melemah 0,13 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp16.798 per dolar AS. Sejalan dengan itu, kurs referensi Jisdor Bank Indonesia juga berada di level yang cukup rendah, yakni Rp16.834 per dolar AS.

Pelemahan rupiah kali ini tidak hanya dipengaruhi oleh keperkasaan dolar AS secara global, namun juga diperburuk oleh sentimen negatif dari dalam negeri.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengungkapkan bahwa melemahnya indeks kepercayaan konsumen Indonesia di bulan Desember menjadi pemicu keraguan investor.

"Survei yang menunjukkan penurunan pada kepercayaan konsumen Indonesia ikut menekan rupiah. Selain itu, prospek pemangkasan suku bunga BI serta defisit APBN juga masih membebani pergerakan mata uang kita," ujar Lukman saat dihubungi Suara.com.

Lukman menambahkan bahwa fundamental ekonomi yang belum solid membuat rupiah sulit untuk bangkit dalam waktu dekat. Ia memprediksi tekanan ini masih akan berlanjut hingga pekan depan.

Rupiah tidak sendirian di zona merah. Pergerakan mata uang Asia hari ini cenderung bervariasi dengan kecenderungan melemah:

  1. Won Korea Selatan: Melemah terdalam sebesar 0,45 persen.
  2. Yen Jepang: Tertekan 0,42 persen.
  3. Ringgit Malaysia: Anjlok 0,26 persen.
  4. Rupee India: Terdepresiasi 0,19 persen.
  5. Dolar Singapura: Terkoreksi 0,15 persen.

Mengingat fundamental yang masih tertekan, rupiah diprediksi akan bergerak di rentang Rp16.650 hingga Rp16.900. Investor kini tengah bersikap waspada sambil menanti rilis data ekonomi krusial pekan depan, termasuk angka inflasi AS dan data penjualan ritel di Indonesia yang akan menjadi penentu arah pasar selanjutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dolar AS Ganas, Rupiah Terus Merosot ke Level Rp16.832

Dolar AS Ganas, Rupiah Terus Merosot ke Level Rp16.832

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 10:15 WIB

Dolar AS Ngamuk Bikin Rupiah Terkapar Lemah ke Level Rp 16.798

Dolar AS Ngamuk Bikin Rupiah Terkapar Lemah ke Level Rp 16.798

Bisnis | Kamis, 08 Januari 2026 | 15:54 WIB

Rupiah Masih Lemas, Berikut Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA

Rupiah Masih Lemas, Berikut Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA

Bisnis | Kamis, 08 Januari 2026 | 11:56 WIB

Terkini

Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi

Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 21:33 WIB

Mulai dari Tuban, Pertamina Gulirkan Pasar Murah Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok

Mulai dari Tuban, Pertamina Gulirkan Pasar Murah Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 21:30 WIB

ASDP Tunda Alihkan Rute Kapal Ferry Bajoe-Kolaka, Ini Penyebabnya

ASDP Tunda Alihkan Rute Kapal Ferry Bajoe-Kolaka, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 18:59 WIB

Pertamina Raih Efisiensi Setelah Ubah Sistem Distribusi FAME Lewat Pipa

Pertamina Raih Efisiensi Setelah Ubah Sistem Distribusi FAME Lewat Pipa

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 18:54 WIB

Perhatian! 18 Emiten Diusir BEI dari Pasar Modal RI, Ini Daftarnya

Perhatian! 18 Emiten Diusir BEI dari Pasar Modal RI, Ini Daftarnya

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 18:46 WIB

OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance

OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 16:40 WIB

Siap-siap! Pergi ke Stadion JIS Bisa Naik KRL Mulai Juni

Siap-siap! Pergi ke Stadion JIS Bisa Naik KRL Mulai Juni

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 16:27 WIB

Awas, Kendaraan 'STNK Only' Bisa Jadi Awal Petaka! Ini Penjelasan OJK

Awas, Kendaraan 'STNK Only' Bisa Jadi Awal Petaka! Ini Penjelasan OJK

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 15:53 WIB

IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis

IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 15:41 WIB

Anggaran EO BGN Tembus Rp113 Miliar: Publik Minta Transparansi, BGN Klarifikasi

Anggaran EO BGN Tembus Rp113 Miliar: Publik Minta Transparansi, BGN Klarifikasi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 15:12 WIB