Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.857.000
Beli Rp2.730.000
IHSG 7.541,612
LQ45 735,970
Srikehati 352,397
JII 515,130

Emas Antam Bangkit, Harga Hari Ini Capai Rp 2.577.000 per Gram

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 09 Januari 2026 | 10:19 WIB
Emas Antam Bangkit, Harga Hari Ini Capai Rp 2.577.000 per Gram
Emas Antam bergambar kerbau. (Dok: Antam)
  • Harga emas Antam 1 gram pada Jumat, 9 Januari 2026, mencapai Rp 2.577.000, naik Rp 7.000 dari hari sebelumnya.
  • Harga emas dunia spot naik 0,5 persen menjadi USD 4.477,57 per ons karena antisipasi data tenaga kerja AS dan ketegangan geopolitik.
  • Analis HSBC memprediksi harga emas berpotensi mencapai USD 5.000 per ons pada paruh pertama tahun 2026.

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Jumat, 9 Januari 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.577.000 per gram.

Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu berbalik naik lagi Rp 7.000 dibandingkan hari Kamis, 8 Januari 2026.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.432.000 per gram.

Harga buyback itu juga alami lonjakan sebesar Rp 6.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Kamis kemarin.

Emas batangan di salah satu gerai Bank Syariah di Jakarta, Rabu (12/10).
Emas batangan di salah satu gerai Bank Syariah di Jakarta, Rabu (12/10).

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:

  • Emas 0,5 Gram Rp 1.338.500
  • Emas 1 Gram Rp 2.577.000
  • Emas 2 gram Rp 5.094.000
  • Emas 3 gram Rp 7.616.000
  • Emas 5 gram Rp 12.665.000
  • Emas 10 gram Rp 25.265.000
  • Emas 25 gram Rp 63.037.000
  • Emas 50 gram Rp 125.995.000
  • Emas 100 gram Rp 251.912.000
  • Emas 250 gram Rp 629.515.000
  • Emas 500 gram Rp 1.258.820.000
  • Emas 1.000 gram Rp 2.517.600.000

Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.

Harga Emas Dunia Pulih

Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Kamis, setelah sempat tertekan pada sesi sebelumnya. Pemulihan ini terjadi di tengah sikap hati-hati pelaku pasar yang menantikan rilis data pasar tenaga kerja Amerika Serikat, khususnya nonfarm payrolls (NFP), yang dinilai krusial bagi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Dikutip dari Investing, harga emas spot tercatat naik 0,5 persen ke level USD 4.477,57 per ons. Sementara itu, harga emas berjangka AS bergerak melemah 0,6 persen ke posisi USD 4.487,90 per ons.

Kenaikan harga emas tertahan oleh penguatan dolar AS. Indeks dolar mempertahankan tren kenaikan selama dua sesi terakhir, sehingga membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain dan membatasi ruang penguatan lebih lanjut.

Pelaku pasar saat ini masih bersikap wait and see menjelang rilis data NFP AS pada Jumat. Data ketenagakerjaan tersebut berpotensi membentuk ekspektasi pasar terhadap langkah The Fed ke depan.

Angka pekerjaan yang lebih lemah berpeluang memperkuat spekulasi pemangkasan suku bunga, yang pada gilirannya dapat meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai di tengah penurunan imbal hasil.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik turut menopang harga emas. Drama hubungan Amerika Serikat dan Venezuela dinilai membatasi potensi pelemahan harga emas, karena memicu permintaan terhadap aset safe-haven.

Pada Rabu, pasukan AS menyita dua kapal tanker minyak yang terkait dengan pengiriman minyak mentah Venezuela, termasuk satu kapal berbendera Rusia. Langkah tersebut merupakan bagian dari peningkatan penegakan sanksi Washington terhadap ekspor minyak Venezuela.

Pemerintah AS menyebut operasi ini bertujuan mengganggu aliran minyak yang membantu pendanaan pemerintah Venezuela dan menghindari pembatasan AS.

