5 Fakta Kasus Timothy Ronald dan Dugaan Penipuan Kripto MANTA Network

M Nurhadi

Selasa, 13 Januari 2026 | 07:21 WIB
5 Fakta Kasus Timothy Ronald dan Dugaan Penipuan Kripto MANTA Network
Timothy Ronald. [Instagram]
baca 10 detik
  • Timothy Ronald dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan investasi aset kripto Manta Network senilai miliaran rupiah.
  • Kasus bermula dari janji keuntungan besar 500% melalui sinyal yang dibagikan di grup Discord pada Januari 2024.
  • Penyidik Polda Metro Jaya telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap pelapor dan saksi untuk mendalami unsur pidana kasus ini.

Suara.com - Pendiri Akademi Crypto dan Youtuber, Timothy Ronald, menjadi sorotan setelah dilaporkan ke pihak berwajib terkait kerugian investasi kripto yang dialami  investor.

Berikut adalah fakta-fakta kunci terkait perkembangan kasus tersebut:

1. Kronologi: Janji Keuntungan 500 Persen di Discord

Berdasarkan laporan yang beredar, dugaan penipuan ini bermula dari grup Discord yang dikelola oleh pihak terlapor.

Pada Januari 2024, korban mengaku diberikan "sinyal" atau rekomendasi untuk membeli aset kripto bernama Manta Network (MANTA).

Saat itu, muncul narasi optimis bahwa harga koin tersebut bakal meroket antara 300 hingga 500 persen dalam waktu singkat.

2. Polda Metro Jaya Mulai Periksa Saksi dan Pelapor

Kepolisian bergerak cepat menangani laporan yang masuk pada Jumat (9/1/2026). Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa penyidik telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap pelapor berinisial Y beserta para saksi pada hari Selasa (13/1/2026).

Agenda ini bertujuan untuk mengklarifikasi duduk perkara dan mengumpulkan bukti permulaan.

baca juga

3. Nilai Kerugian Mencapai Miliaran Rupiah

Terpikat dengan janji keuntungan yang fantastis, korban memutuskan untuk menginvestasikan modal sebesar Rp 3 miliar untuk membeli koin MANTA.

Namun, alih-alih mendapatkan keuntungan, nilai investasi tersebut justru tergerus habis. Harga koin tersebut anjlok parah hingga menyentuh angka minus 90 persen dari harga beli korban.

Manta Network
Manta Network

4. Kejatuhan Drastis Harga Koin MANTA

Manta Network sebenarnya adalah proyek blockchain modular yang berfokus pada privasi menggunakan teknologi Zero-Knowledge Proof (ZK). Meskipun secara teknologi memiliki fundamental yang jelas, pergerakan harganya sangat volatil:

Puncak Harga: Pada Maret 2024, koin ini sempat menyentuh level US$ 3.915 (sekitar Rp 65,9 juta per koin).
Kondisi Saat Ini: Harga koin MANTA telah terjun bebas sebesar 96,51% ke level US$ 0,0789 atau hanya sekitar Rp 1.330 per koin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aturan Purbaya soal Kripto Dinilai Bikin Industri Makin Transparan

Aturan Purbaya soal Kripto Dinilai Bikin Industri Makin Transparan

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 16:25 WIB

Timothy Ronald Kupas Cara Raditya Dika Mengelola Investasi demi Kebebasan Finansial

Timothy Ronald Kupas Cara Raditya Dika Mengelola Investasi demi Kebebasan Finansial

Lifestyle | Senin, 12 Januari 2026 | 11:34 WIB

Aset Pengguna Tokocrypto Tembus Rp5,8 Triliun, Diaudit Teknologi Canggih!

Aset Pengguna Tokocrypto Tembus Rp5,8 Triliun, Diaudit Teknologi Canggih!

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 11:33 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×