Suara.com - Seberapa penting dana darurat menjadi salah satu pertanyaan yang kerap muncul di kalangan anak muda.
Jika Anda berasal dari keluarga yang sederhana dan biasa-biasa saja, bisa dipastikan memiliki dana darurat adalah hal penting yang harus disegerakan.
Sebagaimana diketahui, hidup penuh dengan kejutan, dan beberapa di antaranya bisa membutuhkan dana yang besar.
Baik itu keadaan darurat medis, kehilangan pekerjaan, perbaikan mobil, atau kejadian tak terduga lainnya, Anda butuh dana cadangan untuk mengatasi itu semua.
Apa Itu Dana Darurat?
Dana darurat adalah jaring pengaman keuangan, yang menawarkan akses instan ke uang ketika Anda perlu menutupi biaya pengeluaran tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, perjalanan tak terduga, atau keadaan darurat medis.
Ini melibatkan penyisihan dana secara teratur sehingga Anda dapat menggunakan cadangan uang tunai ini tanpa perlu menggunakan pinjaman berbunga tinggi atau kartu kredit dan terjerat utang atau kesulitan keuangan.
Berapa banyak uang yang Anda butuhkan untuk dana darurat?
Tidak ada aturan baku mengenai berapa banyak uang yang harus Anda miliki dalam dana darurat, sebab dalam hal ini Anda harus mempertimbangkan keadaan Anda sendiri.
Baca Juga: Suami Tasya Kamila Kena Kanker Saat Baru Resign: Dana Darurat Tersedot!
Panduan umumnya adalah menabung untuk biaya hidup selama dua hingga tiga bulan.
Namun, jika Anda berpikir jangka panjang, seperti cuti kerja untuk merawat keluarga, ada baiknya mempertimbangkan tabungan darurat hingga enam bulan.

Mengapa Dana Darurat Penting
Dana darurat berfungsi sebagai jaring pengaman keuangan, menawarkan perlindungan terhadap pengeluaran tak terduga yang dapat mengganggu stabilitas keuangan Anda.
Tidak seperti pengeluaran yang direncanakan, seperti pengeluaran liburan atau perawatan mobil, keadaan darurat seringkali membutuhkan perhatian segera, sehingga menyisakan sedikit ruang untuk penyesuaian anggaran.
Berikut adalah beberapa contoh umum pengeluaran tak terduga yang dapat muncul:
- Kehilangan pekerjaan, atau pengurangan jam kerja
- Keadaan darurat medis
- Perbaikan rumah
1. Persiapan Jika Amit-amit Kena PHK
Dana darurat Anda memungkinkan lebih banyak kebebasan dan fleksibilitas dalam hidup Anda.
Anda dapat menghadapi perubahan besar dalam hidup tanpa rasa takut akan ketidakstabilan keuangan yang terus-menerus.
Salah satunya adalah fakta bawa Anda bisa kehilangan pekerjaan secara tiba-tiba atau memutuskan untuk mengambil cuti panjang.
Jika demikian, maka tentu saja gaji bulanan yang selama ini Anda jadikan tumpuan akan terhenti. Dana darurat yang sudah Anda kumpulkan akan memberi Anda napas lebih panjang untuk memenuhi kebutuhan.
2. Keadaan Darurat Medis
Kita tidak selamanya akan sehat, ada masanya kita atau orang tua harus menghadapi masalah medis yang mungkin memerlukan biaya besar.
Dara darurat akan menyelamatkan Anda dari kasus ini. Sebab setidaknya, Anda punya simpanan yang gampang dicairkan untuk mengatasi masalah tersebut.
Cara Nabung Dana Darurat untuk Gaji Rp2 juta, Rp3 juta, Rp5 juta, dan Rp10 juta
1. Dana Darurat untuk Gaji Rp2 Juta
- Estimasi pengeluaran: Rp1,7 juta/bulan
- Target minimal (3 bulan): ±Rp5 juta
- Strategi Menabung: Sisihkan 10–15% gaji → Rp200.000–Rp300.000/bulan
2. Dana Darurat untuk Gaji Rp3 Juta
- Estimasi pengeluaran: Rp2,3 juta/bulan
- Target minimal (3 bulan): ±Rp7 juta
- Strategi Menabung: Sisihkan 15–20% gaji → Rp450.000–Rp600.000/bulan
- Target tercapai dalam 12–16 bulan
3. Dana Darurat untuk Gaji Rp5 Juta
- Estimasi pengeluaran: Rp3,5 juta/bulan
- Target ideal (6 bulan): ±Rp21 juta
- Strategi Menabung: Sisihkan 20–25% gaji → Rp1–1,25 juta/bulan
- Target tercapai dalam 17–21 bulan
4. Dana Darurat untuk Gaji Rp10 Juta
- Estimasi pengeluaran: Rp6–7 juta/bulan
- Target ideal (6 bulan): ±Rp40 juta
- Strategi Menabung: Sisihkan 25–30% gaji → Rp2,5–3 juta/bulan
- Target tercapai dalam 13–16 bulan.
Itulah beberapa penjelasan tentang pentingnya seseorang memiliki dana darurat. Semoga membantu!
Kontributor : Damai Lestari