Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.750.000
IHSG 7.026,782
LQ45 714,581
Srikehati 342,341
JII 479,563
USD/IDR 16.990

IHSG Gagal Tembus Level 9.000, Investor Panik Langsung Buru-buru Lego Saham

Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 12 Januari 2026 | 17:29 WIB
IHSG Gagal Tembus Level 9.000, Investor Panik Langsung Buru-buru Lego Saham
Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • IHSG ditutup melemah di level 8.884 pada Senin (12/1/2026) akibat aksi ambil untung saham besar.
  • Pelemahan didorong aksi jual antisipatif kebijakan MSCI dan tekanan jual yang memicu penurunan signifikan.
  • Sentimen negatif global, pelemahan rupiah, serta isu The Fed membebani pasar saham domestik hari itu.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Senin, 12 Januari 2025 seiring maraknya aksi profit taking dan panic selling, setelah indeks gagal bertahan di atas level psikologis 9.000.

IHSG berakhir di level 8.884, turun 0,58 persen. Padahal, pada awal perdagangan indeks sempat menguat dan kembali menyentuh area 9.000 sebelum akhirnya berbalik arah ke zona merah.

Seperti dikutip dari Riset Phintraco Sekuritas, pelemahan ini dipicu aksi ambil untung pada saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya saham konglomerasi, yang sebelumnya telah mengalami reli dan menjadi kontributor utama penguatan indeks.

Tekanan jual tersebut juga disebut sebagai bentuk antisipasi pelaku pasar terhadap rencana pengumuman kebijakan baru MSCI terkait perhitungan free float yang dijadwalkan pada akhir bulan ini.

Layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Aksi profit taking yang masif kemudian memicu panic selling, sehingga IHSG sempat tertekan hingga menyentuh level 8.715. Meski sempat mengalami perbaikan menjelang penutupan, indeks tetap bertahan di area negatif.

Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah moving average lima hari (MA5). Indikator MACD dan Stochastic RSI mengindikasikan potensi berlanjutnya koreksi, seiring meningkatnya volume jual.
Untuk perdagangan selanjutnya, IHSG diperkirakan bergerak sideways cenderung melemah dengan peluang menguji area support di kisaran 8.725–8.800. Adapun level resistance berada di 8.950, dengan pivot di 8.900.

Dari sisi makroekonomi, penjualan ritel Indonesia tercatat tumbuh 6,3 persen secara tahunan (year on year/YoY) pada November 2025, meningkat signifikan dibandingkan Oktober 2025 yang sebesar 4,3 persen YoY. Capaian ini menjadi pertumbuhan tahunan tercepat sejak Maret 2024. Namun demikian, sentimen positif tersebut belum mampu menopang pergerakan pasar saham.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah kembali melemah dan ditutup di level Rp16.855 per dolar AS pada perdagangan Senin. Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global serta kekhawatiran pasar terhadap prospek ekonomi domestik.

Sentimen eksternal juga membebani pasar. Ketegangan geopolitik global kembali meningkat menyusul konflik di Iran yang diwarnai gelombang protes dan korban jiwa, ditambah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang membuka peluang intervensi. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran eskalasi konflik politik global.

Selain itu, indeks saham di bursa Eropa dibuka melemah, sementara indeks futures di Wall Street bergerak di zona negatif. Tekanan semakin kuat setelah Departemen Kehakiman AS membuka penyelidikan kriminal terhadap Chairman The Federal Reserve Jerome Powell, terkait kesaksiannya di Komite Perbankan Senat mengenai renovasi gedung kantor pusat The Fed.

Langkah ini dipersepsikan pasar sebagai upaya Presiden Trump untuk menekan bank sentral atau mempercepat pergantian pimpinan The Fed sebelum masa jabatan Powell berakhir pada Mei 2026.

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan hari ini, sebanyak 71,79 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 39,95 triliun, serta frekuensi sebanyak 5,01 juta kali.

Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 293 saham bergerak naik, sedangkan 459 saham mengalami penurunan, dan 206 saham tidak mengalami pergerakan.

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, MSKY, DKHH, FOLK, KIPG, SOHO, GULA, SOTS, ATAP, INDS, APLN, SOCI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen

Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 17:04 WIB

BEI Bidik Empat Emiten Sekaligus, Status UMA Melekat pada Saham-saham Ini

BEI Bidik Empat Emiten Sekaligus, Status UMA Melekat pada Saham-saham Ini

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 13:21 WIB

IHSG Pecah Rekor Lagi di Senin Pagi, Tembus Level 8.991

IHSG Pecah Rekor Lagi di Senin Pagi, Tembus Level 8.991

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 09:18 WIB

Terkini

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 19:58 WIB

Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA

Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 18:20 WIB

Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?

Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:59 WIB

Airlangga: Prabowo Mau Kirim Tim ke Korea Selesaikan Proyek Jet Tempur KF-21

Airlangga: Prabowo Mau Kirim Tim ke Korea Selesaikan Proyek Jet Tempur KF-21

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:55 WIB

Anggota DPR Ingin Adanya Perubahan Polam Konsumsi Energi dari BBM ke EV

Anggota DPR Ingin Adanya Perubahan Polam Konsumsi Energi dari BBM ke EV

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:51 WIB

Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025

Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:40 WIB

BPS Ungkap Penginapan Hotel Lesu di Februari 2026, Ini Penyebabnya

BPS Ungkap Penginapan Hotel Lesu di Februari 2026, Ini Penyebabnya

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:33 WIB

DJP Tebar Insentif, Denda Telat Lapor SPT Tahunan 2025 Dihapuskan Hingga 30 April

DJP Tebar Insentif, Denda Telat Lapor SPT Tahunan 2025 Dihapuskan Hingga 30 April

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:15 WIB

Perkuat Produksi Jagung Nasional, BULOG Dorong Panen dan Tanam Serentak di Blora

Perkuat Produksi Jagung Nasional, BULOG Dorong Panen dan Tanam Serentak di Blora

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:09 WIB

Pariwisata RI Kembali Bergairah Awal 2026, Didominasi Turis China

Pariwisata RI Kembali Bergairah Awal 2026, Didominasi Turis China

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 15:43 WIB