Diprotes Pengusaha Sawit soal Aturan DHE, Purbaya Tantang Balik: Saya Kejar!

Dicky Prastya Suara.Com
Jum'at, 09 Januari 2026 | 11:54 WIB
Diprotes Pengusaha Sawit soal Aturan DHE, Purbaya Tantang Balik: Saya Kejar!
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KiTa edisi Januari 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (8/1/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha sawit mengenai aturan DHE SDA wajib disimpan 100% di Himbara.
  • Aturan DHE SDA yang berlaku sejak 1 Januari 2026 bertujuan menutup kebocoran devisa negara.
  • Penyimpanan devisa di bank BUMN diharapkan memperkuat cadangan dan menstabilkan nilai tukar Rupiah.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi keluhan dari pengusaha kelapa sawit soal aturan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam atau DHE SDA yang harus disimpan 100 persen di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) selama 12 bulan yang berlaku tahun ini.

Menkeu Purbaya mengaku tak mempedulikan keluhan dari pelaku industri sawit. Ia beralasan aturan DHE SDA diberlakukan untuk menutup kebocoran yang selama ini terjadi.

"Biar saja, kenapa selama ini memanipulasi sistem? Terpaksa kita lakukan itu karena untuk menutup kebocoran yang tadi. Mereka taruh di bank-bank itu terus cepat lari keluar. Biar saja protes, kan peraturan kita yang bikin kan?" kata Purbaya usai konferensi pers APBN KiTa edisi Januari 2026 di Kantor Kemenkeu pada Kamis (8/1/2026).

Purbaya menyebut kalau peraturan DHE sudah ditandatangani oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan berlaku sejak 1 Januari 2026. Hanya saja aturan itu memang belum diterbitkan ke publik.

"1 Januari tuh sudah berlaku, 1 Januari PP-nya. Harusnya sih keluar dengan lebih jelas. Enggak sampai minggu kedua tahun ini sudah keluar," lanjutnya.

Bendahara Negara menjelaskan kalau aturan DHE SDA itu bisa memperkuat cadangan devisa negara dan membuat nilai tukar Rupiah lebih stabil. Maka dari itu dia meminta pengusaha untuk menyimpan cadangan devisa hasil ekspor ke bank milik negara.

"Kalau dia enggak taruh uangnya di luar, taruh di sini, kan cadangan devisanya kenceng tuh. Rupiah kan stabil kan? Anda enggak nyalahin saya lagi Rupiahnya lemah terus. Walaupun bursa saham naik tapi Rupiah loyo. Walaupun ekonomi bagus tapi Rupiah loyo. Kan enggak mau gitu terus kan Anda?" paparnya.

Purbaya juga heran kalau cadangan devisa negara terus berkutat di 150 miliar Dolar AS selama beberapa tahun terakhir. Maka dari itu kebijakan sebelumnya dianggap kurang berhasil dan diubah dengan aturan baru.

"Jadi kita coba perbaiki seperti ini, dan kita lihat dampaknya seperti apa. Harusnya positif. Kalau ada yang ngeluh-ngeluh, ya biar saja ngeluh. Kenapa kemarin mereka bermain-main? Ngaku enggak mereka kalau gitu? Siapa yang ngeluh nanti saya kejar," tegasnya.

Baca Juga: Purbaya Curhat Kena Omel Prabowo, Banyak Kecurangan di Pajak dan Bea Cukai

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI