- IHSG cetak rekor ATH di level 9.110,65 dengan nilai transaksi Rp20,95 triliun.
- Dirut BEI apresiasi Menkeu Purbaya atas stabilitas ekonomi dan penguatan pasar.
- Menkeu optimis IHSG capai level 10.000 pada 2026 didorong sentimen positif.
Suara.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menunjukkan performa impresif di awal tahun 2026. Pada perdagangan sesi II, Senin (19/1/2026), IHSG kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) dengan parkir di level 9.110,65, menguat 35,25 poin atau 0,39%.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, menyampaikan apresiasi langsung kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa atas capaian ini. Menurutnya, stabilitas ekonomi yang dijaga pemerintah menjadi fondasi kuat bagi pasar modal.
“Terima kasih, Pak Purbaya,” ujar Iman di Gedung BEI, Jakarta, Senin (19/1/2026).
Data perdagangan mencatat nilai transaksi harian mencapai Rp20,95 triliun. Dalam perjalanannya, IHSG bahkan sempat menyentuh level tertinggi harian di 9.133,87. Penguatan ini motori oleh tiga sektor utama, yakni saham konsumen non-primer, saham energi, saham infrastruktur
Keberhasilan IHSG melampaui level 9.000 merupakan realisasi dari target awal tahun yang dicanangkan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Sebelumnya, pada Rabu (14/1), indeks telah lebih dulu menembus level psikologis 9.000 di posisi 9.032,58.
Menteri Keuangan Purbaya menegaskan bahwa target berikutnya, yakni level 10.000 pada tahun 2026, tetap realistis untuk dicapai. Optimisme ini didorong oleh tingginya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional.
“Target tahun ini 10.000 itu bukan angka yang mustahil untuk dicapai,” tegas Purbaya. Pihak otoritas bursa menilai bahwa sinergi kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi menjadi kunci utama terciptanya sentimen positif yang berkelanjutan di pasar modal Indonesia.