Eropa Balas Trump Imbas Konflik Greenland, Perdagangan Produk AS Dibatasi Ketat

M Nurhadi

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:39 WIB
Eropa Balas Trump Imbas Konflik Greenland, Perdagangan Produk AS Dibatasi Ketat
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyapa wartawan setibanya di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta. [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/sgd/foc]
baca 10 detik
  • Presiden Trump mengancam tarif 10% pada Februari 2026 terhadap delapan negara Eropa jika Greenland tidak disetujui untuk dijual ke Amerika Serikat.
  • Para pemimpin Uni Eropa menyatakan sikap bersatu menolak intimidasi AS, menegaskan kedaulatan wilayah mereka tanpa terpengaruh ancaman ekonomi.
  • Parlemen Eropa mempertimbangkan penggunaan instrumen anti-pemaksaan perdagangan untuk membatasi akses pasar produk Amerika Serikat sebagai respons konkret.

Suara.com - Hubungan aliansi transatlantik kini berada di titik nadir. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terang-terangan memberikan ultimatum kepada negara-negara Eropa untuk menyetujui penjualan Greenland ke AS.

Jika kesepakatan pembelian wilayah otonom Denmark tersebut tidak tercapai, Washington mengancam akan memberlakukan tarif tambahan sebesar 10% mulai 1 Februari 2026.

Ancaman ini menyasar delapan negara kunci, yakni Denmark, Prancis, Jerman, Inggris, Swedia, Norwegia, Belanda, dan Finlandia.

Trump bahkan memperingatkan bahwa tarif tersebut bisa melonjak hingga 25% pada Juni mendatang jika tuntutannya diabaikan.

Menanggapi retorika agresif tersebut, para pemimpin tertinggi Uni Eropa menyatakan sikap bersatu untuk menjaga kedaulatan wilayahnya.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Presiden Prancis Emmanuel Macron, hingga Kanselir Jerman Friedrich Merz secara kolektif berjanji untuk memberikan respons yang "terkoordinasi dan berkomitmen."

 "Tidak ada intimidasi atau ancaman yang akan memengaruhi kami—baik itu di Ukraina, Greenland, atau di mana pun di dunia," tegas Emmanuel Macron melalui unggahan di media sosial X.

Senada dengan itu, Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson menyatakan bahwa Eropa tidak akan membiarkan dirinya diperas oleh kebijakan ekonomi AS.

Ketegangan AS-Uni Eropa ini berawal dari sikap 'arogan' Presiden AS, Donald Trump yang terang-terangan ingin menganeksasi Greenland yang merupakan bagian dari Norwegia.

baca juga

Norwegia sendiri salah satu negara pendiri NATO, sama seperti AS.

Ketegangan makin memuncak usai sekelompok negara Eropa mengirimkan misi eksplorasi gabungan ke Greenland awal pekan ini.

Langkah tersebut bertujuan untuk memperkuat keamanan di wilayah Arktik dan membantah narasi Gedung Putih bahwa kapal perang Rusia serta China bebas berkeliaran di perairan tersebut.

Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Løkke Rasmussen, mengaku terkejut dengan reaksi keras Gedung Putih. Menurut intelijen Denmark, tidak ada kapal China yang terlihat di wilayah tersebut dalam satu dekade terakhir.

Namun, pemerintah Trump tetap bersikeras bahwa transfer wilayah Greenland adalah harga mati demi keamanan nasional AS, baik melalui "cara halus maupun cara kasar."

Kegagalan strategi perdamaian (appeasement) terhadap Trump membuat Parlemen Eropa kini mempertimbangkan untuk mengeluarkan "senjata perdagangan" mereka, yakni instrumen anti-pemaksaan (anti-coercion instrument).

Alat yang diadopsi pada tahun 2023 ini dirancang khusus untuk melawan upaya pemerasan politik melalui jalur perdagangan.

Jika instrumen ini diaktifkan, Uni Eropa memiliki wewenang untuk:

  • Membatasi partisipasi AS dalam tender pengadaan publik di Eropa.
  • Membatasi izin perdagangan bagi perusahaan-perusahaan Amerika.
  • Menutup akses pasar tunggal Eropa bagi produk-produk tertentu dari AS.

Bernd Lange, Ketua Komite Perdagangan Parlemen Eropa, menegaskan bahwa kebijakan Trump yang menggunakan perdagangan sebagai instrumen paksaan politik telah melewati batas.

Sementara itu, Manfred Weber dari Partai Rakyat Eropa (EPP) mendesak agar seluruh kesepakatan tarif nol bagi produk AS segera dibekukan sebagai bentuk protes atas klaim sepihak terhadap Greenland.

Krisis ini menandai babak baru yang berbahaya dalam hubungan internasional, di mana perdagangan tidak lagi menjadi alat kemakmuran bersama, melainkan menjadi senjata untuk ambisi teritorial dan geopolitik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ancaman Boikot Piala Dunia 2026 Amerika Serikat Mencuat Akibat Ambisi Donald Trump Kuasai Greenland

Ancaman Boikot Piala Dunia 2026 Amerika Serikat Mencuat Akibat Ambisi Donald Trump Kuasai Greenland

Bola | Sabtu, 17 Januari 2026 | 10:06 WIB

Selamat Tinggal, Thom Haye Kembali ke Eropa

Selamat Tinggal, Thom Haye Kembali ke Eropa

Bola | Sabtu, 17 Januari 2026 | 09:58 WIB

5 Rekomendasi Mobil Bekas Eropa untuk Budget Terbatas

5 Rekomendasi Mobil Bekas Eropa untuk Budget Terbatas

Otomotif | Jum'at, 16 Januari 2026 | 16:59 WIB

Terkini

Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Sumbar | Selasa, 15 September 2026 | 18:05 WIB

20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI

20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB

Patroli Titik Rawan Karhutla, Pesawat Khusus Disiagakan Amankan Habitat Gajah Sumatra di Jambi

Patroli Titik Rawan Karhutla, Pesawat Khusus Disiagakan Amankan Habitat Gajah Sumatra di Jambi

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB

Breakingnews! Arab Saudi Umumkan Waspada Serangan Udara ke Makkah dan Jeddah

Breakingnews! Arab Saudi Umumkan Waspada Serangan Udara ke Makkah dan Jeddah

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB

DBH Kurang Bayar Sumsel Hampir Rp1 Triliun, Fiskal Daerah Masih Tertekan

DBH Kurang Bayar Sumsel Hampir Rp1 Triliun, Fiskal Daerah Masih Tertekan

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 18:00 WIB

Jangan Campur Dompet Pribadi dan Bisnis! Ini Cara Atur Keuangan ala BRI

Jangan Campur Dompet Pribadi dan Bisnis! Ini Cara Atur Keuangan ala BRI

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 18:00 WIB

Ada OTT KPK di Kantah Bogor, Wamen ATR/BPN Jamin Pelayanan Masyarakat Tak Terganggu

Ada OTT KPK di Kantah Bogor, Wamen ATR/BPN Jamin Pelayanan Masyarakat Tak Terganggu

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:59 WIB

Masa Pensiun Lebih Tenang, Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Masa Pensiun Lebih Tenang, Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 17:57 WIB

Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, Buka BRI DPLK via BRImo dan Raih Bonus

Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, Buka BRI DPLK via BRImo dan Raih Bonus

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 17:53 WIB

Komdigi Rilis 22 Daftar Platform Digital Berisiko Tinggi bagi Anak, Orangtua Perlu Waspada

Komdigi Rilis 22 Daftar Platform Digital Berisiko Tinggi bagi Anak, Orangtua Perlu Waspada

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 17:52 WIB

×