Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.231,780
LQ45 627,750
Srikehati 307,753
JII 374,159
USD/IDR 17.971

Alasan Proof of Reserve (PoR) Penting dalam Bursa Kripto, Ini Penjelasannya

M Nurhadi

Minggu, 18 Januari 2026 | 19:11 WIB
Alasan Proof of Reserve (PoR) Penting dalam Bursa Kripto, Ini Penjelasannya
Ilustrasi bitcoin, salah satu mata uang kripto. (Pixabay)
baca 10 detik
  • Pengamat pasar menekankan Proof of Reserve (PoR) sebagai standar transparansi baru untuk memulihkan kepercayaan publik pada bursa kripto.
  • PoR berfungsi mencegah penyalahgunaan dana nasabah, meningkatkan akuntabilitas, dan menjamin likuiditas bursa secara terverifikasi.
  • Indodax menjadi bursa resmi pertama di Indonesia yang menerapkan PoR terverifikasi dengan cadangan aset dilaporkan Rp13,5 triliun pada Januari 2026.

Suara.com - Isu transparansi pada bursa kripto kembali menjadi perhatian utama. Penerapan Proof of Reserve (PoR) kini dinilai penting karena fundamental dalam tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). 

Ibrahim Assuaibi, seorang pengamat pasar mata uang dan aset digital, menegaskan bahwa PoR merupakan instrumen vital untuk memulihkan kepercayaan masyarakat yang sempat terdampak volatilitas pasar global.

Lewat mekanisme ini, bursa memberikan akses terbuka bagi publik maupun regulator untuk memverifikasi bahwa aset nasabah tersedia sepenuhnya (rasio 1:1) dan tidak disalahgunakan untuk kegiatan yang berisiko tinggi.

"Proof of Reserve adalah standar transparansi baru yang sudah mulai diinisiasi oleh dua exchange besar di Indonesia. Ini adalah fondasi utama bagi ekosistem kripto yang sehat, bukan sekadar kewajiban teknis," kata Ibrahim pada Jumat (16/1/2026).

Ibrahim juga menekankan pentingnya harmonisasi antara inisiatif industri seperti PoR dengan regulasi formal di Indonesia. Kehadiran Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) diharapkan menjadi payung hukum kuat yang memperkokoh wewenang Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mengawasi dan menindak setiap pelanggaran di industri kripto.

Ia menyarankan agar aspek transparansi seperti PoR diintegrasikan ke dalam revisi RUU P2SK untuk mencapai tiga tujuan utama:

  1. Menekan Risiko Penyalahgunaan: Mencegah pemakaian dana nasabah untuk biaya operasional bursa.
  2. Meningkatkan Akuntabilitas: Memberikan kemampuan pelacakan (tracking) yang lebih kuat bagi regulator, serupa dengan proses audit perpajakan.
  3. Mitigasi Risiko Gagal Bayar: Menjamin likuiditas bursa tetap aman meskipun pasar dalam kondisi ekstrem.

Di pasar domestik, Indodax tercatat sebagai satu-satunya bursa resmi yang telah menerapkan PoR yang terverifikasi pada sistem blockchain global.

Hingga pertengahan Januari 2026, total cadangan aset Indodax dilaporkan mencapai Rp13,5 triliun. Data ini dipublikasikan melalui fitur Proof of Reserves di CoinMarketCap, yang menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga aset nasabah secara transparan dan dapat diverifikasi secara on-chain.

Terkait hal ini, Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, turut memberikan pernyataan tegas bahwa perlindungan konsumen adalah inti dari revisi UU P2SK.

baca juga

Ia menuntut industri aset kripto untuk mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent) dalam setiap tata kelolanya.

"Semangat revisi UU P2SK adalah melindungi konsumen dan memastikan pengawasan yang transparan. Setiap penyelenggara wajib menjalankan kegiatan dengan tata kelola yang kuat karena aset kripto kini telah diakui sebagai aset keuangan," ujar Misbakhun.

Dalam revisi aturan mendatang, setiap aktivitas perdagangan harus dapat diidentifikasi secara gamblang, mulai dari profil pelaku, asal-usul pendanaan, hingga penanggung jawab transaksi. 

