Harga Emas dan Perak Meroket Usai Sengketa Trump vs The Fed Makin Memanas

M Nurhadi

Senin, 12 Januari 2026 | 18:38 WIB
Harga Emas dan Perak Meroket Usai Sengketa Trump vs The Fed Makin Memanas
Donald Trump (instagram)
baca 10 detik
  • Ketidakpastian politik AS akibat sengketa Trump-The Fed memicu kenaikan harga emas dan perak pada 12 Januari 2026.
  • Ketua The Fed, Jerome Powell, diselidiki kriminal oleh Departemen Kehakiman terkait biaya renovasi gedung The Fed.
  • Powell meyakini penyelidikan ini merupakan intimidasi politik karena menolak tekanan Trump untuk menurunkan suku bunga acuan.

Suara.com - Ketidakpastian politik di Amerika Serikat telah memicu kepanikan investor global, yang berujung pada lonjakan drastis harga aset aman (safe-haven).

Pada perdagangan Senin (12/1/2026), harga emas dunia melesat 1,4% ke level USD 4.572,36 per ons, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di USD 4.600,33.

Tak hanya emas, harga perak juga mencetak sejarah baru dengan menyentuh rekor USD 84,58 per ons sebelum terkoreksi tipis ke level USD 83,26.

Eskalasi harga logam mulia ini merupakan respons langsung pasar terhadap sengketa tajam antara administrasi Presiden Donald Trump dengan bank sentral.

Kondisi ini diperparah oleh sentimen global akibat ketegangan yang masih berlanjut di Iran, sehingga membuat pelaku pasar mengalihkan modal mereka ke komoditas yang dinilai lebih stabil di masa krisis.

Puncak dari kegaduhan ini terjadi ketika Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, mengonfirmasi bahwa dirinya kini menjadi subjek penyelidikan kriminal oleh jaksa penuntut federal.

Melalui pernyataan resminya pada hari Minggu, Powell mengungkapkan bahwa Departemen Kehakiman AS telah melayangkan somasi (subpoena) serta mengancam akan mengeluarkan dakwaan pidana.

Secara formal, otoritas hukum membidik kesaksian Powell di hadapan Senat terkait proyek renovasi gedung-gedung Federal Reserve, termasuk Eccles Building dan 1951 Constitution Avenue.

Proyek modernisasi bangunan dari era 1930-an tersebut menuai kritik tajam dari Donald Trump karena pembengkakan biaya yang diklaim mencapai USD 3,1 miliar—jauh melampaui estimasi awal The Fed yang sebesar USD 2,5 miliar.

baca juga

Meski berkedok sengketa biaya bangunan, Jerome Powell secara terbuka menyebut langkah hukum ini sebagai tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya (unprecedented).

Ia meyakini bahwa penyelidikan ini merupakan bentuk intimidasi karena dirinya menolak tekanan Trump untuk menurunkan suku bunga demi kepentingan politik jangka pendek.

"Hal ini menegaskan apakah The Fed akan mampu terus menetapkan suku bunga berdasarkan bukti dan kondisi ekonomi, atau apakah kebijakan moneter justru akan dipengaruhi oleh tekanan atau intimidasi politik," tegas Powell sebagaimana dikutip dari BBC.

Ia memperingatkan bahwa masa depan ekonomi AS akan sangat berbahaya jika bank sentral kehilangan objektivitasnya akibat tekanan eksekutif.

Langkah Departemen Kehakiman yang dianggap sebagai "perpanjangan tangan" politik ini menuai kecaman dari Capitol Hill. Senator Partai Republik, Thom Tillis, mengancam akan memblokir setiap kandidat pengganti Powell yang diajukan Trump hingga masalah hukum ini selesai.

Ia mempertanyakan kredibilitas Departemen Kehakiman yang dianggap telah kehilangan independensinya.

Sikap lebih keras datang dari Senator Demokrat, Elizabeth Warren. Ia menuduh Donald Trump sedang melakukan upaya pengambilalihan korup (corrupt takeover) terhadap sistem moneter nasional.

Menurut Warren, Trump sengaja mengkriminalisasi Powell agar bisa menempatkan sosok yang mudah dikendalikan sebagai pimpinan bank sentral yang baru.

