- Inflasi tahun 2025 diprediksi Andry Asmoro sebesar 2,9 persen, masih dianggap terkendali oleh Bank Mandiri.
- Konsumsi domestik yang kuat di akhir 2025, ditunjukkan MSI naik 17% bulanan, menopang inflasi inti.
- Administered prices Desember 2025 naik karena penyesuaian tarif tiket pesawat dan BBM selama Nataru.
Suara.com - Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, menilai inflasi yang mencapai 2,9 persen ini di tahun 2025 masih terkendali.
Ia menjelaskan, peningkatan inflasi inti tersebut didukung oleh menguatnya konsumsi domestik pada pengujung tahun 2025. Di sisi lain, kenaikan harga emas turut memberikan kontribusi terhadap pergerakan inflasi inti pada periode tersebut.
"Aktivitas konsumsi tetap solid pada Desember, tercermin dari kenaikan Mandiri Spending Index (MSI) sebesar 17 persen secara bulanan,” kata Andry dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Dia mengungkapkan secara keseluruhan, berbagai data terbaru yang dirilis BPS menunjukkan kinerja perekonomian nasional dari sisi konsumsi masyarakat masih berada dalam tren yang positif, dengan stabilitas harga yang tetap terjaga di tengah dinamika permintaan musiman.
![Ilustrasi tingkat konsumsi masyarakat. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/04/23/77716-ilustrasi-tingkat-konsumsi-masyarakat-istimewa.jpg)
Kondisi ini menegaskan peran konsumsi domestik sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.
"Memasuki tahun 2026, tekanan inflasi diperkirakan tetap berada dalam kisaran yang terkendali pada awal tahun, didukung oleh kondisi sisi pasokan pangan yang relatif kondusif. Stabilitas tersebut turut memberikan ruang bagi konsumsi masyarakat untuk tetap tumbuh secara lebih terukur dan berkelanjutan," jelas Andry.
Sementara itu, komponen inflasi harga yang diatur pemerintah (administered prices) pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,37 persen MoM, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,24 persen MoM.
Kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh penyesuaian tarif tiket pesawat dan bahan bakar minyak (BBM) selama periode libur Nataru.
Adapun, peningkatan inflasi inti tersebut didukung oleh menguatnya konsumsi domestik pada pengujung tahun 2025. Di sisi lain, kenaikan harga emas turut memberikan kontribusi terhadap pergerakan inflasi inti pada periode tersebut.
Baca Juga: Panduan Cara Ganti Kartu Debit ATM BRI, BNI, dan Mandiri Kedaluwarsa
"Aktivitas konsumsi tetap solid pada Desember, tercermin dari kenaikan Mandiri Spending Index (MSI) sebesar 17 persen secara bulanan," kata Andry.
Selain itu, terjaganya inflasi dan penguatan konsumsi domestik, juga selaras dengan pencapaian Bank Mandiri lewat kinerja intermediasi yang tetap solid.
Hal ini, tercermin dari pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 13,1 persen secara tahunan menjadi Rp 1.452 triliun berdasarkan laporan keuangan Bank Mandiri (bank only) per akhir November 2025.
Kinerja tersebut didukung oleh likuiditas yang terkelola serta kualitas aset yang terjaga, sekaligus mempertegas peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengoptimalkan ekosistem layanan transaksi dan pembiayaan guna menghadirkan nilai tambah serta mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi yang lebih produktif, unggul dan berkelanjutan.