Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.785

OJK Waspadai Efek Domino Operasi Militer AS di Venezuela terhadap Stabilitas Keuangan RI

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Jum'at, 09 Januari 2026 | 11:46 WIB
OJK Waspadai Efek Domino Operasi Militer AS di Venezuela terhadap Stabilitas Keuangan RI
Aktivis dari Free Palestine Network (FPN) melakukan aksi bela Venezuela di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Selasa (6/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • OJK waspadai efek penangkapan Maduro oleh AS terhadap stabilitas ekonomi global & RI. Dampak langsung ke
  • harga minyak & komoditas RI belum terlihat signifikan dalam jangka pendek.
  • Ekonomi global 2026 diprediksi melandai; bank sentral mulai pangkas suku bunga acuan.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan peringatan serius terkait eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela.

Langkah militer AS yang melakukan penangkapan terhadap mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dinilai dapat memicu ketidakpastian tinggi pada stabilitas ekonomi dan keuangan global, termasuk Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menyatakan bahwa pihaknya terus mencermati risiko jangka panjang dari peristiwa ini. Menurutnya, ketegangan ini menambah beban risiko geopolitik yang sebelumnya sudah menekan proses pertumbuhan ekonomi dunia.

"Hal ini telah menyebabkan eskalasi terhadap tensi geopolitik. Dalam jangka menengah-panjang harus kita waspadai terus karena menyebabkan ketidakpastian tinggi pada stabilitas ekonomi global," ujar Mahendra dalam konferensi pers RDK Bulanan secara virtual, Jumat (9/1/2026).

Meski tensi memanas, Mahendra menjelaskan bahwa dalam jangka pendek, dampak langsung terhadap sistem keuangan Indonesia belum terlihat signifikan. Hingga saat ini, fluktuasi produksi dan harga minyak dunia maupun komoditas ekspor utama Indonesia belum menunjukkan guncangan drastis akibat insiden tersebut.

"Sekalipun demikian, kita tentu juga harus mencermati perkembangan risikonya kepada perekonomian dan sektor jasa keuangan dalam jangka menengah-panjangnya," imbuhnya.

Di tengah kemelut geopolitik, lembaga multilateral memperkirakan pertumbuhan ekonomi global tahun 2026 akan terus melandai di bawah rata-rata prapandemi.

Di Amerika Serikat, perekonomian menunjukkan kinerja yang relatif solid dengan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal III 2025 tumbuh 4,3 persen, lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya dan di atas konsensus pasar.

Meski demikian, pasar tenaga kerja mulai menunjukkan tanda moderasi, sementara inflasi November 2025 tercatat turun menjadi 2,7 persen dan inflasi inti turun ke level 2,6 persen.

Sementara itu, di Tiongkok perlambatan ekonomi masih berlanjut dengan konsumsi rumah tangga yang tertahan. Dari sisi penawaran, PMI manufaktur kembali masuk ke zona kontraksi dan tekanan di sektor properti masih terus berlangsung.

OJK menegaskan bahwa penguatan risiko fiskal di sejumlah negara utama serta dinamika politik internasional akan menjadi faktor penentu arah kebijakan sektor jasa keuangan nasional sepanjang tahun ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tangis Staf Keuangan Pecah di Sidang MK: Melawan 'Pasal Jebakan' Atasan dalam KUHP Baru

Tangis Staf Keuangan Pecah di Sidang MK: Melawan 'Pasal Jebakan' Atasan dalam KUHP Baru

News | Jum'at, 09 Januari 2026 | 11:37 WIB

Purbaya Curhat Kena Omel Prabowo, Banyak Kecurangan di Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Curhat Kena Omel Prabowo, Banyak Kecurangan di Pajak dan Bea Cukai

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 11:21 WIB

OJK Desak Perbankan Segara Tutup Ribuan Rekening Judi Online

OJK Desak Perbankan Segara Tutup Ribuan Rekening Judi Online

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 11:06 WIB

Terkini

AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90

AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:00 WIB

Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?

Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 21:17 WIB

Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng

Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:48 WIB

Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban

Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:38 WIB

Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai

Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:15 WIB

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 19:05 WIB

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:55 WIB

Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah

Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:44 WIB

Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank

Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:20 WIB

Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak

Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:19 WIB