Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Bos Vale Santai Tanggapi Rencana Pemerintah Pangkas Produksi Nikel

Achmad Fauzi | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Selasa, 20 Januari 2026 | 14:19 WIB
Bos Vale Santai Tanggapi Rencana Pemerintah Pangkas Produksi Nikel
Direktur Utama PT Vale Indonesia Tbk. (INCO), Bernardus Irmanto. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
  • Direktur Utama PT Vale Indonesia memahami rencana Kementerian ESDM memangkas produksi nikel 2026 untuk maksimalkan nilai tambah.
  • Rencana ini diperkirakan menurunkan produksi nikel 2026 menjadi 250–260 juta ton dari target 2025.
  • Bernardus Irmanto menyarankan perusahaan beradaptasi dan berdiskusi dengan pemerintah mengenai komitmen sebelumnya.

Suara.com - Direktur Utama PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto menanggapi rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang akan memangkas produksi nikel pada 2026.

Bernardus mengaku memahami tujuan dari rencana tersebut, yakni untuk mengendalikan harga nikel. 

"Kita melihat ya, itu visinya pemerintah kan sebetulnya bukan semata-mata memangkas produksi nikel. Tapi tujuan besarnya kan adalah bagaimana nikel dari Indonesia itu bisa menghasilkan nilai tambah yang maksimal. Dalam hal ini, oh kalau dipangkas mungkin ininya naik lah, harganya naik," ujar Bernardus saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta yang dikutip pada Selasa (20/1/2025). 

Ilustrasi Nikel. Foto Antara.
Ilustrasi Nikel. Foto Antara.

Menurutnya, rencana pemerintah tersebut tidak perlu disikapi dengan panik, melainkan dengan pemahaman terhadap tujuan kebijakan dan kesiapan perusahaan untuk beradaptasi.

"Tentu saja ada kasus-kasus di mana perusahaan-perusahaan itu sudah memiliki komitmen sebelumnya dan bagaimana berdiskusi dengan pemerintah supaya mendapatkan jalan keluar itu yang harus ditempuh," jelasnya. 

Untuk dampak langsung terhadap Vale, Bernardus menyebut akan memastikannya ketikan kebijakan tersebut direalisasikan. 

"Nanti kami lihat ya, kita belum tahu nih, kan baru di-approve ya (RKAB 2026)," ujarnya. 

Ketika ditanya apakah kebijakan itu bisa menaikkan harga nikel, Bernardus menjawab adanya peluang kenaikan harga. Namun saat dipertegas dampaknya untuk harga jangka panjang, Bernardus mengaku tidak ingin berspekulasi. 

"Mungkin ada, mungkin ada (berdampak ke kenaikan harga). (Tapi apakah jangka panjang) Aduh, saya enggak tahu. Saya bukan dukun," tegasnya. 

Berdasarkan penjelasan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno, rencananya produksi nikel pada 2026 akan berada di kisaran 250–260 juta ton.

Mengalami penurunan dibanding target produksi yang termuat dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2025 sebesar 379 juta ton.

"Nikel kami sesuaikan dengan kapasitas produksi dari smelter, kemungkinan sekitar 250–260 (juta ton),” kata Tri pada 14 Januari lalu. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demi Kebutuhan Pabrik, DPR Desak ESDM Beri Tambahan Kuota RKAB ke Vale

Demi Kebutuhan Pabrik, DPR Desak ESDM Beri Tambahan Kuota RKAB ke Vale

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 19:34 WIB

Harga Jadi Tantangan, PT Vale Catatkan Pendapatan USD 902 Juta

Harga Jadi Tantangan, PT Vale Catatkan Pendapatan USD 902 Juta

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 19:32 WIB

Hanya Dapat 30%, Vale Mohon-mohon ke ESDM Agar Tambahkan Kuota RKAB 2026

Hanya Dapat 30%, Vale Mohon-mohon ke ESDM Agar Tambahkan Kuota RKAB 2026

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 19:23 WIB

Terkini

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:43 WIB

Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028

Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:04 WIB

Tingkat Kecelakaan Roda Dua Tinggi, Mitra Driver Kini Diberi Asuransi Gratis

Tingkat Kecelakaan Roda Dua Tinggi, Mitra Driver Kini Diberi Asuransi Gratis

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:01 WIB

Peringati Hari Kartini: BRI Terus Dukung Pemberdayaan Perempuan untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Peringati Hari Kartini: BRI Terus Dukung Pemberdayaan Perempuan untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 19:49 WIB

Uji Jalan Rampung di Mei, Penerapan B50 Serempak pada Juli 2026

Uji Jalan Rampung di Mei, Penerapan B50 Serempak pada Juli 2026

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:51 WIB

Daftar Kode SWIFT BRI Semua Daerah dan Cara Pakai Transfer Internasional

Daftar Kode SWIFT BRI Semua Daerah dan Cara Pakai Transfer Internasional

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:50 WIB

World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI

World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:37 WIB

Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,5 Persen, Tembus Rp15,4 Triliun

Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,5 Persen, Tembus Rp15,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:31 WIB

Kejar Target Produksi, SKK Migas Bakal Pakai Teknologi Triple 100

Kejar Target Produksi, SKK Migas Bakal Pakai Teknologi Triple 100

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:26 WIB

Heboh Gugatan Rp119 Triliun: Bos CMNP Sampai Buka Suara

Heboh Gugatan Rp119 Triliun: Bos CMNP Sampai Buka Suara

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:22 WIB