Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.482,878
LQ45 745,920
Srikehati 348,189
JII 516,980
USD/IDR 17.107

Krisis Air Bersih Jadi Rem Pemulihan Ekonomi Pascabanjir Sumatera

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 09 Januari 2026 | 15:06 WIB
Krisis Air Bersih Jadi Rem Pemulihan Ekonomi Pascabanjir Sumatera
Foto udara warga melewati aliran sungai yang menggenangi jalan pascabanjir bandang susulan di Nagari Maninjau, Agam, Sumatera Barat, Jumat (26/12/2025). [ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/wpa]
  • Banjir dan longsor di Sumatra menghambat pemulihan ekonomi masyarakat karena terputusnya akses kritis terhadap air bersih.
  • Pertamina, Elnusa, dan YBH berkolaborasi membangun tujuh unit sumur air pompa di Aceh Tamiang sebagai solusi jangka panjang.
  • Hingga 8 Januari 2026, Pertamina telah mengebor lima sumur dan mendistribusikan 2.165.000 liter air bersih di wilayah terdampak.

Suara.com - Banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga memunculkan persoalan ekonomi baru.

Terputusnya akses air bersih pascabencana dinilai menjadi salah satu faktor utama yang menghambat pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat terdampak.

Air bersih menjadi kebutuhan paling mendasar bagi warga untuk kembali beraktivitas, mulai dari keperluan rumah tangga hingga mendukung kegiatan produktif seperti berdagang, bertani, dan usaha kecil.

Tanpa ketersediaan air bersih, proses pemulihan ekonomi berisiko berjalan lebih lambat dan memperpanjang ketergantungan masyarakat pada bantuan darurat.

Anak-anak pengungsi di Gampong Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. [Suara.com/Iskandar]
Anak-anak pengungsi di Gampong Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. [Suara.com/Iskandar]

PT Pertamina (Persero) bersama PT Elnusa Tbk dan Yayasan Baitul Hikmah (YBH) berkolaborasi menghadirkan solusi penyediaan akses air bersih melalui pembangunan sumur air pompa di wilayah terdampak bencana, khususnya Aceh Tamiang.

Langkah ini dinilai strategis karena menyasar langsung fondasi pemulihan ekonomi masyarakat.

Vice President CSR & SMEPP Pertamina, Rudi Arfianto, menegaskan pengalaman penanganan bencana menunjukkan air bersih selalu menjadi kebutuhan utama selain logistik dan energi. Akses air yang layak memungkinkan masyarakat segera kembali menjalankan aktivitas harian dan produktif.

"Dari berbagai pengalaman Pertamina dalam mendukung pemulihan bencana di Indonesia, kebutuhan air bersih selalu menjadi kebutuhan utama. Karena itu, kolaborasi ini kami lakukan untuk memastikan masyarakat dapat segera memperoleh akses air bersih yang layak," ujar Rudi seperti dikutip, Jumat (9/1/2026).

Kolaborasi ini diwujudkan melalui penyerahan tujuh unit alat bor sumur air jacro serta donasi dari Pekerja Elnusa Group. Fasilitas tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan sumur di titik-titik strategis dengan aktivitas masyarakat yang tinggi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.

Direktur Operasi PT Elnusa Tbk, Andri Haribowo, menyampaikan pembangunan sumur air pompa merupakan solusi yang cepat, tepat, dan berjangka panjang bagi masyarakat terdampak bencana.

Menurutnya, akses air bersih menjadi fondasi penting agar pemulihan ekonomi tidak terhambat.

"Inisiatif ini tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi pemulihan yang lebih tangguh ke depan. Kami berharap bantuan ini memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam masa pemulihan," jelas Andri.

Hingga kini, Pertamina telah mengebor lima sumur air bersih di Aceh Tamiang serta mereaktivasi 19 sumur eksisting. Selain itu, pengiriman air bersih terus dilakukan dengan 15 truk per hari, dengan total distribusi mencapai 2.165.000 liter hingga 8 Januari 2026.