Penyitaan kapal tanker berbendera Rusia itu memicu kecaman dari Moskow, yang menyebut tindakan tersebut sebagai “pembajakan terang-terangan” dan menuntut pemulangan warga negaranya yang berada di antara awak kapal.

Sementara itu, prospek jangka menengah hingga panjang emas masih dinilai positif. Analis HSBC, James Steel, memperkirakan harga emas berpotensi naik hingga USD 5.000 per ons pada paruh pertama 2026. Kenaikan tersebut didorong oleh risiko geopolitik, tekanan fiskal yang meningkat, serta permintaan investasi yang tetap kuat.

“Harga emas diperkirakan akan diperdagangkan pada atau mendekati USD 5.000 per ons pada paruh pertama 2026. Namun, ada kemungkinan reli tersebut melambat seiring berjalannya tahun 2026,” tulis Steel dalam catatannya.

Harga emas sendiri telah mencetak rekor tertinggi di level USD 4.548 per ons pada akhir Desember 2025. Momentum tersebut dinilai masih berpotensi mendorong harga lebih tinggi pada awal 2026, seiring derasnya arus dana ke aset aman di tengah ketidakpastian kebijakan global dan pergerakan dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Ambruk, Hari Ini Dibanderol Rp 2,57 Juta per Gram

Harga Emas Antam Ambruk, Hari Ini Dibanderol Rp 2,57 Juta per Gram

Bisnis | Kamis, 08 Januari 2026 | 09:39 WIB

Harga Emas Berbagai Variasi Berat Naik Lagi, di Pegadaian Meroket Hampir 20 Ribu

Harga Emas Berbagai Variasi Berat Naik Lagi, di Pegadaian Meroket Hampir 20 Ribu

Bisnis | Kamis, 08 Januari 2026 | 08:22 WIB

Emas Antam Semakin Mahal, Hari Ini Harganya Rp 2.584.000 per Gram

Emas Antam Semakin Mahal, Hari Ini Harganya Rp 2.584.000 per Gram

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 09:39 WIB

Terkini

Bali Disiapkan Jadi Hub Kripto Global, Platform Mulai Bergerak Ekspansi

Bali Disiapkan Jadi Hub Kripto Global, Platform Mulai Bergerak Ekspansi

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 11:36 WIB

BEI Jatuhkan 845 Sanksi ke 494 Perusahaan Emiten Tercatat

BEI Jatuhkan 845 Sanksi ke 494 Perusahaan Emiten Tercatat

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 10:25 WIB

Ekspor 200 Ribu Ton Beras RI ke Malaysia Terganjal: Harga Penawaran Terlalu Murah!

Ekspor 200 Ribu Ton Beras RI ke Malaysia Terganjal: Harga Penawaran Terlalu Murah!

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 10:22 WIB

Dolar AS Ngamuk, Rupiah Makin Ambruk ke Level Rp17.288

Dolar AS Ngamuk, Rupiah Makin Ambruk ke Level Rp17.288

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 09:55 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp63.750/kg, Daging Sapi Ikut Naik

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp63.750/kg, Daging Sapi Ikut Naik

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 09:50 WIB

Alasan Kuat Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Kursi Dirjen Kemenkeu

Alasan Kuat Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Kursi Dirjen Kemenkeu

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 09:44 WIB

Saling Kunci di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah Tipis ke Level USD 101

Saling Kunci di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah Tipis ke Level USD 101

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 09:30 WIB

Emas Antam Terpeleset Jatuh Lagi, Harganya Tembus Rp 2.805.000/Gram

Emas Antam Terpeleset Jatuh Lagi, Harganya Tembus Rp 2.805.000/Gram

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 09:25 WIB

IHSG Bangkit Menghijau Kamis Pagi, Cek Saham yang Cuan

IHSG Bangkit Menghijau Kamis Pagi, Cek Saham yang Cuan

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 09:19 WIB

9 Daftar Saham RI yang Hanya Dikuasai Segelintir Orang, Jadi Catatan Merah MSCI

9 Daftar Saham RI yang Hanya Dikuasai Segelintir Orang, Jadi Catatan Merah MSCI

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 08:58 WIB