Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.340,020
LQ45 636,637
Srikehati 310,704
JII 381,030
USD/IDR 17.904

Kerugian Ekologis dan Ancaman Ekonomi: PETI Jadi Pemicu Utama Banjir Bandang di Pohuwato

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:30 WIB
Kerugian Ekologis dan Ancaman Ekonomi: PETI Jadi Pemicu Utama Banjir Bandang di Pohuwato
Ilustrasi. Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Pohuwato kini secara resmi diidentifikasi sebagai penyebab utama rentetan bencana banjir bandang yang melanda Kecamatan Buntulia dan Marisa. Foto ist.
baca 10 detik
  • Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Pohuwato kini secara resmi diidentifikasi sebagai penyebab utama rentetan bencana banjir bandang.
  • Fakta ini terungkap dalam laporan terbaru hasil investigasi lapangan dua lembaga otoritas lingkungan dan pengairan di Gorontalo.
  • Berdasarkan penelusuran lapangan yang dilakukan sejak Oktober 2025, tim ahli menemukan adanya sedimentasi parah dan perubahan drastis pada badan sungai.

Suara.com - Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Pohuwato kini secara resmi diidentifikasi sebagai penyebab utama rentetan bencana banjir bandang yang melanda Kecamatan Buntulia dan Marisa. Fakta ini terungkap dalam laporan terbaru hasil investigasi lapangan dua lembaga otoritas lingkungan dan pengairan di Gorontalo.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) serta Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) II Provinsi Gorontalo menegaskan bahwa praktik PETI yang berlangsung selama bertahun-tahun telah memicu kerusakan struktural pada ekosistem sungai.

Berdasarkan penelusuran lapangan yang dilakukan sejak Oktober 2025, tim ahli menemukan adanya sedimentasi parah dan perubahan drastis pada badan sungai. Sungai Dulamayo dan Sungai Ilota, yang sebelumnya memiliki aliran lancar, kini mengalami pendangkalan signifikan, terutama di titik-titik yang berdekatan dengan area tambang ilegal.

“Hal ini menyebabkan aliran air tersumbat, memperburuk potensi banjir saat curah hujan tinggi. Selain itu, banyaknya tumpukan material hasil galian dari bekas PETI yang menggunakan alat berat menghalangi jalannya aliran air,” kutip laporan Tim DLHK yang ditandatangani oleh Romly Utiarahman, Jumat (16/1/2026).

Laporan tersebut merinci empat dampak fatal PETI terhadap infrastruktur alam seperti pendangkalan dan penyempitan aliran sungai, erosi dan penggundulan hutan secara masif, pencemaran air yang berdampak pada kesehatan masyarakat dan perubahan arah aliran sungai secara liar.

Data teknis dari BWSS II menunjukkan skala kerusakan yang mengkhawatirkan. Tim yang diketuai oleh Moh Isnaen Muhidin, Kasi Operasi dan Pemeliharaan SDA, mencatat bahwa total bukaan lahan akibat PETI mencapai 612 hektare.

Lebih memprihatinkan lagi, sebesar 370,75 hektare dari total tersebut berada di dalam Kawasan Cagar Alam dan Areal Penyangga. Hilangnya daerah penangkap air di zona konservasi ini menyebabkan peningkatan debit air dan pengiriman sedimentasi dalam jumlah besar ke hilir.

"Luasnya bukaan lahan di dalam Cagar Alam secara langsung meningkatkan risiko bencana banjir bandang, khususnya di Desa Hulawa hingga pusat Kota Marisa," tulis laporan tersebut.

