82 Perjalanan Kereta Api Dibatalkan Gegara Banjir Tutupi Rel

Achmad Fauzi

Minggu, 18 Januari 2026 | 18:23 WIB
82 Perjalanan Kereta Api Dibatalkan Gegara Banjir Tutupi Rel
Waspada ketika melintasi perlintasan Kereta Api sebidang seiring dengan meningkatnya perjalanan kereta selama libur panjang.
baca 10 detik
  • KAI membatalkan total 82 perjalanan kereta api jarak jauh akibat banjir di sejumlah daerah, serta 76 perjalanan mengalami keterlambatan signifikan.
  • Gangguan operasional utama terjadi di Daop 4 Semarang (Pekalongan-Sragi) karena luapan sungai dan jebolnya tanggul, serta genangan di Daop 1 Jakarta.
  • KAI menerapkan pengembalian tiket 100 persen dan melakukan rekayasa operasi termasuk penggunaan lokomotif khusus untuk mengatasi dampak banjir sebagai prioritas keselamatan.

Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat ada 82 perjalanan kereta api yang dibatalkan imbas banjir yang menggenangi rel di sejumah daerah.

Jumlah itu terdiri dari 21 perjalanan dibatalkan pada Jumat (17/1/2026) dan 61 perjalanan dibatalkan pada Minggu (18/1). Selain itu, 17 perjalanan kereta api diberlakukan pola operasi memutar melalui lintas Cirebon–Kroya–Yogyakarta–Solo guna menghindari lintasan terdampak banjir.

Selama periode tersebut, KAI juga mencatat 76 perjalanan kereta api mengalami keterlambatan dengan rata-rata kelambatan sekitar 240 menit.

Hingga Minggu siang, 51 perjalanan kereta api keberangkatan Jumat (17/1) masih dalam perjalanan dan belum mencapai tujuan.

Suasana stasiun kereta api DAOP 1 saat libur Nataru 2025/2026. (Foto: Dokumen KAI Daop 1 Jakarta)
Suasana stasiun kereta api DAOP 1 saat libur Nataru 2025/2026. (Foto: Dokumen KAI Daop 1 Jakarta)

Adapun, kelambatan tertinggi tercatat pada KA 260B (KA Tawang Jaya relasi Pasar Senen–Semarang Poncol) dengan keterlambatan 445 menit untuk keberangkatan, serta KA 21A (KA Argo Muria relasi Semarang Tawang–Gambir) dengan keterlambatan 484 menit untuk kedatangan.

Untuk layanan angkutan barang, KAI membatalkan 16 perjalanan kereta api barang, termasuk pada relasi Kalimas Surabaya–Tanjung Priok. Sementara pada layanan Commuter Line Jabodetabek, KAI memberlakukan rekayasa operasional dengan membatalkan sebagian relasi sebagai langkah pengamanan keselamatan perjalanan.

Hingga Minggu (18/1) pukul 08.00 WIB, jumlah pembatalan tiket Kereta Api Jarak Jauh yang tercatat mencapai 8.615 tiket. Pembatalan dilakukan oleh pelanggan seiring adanya pembatalan perjalanan dan rekayasa operasional akibat kondisi banjir.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan kondisi tersebut merupakan dampak faktor alam di luar kendali operasional perusahaan atau kondisi force majeure, sehingga keselamatan pelanggan dan petugas menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan.

"Dalam kondisi cuaca ekstrem yang menyebabkan genangan dan banjir di lintasan maupun emplasemen, KAI mengambil langkah pengamanan maksimal, termasuk pembatalan dan pengaturan perjalanan kereta api. Seluruh keputusan ini diambil semata-mata untuk menjaga keselamatan pelanggan dan mencegah risiko yang lebih besar," ujar Bobby dalam keterangan tertulis, Minggu (18/1/2026).

baca juga

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi serta memastikan bahwa setiap kebijakan operasional diambil berdasarkan evaluasi teknis menyeluruh dan kondisi riil di lapangan.

Sejalan dengan hal tersebut, Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa KAI menjalankan pemulihan operasional secara bertahap dan terpadu melalui perbaikan prasarana di lokasi terdampak, rekayasa pola operasi perjalanan, penyiapan sarana dan rangkaian cadangan, serta pembatalan perjalanan pada kondisi tertentu demi keselamatan.

"Dalam situasi force majeure ini, KAI memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen kepada pelanggan sesuai ketentuan yang berlaku. Di lapangan, KAI juga menerapkan berbagai langkah operasional, termasuk penggunaan lokomotif BB hidrolis dan lokomotif CC 300 milik DJKA untuk melintasi lokasi genangan, dengan konsekuensi penambahan rata-rata kelambatan sekitar 150 menit per perjalanan," jelas Anne.

Titik Banjir

Berdasarkan pemantauan intensif di lapangan, terdapat beberapa titik banjir yang memengaruhi operasional perjalanan kereta api di wilayah Daop 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta. Kondisi tersebut memerlukan pengaturan operasional khusus sebagai langkah pengamanan untuk menjaga keselamatan perjalanan.

Di wilayah Daop 4 Semarang, banjir terjadi pada petak jalan antara Stasiun Pekalongan–Stasiun Sragi di Km 88+900 hingga Km 89+100 yang berdampak pada jalur hulu dan hilir. Gangguan dipicu luapan sungai serta jebolnya tanggul di sekitar lintasan akibat hujan berintensitas tinggi dan berdurasi panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banjir Mulai Surut, Tol Bandara Soetta Mulai Bisa Dilalui Kendaraan

Banjir Mulai Surut, Tol Bandara Soetta Mulai Bisa Dilalui Kendaraan

Bisnis | Minggu, 18 Januari 2026 | 18:13 WIB

38 Perjalanan Kereta Api Batal Akibat Banjir, Bisa Refund Tiket 100 Persen

38 Perjalanan Kereta Api Batal Akibat Banjir, Bisa Refund Tiket 100 Persen

Bisnis | Minggu, 18 Januari 2026 | 14:07 WIB

Cek Rute KRL Terdampak Banjir, KAI Commuter Beri Update Terkini

Cek Rute KRL Terdampak Banjir, KAI Commuter Beri Update Terkini

Bisnis | Minggu, 18 Januari 2026 | 13:34 WIB

Terkini

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:23 WIB

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Imigrasi Sumut Sapu Bersih Penghargaan di Bimtek PIMPASA 2026

Imigrasi Sumut Sapu Bersih Penghargaan di Bimtek PIMPASA 2026

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Jadi Man of the Match Persija vs Persik, Denis Kolinger Tak Mau Tinggi Hati

Jadi Man of the Match Persija vs Persik, Denis Kolinger Tak Mau Tinggi Hati

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Menpar Dorong Wisata Alam Tak Sekadar Jual Keindahan, tapi Juga Jaga Lingkungan

Menpar Dorong Wisata Alam Tak Sekadar Jual Keindahan, tapi Juga Jaga Lingkungan

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Bicara Watak Kekuasaan, Hasto Minta Negara Lindungi Rakyat Kecil dari Oligarki

Bicara Watak Kekuasaan, Hasto Minta Negara Lindungi Rakyat Kecil dari Oligarki

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:53 WIB

×