Upaya penyediaan air bersih ini dinilai tidak hanya penting dalam fase tanggap darurat, tetapi juga krusial untuk mempercepat kebangkitan ekonomi lokal pascabencana.

Dengan tersedianya air bersih, risiko kesehatan dapat ditekan, biaya hidup masyarakat tidak melonjak, dan aktivitas produktif dapat segera berjalan kembali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Susun DIPA 2026, Kemenperin Janji Percepat Penyerapan Anggaran dan Penguatan Dampak Belanja Industri

Susun DIPA 2026, Kemenperin Janji Percepat Penyerapan Anggaran dan Penguatan Dampak Belanja Industri

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 13:33 WIB

OJK Waspadai Efek Domino Operasi Militer AS di Venezuela terhadap Stabilitas Keuangan RI

OJK Waspadai Efek Domino Operasi Militer AS di Venezuela terhadap Stabilitas Keuangan RI

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 11:46 WIB

IHSG Sempat 9.000, Purbaya Percaya Diri: Itu Baru Awal, Akan Naik Terus

IHSG Sempat 9.000, Purbaya Percaya Diri: Itu Baru Awal, Akan Naik Terus

Bisnis | Kamis, 08 Januari 2026 | 17:37 WIB

Terkini

Purbaya Siapkan Bea Keluar Batu Bara Gegara Banyak Selundupan, Nikel Menyusul

Purbaya Siapkan Bea Keluar Batu Bara Gegara Banyak Selundupan, Nikel Menyusul

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:56 WIB

Ekonom UI Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,54 Persen

Ekonom UI Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,54 Persen

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:54 WIB

Harga Minyak dan Emas Bakal Meroket Efek Nego AS-Iran Buntu, Bagaimana Nasib BBM RI?

Harga Minyak dan Emas Bakal Meroket Efek Nego AS-Iran Buntu, Bagaimana Nasib BBM RI?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:50 WIB

Timur Tengah Memanas, Rosan Roeslani Sebut RI Jadi 'Gadis Cantik' bagi Investor

Timur Tengah Memanas, Rosan Roeslani Sebut RI Jadi 'Gadis Cantik' bagi Investor

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:28 WIB

IHSG Tahan Banting Justru Menguat ke Level 7.500 di Tengah Gonjang-Ganjing AS-Iran

IHSG Tahan Banting Justru Menguat ke Level 7.500 di Tengah Gonjang-Ganjing AS-Iran

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:24 WIB

Telkom Bekali 260 Perempuan Pelaku UMKM Jadi Kreator Digital untuk Pengembangan Bisnis

Telkom Bekali 260 Perempuan Pelaku UMKM Jadi Kreator Digital untuk Pengembangan Bisnis

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:00 WIB

Purbaya Pernah Ancam Potong Anggaran Kemendag Gegara Lambat Urus Regulasi Impor

Purbaya Pernah Ancam Potong Anggaran Kemendag Gegara Lambat Urus Regulasi Impor

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 16:54 WIB

Realisasi Mudik Lebaran 2026 Tembus 147 Juta Orang, Lampaui Target Pemerintah

Realisasi Mudik Lebaran 2026 Tembus 147 Juta Orang, Lampaui Target Pemerintah

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 16:43 WIB

Mengapa Selat Malaka Bisa Jadi Senjata Indonesia Bebaskan Kapal Pertamina di Selat Hormuz?

Mengapa Selat Malaka Bisa Jadi Senjata Indonesia Bebaskan Kapal Pertamina di Selat Hormuz?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 16:41 WIB

Lebaran Berkah! BI Ramal Penjualan Eceran Maret 2026 Melesat 9,3 Persen

Lebaran Berkah! BI Ramal Penjualan Eceran Maret 2026 Melesat 9,3 Persen

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 16:21 WIB