Kesimpulan teknis ini senada dengan pernyataan tegas Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Widodo. Setelah meninjau langsung bukaan hutan di lokasi, Kapolda menegaskan pada Selasa (13/1/2026) bahwa aktivitas ilegal ini adalah biang keladi banjir di Kecamatan Buntulia dan Marisa.

baca juga

Sebagai informasi, wilayah terdampak ini dilalui oleh sistem Sungai Taluduyunu sepanjang 14,8 kilometer yang bermuara di Teluk Tomini. Aliran air dari hulu mengalir melalui tiga sungai utama: Sungai Dulamayo, Botudulanga, dan Taluduyunu. Jika praktik PETI tidak segera dihentikan, biaya pemulihan ekosistem dan kerugian ekonomi akibat banjir diprediksi akan terus membengkak, mengancam stabilitas wilayah Pohuwato di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Lengkap 6 Nama Korban Meninggal Dunia Tragedi Asap Tambang Pongkor Bogor

Daftar Lengkap 6 Nama Korban Meninggal Dunia Tragedi Asap Tambang Pongkor Bogor

News | Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:09 WIB

Fakta Pahit! Sempat Dibantah Polisi, Kades Bangun Jaya Benarkan 6 Warganya Tewas di Lubang Pongkor

Fakta Pahit! Sempat Dibantah Polisi, Kades Bangun Jaya Benarkan 6 Warganya Tewas di Lubang Pongkor

News | Sabtu, 17 Januari 2026 | 20:39 WIB

Banjir Putus Jalur KA PekalonganSragi, Sejumlah Perjalanan Dialihkan dan Dibatalkan

Banjir Putus Jalur KA PekalonganSragi, Sejumlah Perjalanan Dialihkan dan Dibatalkan

Bisnis | Sabtu, 17 Januari 2026 | 09:51 WIB

Terkini

Viral Video Siswa MTsN 4 Bondowoso Buang MBG ke Gerobak, Kepsek Beri Penjelasan Utuh

Viral Video Siswa MTsN 4 Bondowoso Buang MBG ke Gerobak, Kepsek Beri Penjelasan Utuh

Jatim | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:32 WIB

Hutan Bisa Jadi Ruang Terapi di Tengah Polusi dan Krisis Iklim, Apa Saja Manfaatnya?

Hutan Bisa Jadi Ruang Terapi di Tengah Polusi dan Krisis Iklim, Apa Saja Manfaatnya?

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:31 WIB

Biaya Perang AS vs Iran Beberapa Bulan Tembus Rp 670 Triliun, untuk Bayar Apa Saja?

Biaya Perang AS vs Iran Beberapa Bulan Tembus Rp 670 Triliun, untuk Bayar Apa Saja?

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:28 WIB

TNI AD Tegaskan Babinsa Tak Punya Wewenang Awasi Wajib Pajak, Publik Diminta Tak Resah

TNI AD Tegaskan Babinsa Tak Punya Wewenang Awasi Wajib Pajak, Publik Diminta Tak Resah

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:27 WIB

Posisi Duduk di Sidang Kabinet Disorot, Gerindra Bantah Isu Prabowo-Gibran Retak

Posisi Duduk di Sidang Kabinet Disorot, Gerindra Bantah Isu Prabowo-Gibran Retak

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:23 WIB

Eksekusi Cambuk di Simeulue, Dua Terhukum Jalani Hukuman di Depan Umum

Eksekusi Cambuk di Simeulue, Dua Terhukum Jalani Hukuman di Depan Umum

Sumut | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:22 WIB

Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN

Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:22 WIB

5 HP Murah RAM 8 GB dan Memori 256 GB yang Sudah Support NFC, Mulai Rp1 Jutaan

5 HP Murah RAM 8 GB dan Memori 256 GB yang Sudah Support NFC, Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:21 WIB

Perbaikan Kualitas Aset Perkuat Keyakinan JPMorgan terhadap BBRI

Perbaikan Kualitas Aset Perkuat Keyakinan JPMorgan terhadap BBRI

Lampung | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:19 WIB

"Broken X. Fang", Kisah Mengharukan tentang Rasa Bersalah dan Cinta Nenek

"Broken X. Fang", Kisah Mengharukan tentang Rasa Bersalah dan Cinta Nenek

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:18 WIB

×