Isu Perubahan Aturan MSCI Ancam IHSG, Dana Asing Rp31 Triliun Cabut?

M Nurhadi

Selasa, 20 Januari 2026 | 13:20 WIB
Isu Perubahan Aturan MSCI Ancam IHSG, Dana Asing Rp31 Triliun Cabut?
Ilustrasi IHSG {Suara.com/AI]
baca 10 detik
  • MSCI Inc. mengkaji perubahan metodologi indeks pada Januari 2026, memicu potensi penarikan dana asing lebih dari US$2 miliar dari bursa saham Indonesia.
  • Kajian MSCI fokus memperketat definisi *free float*, yang mana Indonesia memiliki rata-rata terkecil di Asia-Pasifik, mengancam saham emiten besar seperti BRPT dan CUAN.
  • Likuiditas pasar saham diperkirakan menurun drastis dan volatilitas meningkat jika aturan pengetatan *free float* diadopsi, membebani Rupiah.

Suara.com - Pasar modal Indonesia kini tengah berada dalam fase krusial. Dana global diprediksi bakal menarik diri hingga lebih dari US$ 2 miliar (sekitar Rp31 triliun) dari bursa saham domestik dalam beberapa bulan mendatang.

Hal ini dipicu oleh rencana MSCI Inc. yang tengah mengkaji perubahan metodologi indeks, sebuah langkah yang kembali memicu kekhawatiran mengenai tingkat keterbukaan pasar saham terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Penyedia indeks global tersebut dijadwalkan akan mengambil keputusan pada akhir Januari 2026.

Fokus utamanya adalah memperketat definisi free float—yakni jumlah saham yang benar-benar tersedia untuk diperdagangkan oleh publik. Jika disetujui, kebijakan baru ini akan mulai berlaku pada tinjauan indeks bulan Mei mendatang.

Namun, seperti yang dilansir dari Bloomberg, isu Free Float yang sudah sejak lama menuai sorotan kembali jadi menarik perhatian di di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Saat ini, Indonesia tercatat memiliki rata-rata free float terkecil di Asia-Pasifik.

Jika MSCI menemukan bahwa jumlah saham yang dapat diperdagangkan lebih rendah dari yang dilaporkan secara resmi, maka investor pasif yang mengacu pada indeks tersebut terpaksa harus melepas posisi mereka.

Gary Tan, Manajer Portofolio di Allspring Global Investments, menilai langkah ini sebagai ujian penting bagi agenda reformasi pasar modal tanah air.

"Langkah ini menggarisbawahi perlunya perbaikan tata kelola perusahaan guna menarik partisipasi internasional yang lebih besar serta aliran investasi jangka panjang," ungkapnya, dilansir via Bloomberg.

baca juga

Potensi arus keluar dana asing diprediksi akan menghantam emiten-emiten dengan kapitalisasi pasar besar yang memiliki kepemilikan terkonsentrasi. Dua perusahaan milik taipan Prajogo Pangestu menjadi sorotan utama:

PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN): Memiliki struktur kepemilikan mayoritas sebesar 84%.

PT Barito Pacific (BRPT): Sebanyak 71% sahamnya masih dikuasai oleh Prajogo Pangestu.

Namun demikian, terkait hal ini, juru bicara PT Barito Pacific (BRPT) menjelaskan, bahwa free float perusahaan tersebut sudah mencapai 27% berdasarkan aturan Bursa Efek Indonesia, sementara free float CUAN sebesar 15%.

Ia menambahkan bahwa BRPT tidak akan terdampak oleh perubahan metodologi MSCI apa pun. Meski PTRO akan terdampak jika metodologi baru diterapkan, namun dipercaya tidak akan menghadapi arus keluar terbesar.

Keluarnya dana asing secara masif ini sendiri tidak hanya akan mengguncang indeks harga saham, tetapi juga menambah beban bagi mata uang Rupiah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lepas Suspend, Saham-saham Ini Kembali Diperdagangkan dengan Status Khusus

Lepas Suspend, Saham-saham Ini Kembali Diperdagangkan dengan Status Khusus

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 12:33 WIB

IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya

IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 11:44 WIB

Di Balik Right Issue BNBR, Pemilik Saham Bakrie Bisa Terdampak!

Di Balik Right Issue BNBR, Pemilik Saham Bakrie Bisa Terdampak!

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 11:27 WIB

Terkini

Cara Mengubah Tumpukan Data Menjadi Keputusan Bisnis yang Menguntungkan

Cara Mengubah Tumpukan Data Menjadi Keputusan Bisnis yang Menguntungkan

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:44 WIB

Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff

Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon

Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon

Sport | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:43 WIB

Mantab! Tiga Atlet Muaythai Solo Tembus Semifinal Porprov 2026

Mantab! Tiga Atlet Muaythai Solo Tembus Semifinal Porprov 2026

Surakarta | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Sumsel Bidik Perdagangan Karbon di Tengah Krisis Karhutla, Sejauh Mana Kesiapannya?

Sumsel Bidik Perdagangan Karbon di Tengah Krisis Karhutla, Sejauh Mana Kesiapannya?

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Sepatu Futsal Lokal Tembus Dunia, Ortuseight Siapkan Enam Lini Jogosala Terbaru

Sepatu Futsal Lokal Tembus Dunia, Ortuseight Siapkan Enam Lini Jogosala Terbaru

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Dari Kekalahan ke Pesta Gol, Shin Tae-yong Ungkap Perubahan Persija Saat Hajar Arema FC

Dari Kekalahan ke Pesta Gol, Shin Tae-yong Ungkap Perubahan Persija Saat Hajar Arema FC

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Fadli Zon Terima Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara, Ini Alasan di Baliknya

Fadli Zon Terima Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara, Ini Alasan di Baliknya

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:59 WIB

WALHI Sumsel Soroti Dry Ice di Palembang, Minta Biaya dan Hasil Evaluasi Dibuka ke Publik

WALHI Sumsel Soroti Dry Ice di Palembang, Minta Biaya dan Hasil Evaluasi Dibuka ke Publik

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Haji Isam Dikaitkan MSCI, Pakar Saham Minta Dibuktikan

Haji Isam Dikaitkan MSCI, Pakar Saham Minta Dibuktikan

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:50 WIB

×