Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.865.000
Beli Rp2.745.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

BUMI Terkoreksi ke Level Rp408, Analis Ungkap Target Harga Saham

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 15 Januari 2026 | 16:24 WIB
BUMI Terkoreksi ke Level Rp408, Analis Ungkap Target Harga Saham
PT BUMI Resources Tbk [Suara.com/BUMI-HO Ist]
  • Saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) ditutup melemah 3,32% ke Rp408 pada perdagangan Kamis, 15 Januari 2026.
  • Volume transaksi BUMI mencapai 1,34 miliar saham dengan total nilai transaksi Rp560,7 miliar hingga sesi pertama.
  • CGS International menyarankan strategi "Spec Buy" dengan support krusial di Rp414 untuk target harga Rp430–Rp438.

Suara.com - PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), kembali menjadi pusat perhatian pelaku pasar pada perdagangan Kamis (15/1/2026).

Setelah sempat menguat di awal sesi, saham BUMI justru berakhir di zona merah akibat tekanan jual yang cukup masif di sepanjang jam perdagangan.

Pada penutupan sesi pertama, saham BUMI terpangkas 14 poin atau melemah 3,32 persen ke posisi Rp408 per saham, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp422.

Memasuki sesi kedua, fluktuasi masih berlanjut di mana saham ini sempat terkoreksi hingga 2,28 persen pada area harga yang berbeda seiring dinamika intraday yang tinggi.

Sepanjang hari ini, BUMI menunjukkan rentang pergerakan yang cukup lebar. Membuka perdagangan di level Rp426, saham ini sempat menggapai titik tertinggi di Rp428.

Namun, sentimen pasar yang fluktuatif serta aksi ambil untung (profit taking) membuat harga terseret turun hingga menyentuh level terendah harian di Rp404.

Tingginya minat transaksi pada saham ini terlihat dari volume perdagangan yang mencapai 1,34 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 56,3 ribu kali. Adapun nilai transaksi total yang dibukukan hingga sesi pertama menembus angka Rp560,7 miliar.

Meskipun dalam sepekan terakhir harga saham BUMI telah terkoreksi sekitar 10 persen, secara akumulasi bulanan saham ini masih mencatatkan rapor hijau dengan kenaikan 13 persen.

Sementara itu, secara year-to-date (ytd), performa BUMI masih tumbuh positif sebesar 13,6 persen.

Di tengah koreksi yang terjadi, CGS International Sekuritas Indonesia memberikan pandangan teknikal bagi para pemodal yang ingin memanfaatkan momentum fluktuasi ini.

Lembaga sekuritas tersebut menyarankan strategi "Spec Buy" atau beli spekulatif dengan tetap memperhatikan batasan risiko yang ketat.

Dalam catatan risetnya, CGS International menetapkan titik support krusial pada level Rp414.

Selama harga saham tidak terjatuh di bawah level tersebut, BUMI dinilai masih memiliki potensi untuk berbalik arah (rebound) menuju target harga jangka pendek di kisaran Rp430 hingga Rp438.

"BUMI Spec Buy dengan support 414, lakukan cut loss jika harga menembus ke bawah 406. Jika level 414 terjaga, terdapat potensi kenaikan ke rentang 430-438 dalam jangka pendek," tulis tim riset CGS International Sekuritas, Kamis (15/1).

Investor diingatkan untuk tetap waspada terhadap sentimen eksternal, terutama pergerakan harga komoditas batu bara global dan arah indeks sektoral.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham-saham Tekstil Langsung ARA Usai Pemerintah Siapkan Suntikan Dana Triliunan

Saham-saham Tekstil Langsung ARA Usai Pemerintah Siapkan Suntikan Dana Triliunan

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 15:18 WIB

Suntikan Aset dan Efisiensi Operasional, Saham INDS Meroket 145% Hingga Tembus ARA

Suntikan Aset dan Efisiensi Operasional, Saham INDS Meroket 145% Hingga Tembus ARA

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 15:03 WIB

IHSG Bidik Level 10.500: Mirae Asset Tetap Bullish di Tengah Tantangan Rupiah

IHSG Bidik Level 10.500: Mirae Asset Tetap Bullish di Tengah Tantangan Rupiah

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 13:49 WIB

Terkini

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:38 WIB

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:31 WIB

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:30 WIB

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:27 WIB

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:21 WIB

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:12 WIB

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:45 WIB

Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini

Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:39 WIB

Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI

Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:26 WIB

Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN

Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:14 WIB