Secara teknis, PoR memanfaatkan metode kriptografi untuk membuktikan keberadaan cadangan aset tanpa harus membuka data sensitif atau saldo pribadi pengguna.

Melalui proses audit independen berkala, bursa membuktikan bahwa total aset yang tersimpan di blockchain (on-chain) setara atau bahkan melampaui total kewajiban kepada seluruh pengguna (liabilities).

Walaupun PoR bukan solusi tunggal untuk menghadapi ancaman siber, kehadirannya merupakan langkah revolusioner dalam menciptakan ekosistem kripto yang transparan dan berkelanjutan di Indonesia.

Integrasi antara inovasi teknologi dan ketegasan regulasi melalui UU P2SK akan menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya saing pasar kripto nasional di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Laporan Korban Makin Banyak, Ini Metode Penipuan Paling Rentan di Sektor Keuangan

Laporan Korban Makin Banyak, Ini Metode Penipuan Paling Rentan di Sektor Keuangan

Bisnis | Jum'at, 16 Januari 2026 | 13:48 WIB

OJK Serahkan Pelaku Saham Gorengan di Pasar Modal, Ini Sosoknya

OJK Serahkan Pelaku Saham Gorengan di Pasar Modal, Ini Sosoknya

Bisnis | Jum'at, 16 Januari 2026 | 08:22 WIB

Saham Rasa Kripto, Gaya Baru Investasi Digital Native

Saham Rasa Kripto, Gaya Baru Investasi Digital Native

Lifestyle | Kamis, 15 Januari 2026 | 23:05 WIB

Terkini

Pernikahan Mewah Berujung Utang: Saat Gengsi Mengalahkan Kondisi Keuangan

Pernikahan Mewah Berujung Utang: Saat Gengsi Mengalahkan Kondisi Keuangan

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:00 WIB

Saham Konglomerat Kompak Naik, IHSG Betah di Level 6.300

Saham Konglomerat Kompak Naik, IHSG Betah di Level 6.300

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:59 WIB

Jadi Tokoh Antagonis Argentina di Final Piala Dunia 2026, Enzo Fernandez Buka Suara

Jadi Tokoh Antagonis Argentina di Final Piala Dunia 2026, Enzo Fernandez Buka Suara

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:57 WIB

Dompet Dhuafa Hadirkan Ruang Mimpi,  Dampingi Anak Yatim Berani Wujudkan Cita-cita

Dompet Dhuafa Hadirkan Ruang Mimpi, Dampingi Anak Yatim Berani Wujudkan Cita-cita

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:57 WIB

KPK Bongkar Modus 'Pinjam Bendera' yang Jerat Bupati Lombok Barat

KPK Bongkar Modus 'Pinjam Bendera' yang Jerat Bupati Lombok Barat

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:57 WIB

Pelajaran Sunyi dari Seorang Kakek dan Bukunya di Padatnya KRL Manggarai

Pelajaran Sunyi dari Seorang Kakek dan Bukunya di Padatnya KRL Manggarai

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:56 WIB

Istana Ungkap Alasan Kursi Gibran Digeser ke Jajaran Menteri Saat Sidang Kabinet

Istana Ungkap Alasan Kursi Gibran Digeser ke Jajaran Menteri Saat Sidang Kabinet

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:55 WIB

Bayar Rp100 Ribu, Ratusan Siswa di Jogja jadi Korban Tes TOEFL, Dana Bakal Dikembalikan

Bayar Rp100 Ribu, Ratusan Siswa di Jogja jadi Korban Tes TOEFL, Dana Bakal Dikembalikan

Jogja | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:54 WIB

Bomber Kaki Kidal 44 Gol yang Dinaturalisasi Vietnam Ancaman Serius buat Timnas Indonesia

Bomber Kaki Kidal 44 Gol yang Dinaturalisasi Vietnam Ancaman Serius buat Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rudal Iran Terbukti Lebih Canggih dari Pertahanan Militer Amerika, Ini Buktinya

Rudal Iran Terbukti Lebih Canggih dari Pertahanan Militer Amerika, Ini Buktinya

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:49 WIB

×