Saling Kunci di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah Tipis ke Level USD 101

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 23 April 2026 | 09:30 WIB
Saling Kunci di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah Tipis ke Level USD 101
Pasar kini tengah mencermati kebuntuan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang kian memanas di jalur logistik vital, Selat Hormuz. Foto Gemini
baca 10 detik
  • Brent turun tipis ke USD 101,76 dan WTI ke USD 92,82 per barel.
  • Iran sita 2 kapal & blokade AS berlanjut, pasokan global 20% terancam.
  • Gencatan senjata diperpanjang Trump, namun tanggal berakhir belum pasti.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia terpantau melandai tipis pada perdagangan Kamis (23/4/2026), setelah sempat terbang tinggi pada sesi sebelumnya. Pasar kini tengah mencermati kebuntuan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang kian memanas di jalur logistik vital, Selat Hormuz.

Mengutip data Reuters, harga minyak mentah Brent terkoreksi tipis 15 sen ke level USD 101,76 per barel. Meski turun, Brent masih mampu bertahan di atas level psikologis USD 100 yang diraih pada perdagangan Rabu kemarin. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) juga melemah 14 sen ke posisi USD 92,82 per barel.

Sebelumnya, kedua harga minyak acuan ini sempat menguat tajam lebih dari USD 3. Lonjakan tersebut dipicu oleh data stok bensin dan distilat AS yang menyusut di luar ekspektasi, serta minimnya progres dalam negosiasi damai global.

Meski Presiden AS Donald Trump telah memperpanjang gencatan senjata atas permintaan mediator Pakistan, tensi di Selat Hormuz nyatanya tidak mendingin. Jalur yang dulunya menyumbang 20 persen pasokan minyak dunia ini masih menjadi arena "saling kunci".

Iran dilaporkan baru saja menyita dua kapal pada Rabu kemarin, yang semakin memperketat cengkeraman mereka di wilayah perairan tersebut. Di sisi lain, blokade angkatan laut AS terhadap perdagangan laut Iran hingga kini belum dicabut.

"Gencatan senjata penuh hanya akan masuk akal jika blokade (AS) tersebut dicabut," tegas Mohammad Baqer Qalibaf, Juru Bicara Parlemen sekaligus Negosiator Utama Iran.

Ketegangan tidak hanya melokalisir di Timur Tengah. Militer AS dilaporkan telah mencegat sedikitnya tiga tanker berbendera Iran di perairan Asia, tepatnya di posisi dekat India, Malaysia, dan Sri Lanka, untuk memaksa mereka menjauh.

Walaupun Gedung Putih mulai melunak dengan menarik ancaman pengeboman infrastruktur Iran, ketidakpastian masih menghantui pasar. Pasalnya, Washington belum menetapkan tanggal pasti kapan masa berlaku kebijakan gencatan senjata ini berakhir, yang membuat investor tetap dalam posisi waspada tinggi.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selat Hormuz Memanas! Balas AS, Garda Revolusi Iran Sita Dua Kapal Asing

Selat Hormuz Memanas! Balas AS, Garda Revolusi Iran Sita Dua Kapal Asing

News | Kamis, 23 April 2026 | 09:21 WIB

Mundur Tiba-Tiba! Ada Apa dengan Petinggi Angkatan Laut AS Saat Blokade Iran?

Mundur Tiba-Tiba! Ada Apa dengan Petinggi Angkatan Laut AS Saat Blokade Iran?

News | Kamis, 23 April 2026 | 08:58 WIB

IHSG Diproyeksi Menguat Didorong Kabar Perundingan AS-Iran, Ini Saham Rekomendasinya

IHSG Diproyeksi Menguat Didorong Kabar Perundingan AS-Iran, Ini Saham Rekomendasinya

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 08:27 WIB

Terkini

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:19 WIB

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:30 WIB

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:27 WIB

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:09 WIB

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:01 WIB

Ada 100 Ton Sampah Menumpuk di TPST Sempadan Sungai Cisadane

Ada 100 Ton Sampah Menumpuk di TPST Sempadan Sungai Cisadane

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 21:53 WIB

Pemkot Malang Siap Hentikan MBG, Bagaimana Kebenarannya?

Pemkot Malang Siap Hentikan MBG, Bagaimana Kebenarannya?

Video | Rabu, 09 September 2026 | 21:45 WIB

Tawa SBY Pecah Lihat Prabowo Tunjukkan Teks Pidato Berisi Grafik

Tawa SBY Pecah Lihat Prabowo Tunjukkan Teks Pidato Berisi Grafik

News | Rabu, 09 September 2026 | 21:22 WIB

×