Gedung The Federal Reserve. [Shutterstock]
Gedung The Federal Reserve. [Shutterstock]

Analisis Pasar: Tekanan yang Tidak Berdasar?

April Larusse, kepala spesialis investasi di Insight Investment, menilai bahwa serangan terhadap The Fed sebenarnya tidak memiliki landasan ekonomi yang kuat.

Meskipun Trump menginginkan suku bunga rendah untuk memacu pertumbuhan, inflasi yang masih membayangi masyarakat kelas menengah ke bawah tetap memerlukan kebijakan moneter yang hati-hati.

Dalam wawancara terbarunya dengan NBC News, Donald Trump tetap pada posisinya dengan mengkritik kinerja Powell. "Dia jelas tidak terlalu bagus di Federal Reserve, dan dia juga tidak terlalu bagus dalam proyek gedung," sindir Trump.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Makin Berani! Ketua The Fed Jerome Powell Dihadapkan Kasus Kriminal

Donald Trump Makin Berani! Ketua The Fed Jerome Powell Dihadapkan Kasus Kriminal

News | Senin, 12 Januari 2026 | 18:20 WIB

Trump Dikabarkan Kirim Operasi Khusus Militer AS untuk 'Caplok' Greenland

Trump Dikabarkan Kirim Operasi Khusus Militer AS untuk 'Caplok' Greenland

News | Minggu, 11 Januari 2026 | 11:37 WIB

Harga Minyak Dunia Naik Tipis: Stok AS Merosot di Tengah Ambisi Trump Kuasai Minyak Venezuela

Harga Minyak Dunia Naik Tipis: Stok AS Merosot di Tengah Ambisi Trump Kuasai Minyak Venezuela

Bisnis | Kamis, 08 Januari 2026 | 10:30 WIB

Terkini

BRImo Hadirkan Promo Tiket ARTSUBS 2026 Rp5.000, Saatnya Jelajahi Seni Kontemporer

BRImo Hadirkan Promo Tiket ARTSUBS 2026 Rp5.000, Saatnya Jelajahi Seni Kontemporer

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Lawan Dehidrasi! 4 Barrier Sunscreen Lokal Buat Kulit Kering Tetap Lembap

Lawan Dehidrasi! 4 Barrier Sunscreen Lokal Buat Kulit Kering Tetap Lembap

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Penantian Panjang Warga Jakarta Berakhir, Masjid Apung Ancol Resmi Berdiri

Penantian Panjang Warga Jakarta Berakhir, Masjid Apung Ancol Resmi Berdiri

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Persija Terseret Insiden Bus Persib U-18, Ferry Paulus Dukung Erick Thohir soal Pengurangan Poin

Persija Terseret Insiden Bus Persib U-18, Ferry Paulus Dukung Erick Thohir soal Pengurangan Poin

Bola | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Wacana Gaji ASN Lewat Kopdes Dinilai Minim Urgensi, Ekonom UGM: Cuma Bikin Ruwet

Wacana Gaji ASN Lewat Kopdes Dinilai Minim Urgensi, Ekonom UGM: Cuma Bikin Ruwet

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Vicky Prasetyo Sentil Artis dan Influencer yang Diam soal Karhutla: Kalau Flexing Jari Kalian Lincah

Vicky Prasetyo Sentil Artis dan Influencer yang Diam soal Karhutla: Kalau Flexing Jari Kalian Lincah

Entertainment | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Soal Hak Angket Polemik Ijazah Gibran, Jokowi: Itu Hak Konstitusional Partai Politik di DPR

Soal Hak Angket Polemik Ijazah Gibran, Jokowi: Itu Hak Konstitusional Partai Politik di DPR

Surakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Petaka Ritual Healing yang Menghancurkan Persahabatan di Film Hasut

Petaka Ritual Healing yang Menghancurkan Persahabatan di Film Hasut

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Two Way Cake Hanasui Cocok untuk Kulit Apa? Kenali Formula, Shade, dan Hasil Akhirnya

Two Way Cake Hanasui Cocok untuk Kulit Apa? Kenali Formula, Shade, dan Hasil Akhirnya

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:25 WIB

PDIP Tegaskan Sanksi bagi Kader Usai Bupati Klaten Kena OTT KPK

PDIP Tegaskan Sanksi bagi Kader Usai Bupati Klaten Kena OTT KPK

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:23 WIB

×